Stabilitas Endriardi berbuah emas
Selasa, 11 September 2012 - 00:24 WIB
Stabilitas Endriardi berbuah emas
A
A
A
Sindonews.com - Pesenam DKI Jakarta Endriadi pertahankan medali emas di PON XVIII/2012 Riau. Dia mempersembahkan emas tambahan setelah menunjukkan stabilitas di Komplek Olahraga Rumbai, Riau, Senin (10/9). Endri, sapaan Endriadi, berhasil mengumpulkan 79.650 poin dari kategori senam lantai, kuda pelana, gelang-gelang, meja lompat, palang sejajar, dan palang tunggal.
Sementara atlet andalan tuan rumah Muhammad Try Saputra harus rela berada di urutan dua meraih perak setelah mengumpulkan 78.600 poin. Sedangkan andalan Jawa Timur (Jatim) Agus Adi Prayoko harus puas meraih perunggu dengan torehan 78.400 poin.
''Kami patut bersyukur pada Tuhan kerena kemenangan ini. Perjuangan kami cukup berat, tapi akhirnya Endriadi berhasil meraih emas. Ini berkat stabilitasnya sepanjang pertandingan. Kedua pesenam (Endri dan Try) memang yang terbaik saat ini dan keduanya pantas untuk meraih kemenangan,” ujar Pelatih Senam DKI Jakarta Jonathan Sianturi, usai lomba.
Mantan pesenam andalan Indonesia era 90-an ini juga menegaskan bahwa DKI masih harus berjuang untuk menambah pundi-pundi emas. Menurut Sianturi, pertandingan hari kedua cabang senam yang memperoleh emas diharapkan menjadi titik bangkit DKI setelah di hari pertama cabang senam nomor beregu hanya meraih perunggu. ''Yang jelas, kita belum puas dengan perolehan satu emas dan satu perunggu,” lanjut Jonathan.
Bagi Endriadi, kesuksesannya kali ini khusus dia persembahkan kepada kedua orang tuanya yang tak henti memberikan dukungan dan doa. Dia juga memberikan apresiasi kepada pelatihnya yang terus memberikan arahan dan motivasi.
''Saya senang diberi kesempatan mempertahankan medali emas di cabang yang sama. Saya ingin dedikasikan kemenangan ini pada orang tua saya dan pelatih,” ungkap atlet yang sempat meraih medali perunggu di SEA Games 2011 Palembang.
Kesuksesan Endriadi ini sesungguhnya tak lepas dari program pelatih yang dicanangkan DKI Jakarta. Menurut Jonathan, sebelum melakoni pesta olahraga empat tahunan ini, DKI setidaknya telah dua kali melakoni pelatihan di laur negeri, yaitu latih tanding di Singapura dan test control di China.
Sayangnya, arena yang baru dibangun Pemerintah Provinsi Riau untuk pelaksanaan senam ini mengalami sedikit kendala dengan infrasturtur yang ada. “Kalau fasilitas sesungguhnya udah mumpuni, cuma beberapa alat ada kendala dengan baut dan per yang berbeda. Kalo sekelas SEA Games, pasti udah ditegor ini,” ungkapnya saat ditemui SINDO.
Tribune penonton yang dapat menampung ribuan pengunjung pun terlihat sepi, kecuali beberapa mahasiswa serta pendukung DKI yang sengaja didatangkan. ''Mungkin karena ini hari Senin ya, jadi sedikit yang nonton,” ungkap Kiki Octa, salah seorang pengunjung.
Sementara atlet andalan tuan rumah Muhammad Try Saputra harus rela berada di urutan dua meraih perak setelah mengumpulkan 78.600 poin. Sedangkan andalan Jawa Timur (Jatim) Agus Adi Prayoko harus puas meraih perunggu dengan torehan 78.400 poin.
''Kami patut bersyukur pada Tuhan kerena kemenangan ini. Perjuangan kami cukup berat, tapi akhirnya Endriadi berhasil meraih emas. Ini berkat stabilitasnya sepanjang pertandingan. Kedua pesenam (Endri dan Try) memang yang terbaik saat ini dan keduanya pantas untuk meraih kemenangan,” ujar Pelatih Senam DKI Jakarta Jonathan Sianturi, usai lomba.
Mantan pesenam andalan Indonesia era 90-an ini juga menegaskan bahwa DKI masih harus berjuang untuk menambah pundi-pundi emas. Menurut Sianturi, pertandingan hari kedua cabang senam yang memperoleh emas diharapkan menjadi titik bangkit DKI setelah di hari pertama cabang senam nomor beregu hanya meraih perunggu. ''Yang jelas, kita belum puas dengan perolehan satu emas dan satu perunggu,” lanjut Jonathan.
Bagi Endriadi, kesuksesannya kali ini khusus dia persembahkan kepada kedua orang tuanya yang tak henti memberikan dukungan dan doa. Dia juga memberikan apresiasi kepada pelatihnya yang terus memberikan arahan dan motivasi.
''Saya senang diberi kesempatan mempertahankan medali emas di cabang yang sama. Saya ingin dedikasikan kemenangan ini pada orang tua saya dan pelatih,” ungkap atlet yang sempat meraih medali perunggu di SEA Games 2011 Palembang.
Kesuksesan Endriadi ini sesungguhnya tak lepas dari program pelatih yang dicanangkan DKI Jakarta. Menurut Jonathan, sebelum melakoni pesta olahraga empat tahunan ini, DKI setidaknya telah dua kali melakoni pelatihan di laur negeri, yaitu latih tanding di Singapura dan test control di China.
Sayangnya, arena yang baru dibangun Pemerintah Provinsi Riau untuk pelaksanaan senam ini mengalami sedikit kendala dengan infrasturtur yang ada. “Kalau fasilitas sesungguhnya udah mumpuni, cuma beberapa alat ada kendala dengan baut dan per yang berbeda. Kalo sekelas SEA Games, pasti udah ditegor ini,” ungkapnya saat ditemui SINDO.
Tribune penonton yang dapat menampung ribuan pengunjung pun terlihat sepi, kecuali beberapa mahasiswa serta pendukung DKI yang sengaja didatangkan. ''Mungkin karena ini hari Senin ya, jadi sedikit yang nonton,” ungkap Kiki Octa, salah seorang pengunjung.
(aww)