Debut emas Sri Wahyuni untuk Jabar
Rabu, 12 September 2012 - 21:38 WIB
Debut emas Sri Wahyuni untuk Jabar
A
A
A
Sindonews.com - Tampil perdana pada ajang multievent Pekan Olahraga Nasional (PON), atlet angkat besi Jawa Barat Sri Wahyuni, menyumbangkan emas untuk kontingen Jabar. Wahyuni meraih emas di kelas 48 kilogram dalam lomba di Aula Hotel Ratu Mayang Garden, Pekanbaru, Riau, Rabu (12/9).
Sri Wahyuni merasa bangga dan bahagia karena pada PON perdananya atlet kelahiran 13 Agustus 1994 itu bisa memberikan yang terbaik buat warga Jabar. Sri mengaku, keberhasilannya tersebut tidak lepas dari dukungan dan doa kedua orang tuanya.
"Alhamdulillah, berkat doa dari kedua orang tua saya dan dukungan penuh dari mereka. Sehingga saya bisa membuktikan bahwa saya bisa memberikan yang terbaik dan tidak mau mengecewakan kedua orang tua saya,"ungkapnya sambil menahan rasa haru saat ditanya wartawan.
Sebelum bertanding Sri tidak lupa meminta doa restu kepada kedua orang tuanya. karena menurutnya, tanpa doa orang tua dirinya tidak akan bisa sampai seperti sekarang. Begitu juga sesaat setelah mendapatkan medali emas, putri dari pasangan Candiana dan Rosita ini tidak lupa berbagi kebahagiaan dengan menelpon kedua orang tuanya. "Alhamdulillah kedua orang tua saya bangga, dan saya terharu setelah mendengar teriakan gembira dari saudara-saudara saya yang sedang menanti hasil pertandingan saya,"ungkapnya.
Saat ditanya untuk apa hadiah dan bonus rumah yang diberikan KONI Jabar maupun Pemprov Jabar, dirinya belum punya rencana untuk itu. Namun kata Sri, baik bonus dan hadiah nanti, akan ditabung untuk masa depannya nanti. "Saya belum tahu nanti bonusnya mau dikemanakan, tapi yang pasti akan ditabung dulu,"singkatnya.
Namun katanya, medali emas tersebut akan ia dedikasikan untuk kedua orang tuanya. Sebelumnya di tahun 2010 Sri sempat menyabet tiga medali emas di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Depsos, dan tiga medali perak di kejuaraan di Uzbekistan.
Anak pertama dari empat berssaudara ini mul;ai menggeluti dunia angkat besi semenjak usianya 14 tahun dan sempat berhenti. namun dengan dukungan yang diberikan kedua orang tuanya, Sri melanjutkan untuk serius menggeluti cabor yang mayoritas disukai kaum laki-laki tersebut.
Perjuangan Sri belum berakhir, karena atlet muda tersebut bercita-cita untuk bisa kembali berprestasi diajang SEA Games. "Setelah ini saya ingin masuk Pelatnas dan ikut SEA Games, apalagi tahun 2016 nanti Jabar akan menjadi tuan rumah event empat tahunan ini,"katanya.
Sementara itu Pelatih angkat besi Jabar Muhammad Minan mengatakan Wahyuni memang ditargetkan untuk mendapatkan emas karena Wahyuni memang memiliki spesialisasi di nomor 48 kilogram.
"Ini penampilan pertamanya pada ajang PON. Setelah PON XVIII di Riau, dia akan langsung dipersiapkan untuk SEA Games. Kalau ada kesempatan, dia akan diupayakan untuk naik kelas," kata Minan.
Sri berhasil menyabet emas setelah berhasil mengumpulkan total angkatan tertinggi 170 kilogram. Pada angkatan jenis snatch, Sri berhasil mengangkat beban 70 kilogram yang dilakukan pada angkatan kedua. Sedangkan pada angkatan pertama 70 kilogram dan angkatan ketiga 73 kilogram gagal dilakukannya.
