Kunjungi atlet, Gubernur Jatim suntik bonus
Selasa, 11 September 2012 - 17:54 WIB
Kunjungi atlet, Gubernur Jatim suntik bonus
A
A
A
Sindonews.com - Juara bertahan Jawa Timur gelisah meski berada di peringkat kedua klasemen sementara perolehan medali PON XVIII. Terbukti, Komandan Kontingen Jatim Soekarwo menambah jumlah bonus "mentas" untuk memacu perolehan medali.
Biasanya bonus "mentas" diberikan KONI Jatim langsung setelah di lapangan setelah atlet meraih medali emas sebesar Rp 10 juta dan bonus emas Rp 150 juta. "Jika KONI sudah menyiapkan bonus mentas Rp 10 juta, saya akan tambah lagi. Nanti Pemprov akan berikan bonus sama sebesar Rp 10 juta," janji Soekawo di hadapan atlet-atlet yang tinggal di rumah singgah Azzahra, Pekanbaru, Selasa (11/9).
Pria yang juga menjabat Gubernur Jatim itu menjelaskan, bukan nilai uang yang nantinya akan diberikan. Ini sebagai bentuk apresiasi kepada atlet supaya berjuang maksimal dan memberikan hasil terbaik bagi Jatim. "Semangat tarung yang lebih kuat. Anda tidak sendiri di sini (Pekanbaru). Saya dan Panglima Kodam V/Brawijaya (Majen TNI Murdjito) akan dampingi terus," sambung Pakde.
Selain mengunjungi rumah singgah Azzahra yang dihuni lima cabor, yakni renang, loncat indah, wushu, anggar, dan menembak, Pakde Karwo-panggilan Soekarwo juga datang ke penginapan atlet panahan. "Saya minta panahan bisa menambah target emas untuk mengantikan empat emas Jatim yang lepas," pinta Soekarwo.
Wajar jika Soekarwo memacu para atlet Jatim untuk mengejar emas sebanyak-banyaknya. Sebab, beberapa cabor yang menjadi andalan mulai ketetera. Di cabor renang misalnya, Jatim sama sekali belum mendapatkan medali emas. Padahal sudah 13 emas diperebutkan. Selain itu dayung juga baru mendapatkan satu emas dari tujuh emas.
Hingga hari ketiga PON Riau, Jatim masih tertinggal dari Jabar dalam perolehan medali. Jatim baru menempati posisi kedua dengan 10 emas, 8 perak dan 9 perunggu. Sedangkan Jabar pada peringkat teratas dengan 14 emas, 8 perak dan 8 perunggu.
Biasanya bonus "mentas" diberikan KONI Jatim langsung setelah di lapangan setelah atlet meraih medali emas sebesar Rp 10 juta dan bonus emas Rp 150 juta. "Jika KONI sudah menyiapkan bonus mentas Rp 10 juta, saya akan tambah lagi. Nanti Pemprov akan berikan bonus sama sebesar Rp 10 juta," janji Soekawo di hadapan atlet-atlet yang tinggal di rumah singgah Azzahra, Pekanbaru, Selasa (11/9).
Pria yang juga menjabat Gubernur Jatim itu menjelaskan, bukan nilai uang yang nantinya akan diberikan. Ini sebagai bentuk apresiasi kepada atlet supaya berjuang maksimal dan memberikan hasil terbaik bagi Jatim. "Semangat tarung yang lebih kuat. Anda tidak sendiri di sini (Pekanbaru). Saya dan Panglima Kodam V/Brawijaya (Majen TNI Murdjito) akan dampingi terus," sambung Pakde.
Selain mengunjungi rumah singgah Azzahra yang dihuni lima cabor, yakni renang, loncat indah, wushu, anggar, dan menembak, Pakde Karwo-panggilan Soekarwo juga datang ke penginapan atlet panahan. "Saya minta panahan bisa menambah target emas untuk mengantikan empat emas Jatim yang lepas," pinta Soekarwo.
Wajar jika Soekarwo memacu para atlet Jatim untuk mengejar emas sebanyak-banyaknya. Sebab, beberapa cabor yang menjadi andalan mulai ketetera. Di cabor renang misalnya, Jatim sama sekali belum mendapatkan medali emas. Padahal sudah 13 emas diperebutkan. Selain itu dayung juga baru mendapatkan satu emas dari tujuh emas.
Hingga hari ketiga PON Riau, Jatim masih tertinggal dari Jabar dalam perolehan medali. Jatim baru menempati posisi kedua dengan 10 emas, 8 perak dan 9 perunggu. Sedangkan Jabar pada peringkat teratas dengan 14 emas, 8 perak dan 8 perunggu.
(aww)