Sementara pada jenis angkatan clerk and jerk, atlet perempuan berpostur 47,18 kilogram itu berhasil mengangkat besi 99 kilogram. Dengan demikian Sri berhasil menjadi pamuncak pada kelas ini dengan total angkatan 169 kilogram.
Sri Wahyuni merasa bangga dan bahagia karena pada PON perdananya atlet kelahiran 13 Agustus 1994 itu bisa memberikan yang terbaik buat warga Jabar. Sri mengaku, keberhasilannya tersebut tidak lepas dari dukungan dan doa kedua orang tuanya.
"Alhamdulillah, berkat doa dari kedua orang tua saya dan dukungan penuh dari mereka. Sehingga saya bisa membuktikan bahwa saya bisa memberikan yang terbaik dan tidak mau mengecewakan kedua orang tua saya,"ungkapnya sambil menahan rasa haru saat ditanya wartawan.
Sebelum bertanding Sri tidak lupa meminta doa restu kepada kedua orang tuanya. karena menurutnya, tanpa doa orang tua dirinya tidak akan bisa sampai seperti sekarang. Begitu juga sesaat setelah mendapatkan medali emas, putri dari pasangan Candiana dan Rosita ini tidak lupa berbagi kebahagiaan dengan menelpon kedua orang tuanya. "Alhamdulillah kedua orang tua saya bangga, dan saya terharu setelah mendengar teriakan gembira dari saudara-saudara saya yang sedang menanti hasil pertandingan saya,"ungkapnya.
Saat ditanya untuk apa hadiah dan bonus rumah yang diberikan KONI Jabar maupun Pemprov Jabar, dirinya belum punya rencana untuk itu. Namun kata Sri, baik bonus dan hadiah nanti, akan ditabung untuk masa depannya nanti. "Saya belum tahu nanti bonusnya mau dikemanakan, tapi yang pasti akan ditabung dulu,"singkatnya.
Namun katanya, medali emas tersebut akan ia dedikasikan untuk kedua orang tuanya. Sebelumnya di tahun 2010 Sri sempat menyabet tiga medali emas di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Depsos, dan tiga medali perak di kejuaraan di Uzbekistan.
Anak pertama dari empat berssaudara ini mul;ai menggeluti dunia angkat besi semenjak usianya 14 tahun dan sempat berhenti. namun dengan dukungan yang diberikan kedua orang tuanya, Sri melanjutkan untuk serius menggeluti cabor yang mayoritas disukai kaum laki-laki tersebut.
Perjuangan Sri belum berakhir, karena atlet muda tersebut bercita-cita untuk bisa kembali berprestasi diajang SEA Games. "Setelah ini saya ingin masuk Pelatnas dan ikut SEA Games, apalagi tahun 2016 nanti Jabar akan menjadi tuan rumah event empat tahunan ini,"katanya.
Sementara itu Pelatih angkat besi Jabar Muhammad Minan mengatakan Wahyuni memang ditargetkan untuk mendapatkan emas karena Wahyuni memang memiliki spesialisasi di nomor 48 kilogram.
"Ini penampilan pertamanya pada ajang PON. Setelah PON XVIII di Riau, dia akan langsung dipersiapkan untuk SEA Games. Kalau ada kesempatan, dia akan diupayakan untuk naik kelas," kata Minan.
Sri berhasil menyabet emas setelah berhasil mengumpulkan total angkatan tertinggi 170 kilogram. Pada angkatan jenis snatch, Sri berhasil mengangkat beban 70 kilogram yang dilakukan pada angkatan kedua. Sedangkan pada angkatan pertama 70 kilogram dan angkatan ketiga 73 kilogram gagal dilakukannya.
Sementara pada jenis angkatan clerk and jerk, atlet perempuan berpostur 47,18 kilogram itu berhasil mengangkat besi 99 kilogram. Dengan demikian Sri berhasil menjadi pamuncak pada kelas ini dengan total angkatan 169 kilogram.
(aww)