Kontingen Kaltim boikot cabor golf
Rabu, 12 September 2012 - 22:02 WIB
Kontingen Kaltim boikot cabor golf
A
A
A
Sindonews.com - Sikap protes kembali dilakukan kontingen PON XVIII/2012. Kali ini, giliran kontingen golf Kalimantan Timur (Kaltim) yang melakukan boikot pada hari pertama pertandingan golf di Lapangan Golf Country Labersa, Pekanbaru, Riau, Rabu (12/9).
Keputusan itu diambil kontingen golf Kaltim lantaran salah satu pegolf andalan mereka, Sudirman, dianulir oleh panitia pertandingan (panpel). Sudirman dianggap tak layak tampil di multieven empat tahunan itu karena menyalahi kode etik golf amatir setelah menerima hadiah uang tunai ketika memenangi turnamen Piala Walikota di Samarinda, Februari 2012.
Namun, kebijakan panpel yang dilandasi PB PGI itu berbuntut panjang karena kontingen Kaltim tak terima dengan keputusan tersebut. Mereka lantas menarik keluar seluruh pegolf asal Kaltim untuk tidak berlaga pada hari pertama, seperti Joyo Paturusi, Sainudin Bob, dan Suprapto.
Pelatih Golf Kaltim Abdul Kadir mengaku tak menerima keputusan itu, yakni tak memperbolehkan Sudirman tampil di PON tahun ini. Apalagi jika alasannya karena menerima hadiah uang tunai. Padahal, pemberian itu hanya merupakan bentuk apresiasi wali kota Samarinda kepada tim. "Kebetulan Sudirman yang menang saat itu," keluhnya, kemarin.
Karena itu, pihaknya sepakat tak mengikuti pertandingan hari pertama sebelum masalah itu diselesaikan secara hukum dengan menghadirkan sejumlah saksi. Dia pun berharap ada solusi terbaik dari panpel maupun PB PGI agar timnya tak dirugikan saat mengikuti multievent tersebut.
Sementara Technical Delegate dari PB PGI Ray Hindarto mengatakan, keputusan itu diambil setelah menjalani penyidikan sebelumnya, terutama mendapat bukti bahwa Sudirman mengaku telah menerima uang tunai saat menjuarai Piala Walikota. Prilaku Sudirman jelas menyalahi etika sebagai pegolf amatir. Karena itu, pihaknya mencabut status amatir dia dan tak bisa mengikuti PON tahun ini.
Ray sebenarnya sangat menyayangkan keputusan itu, tapi pihaknya tak punya pilihan selain tetap tegas memberlakukannya. Itu sangat penting demi menjunjung kedisiplinan para pegolf amatir, yakni tak menerima hadiah berupa uang ketika menjuarai turnamen golf. Padahal, Ray menilai ada jalan terbaik bagi Sudirman sebelum menerima sanksi itu.
Menurut Ray, berdasarkan peraturan dari induk organisasi golf dunia per 1 Januari 2012, pegolf amatir sebenarnya diizinkan menerima bonus itu. Tapi, hadiah uang itu harus ditujukan kepada pengurus provinsi atau klub golf yang bersangkutan, jadi bukan pegolf amatir yang langsung menerimanya.
Karena itu, Ray bersedia menerima tantangan kontingen golf Kaltim, yakni menghadirkan saksi. Yang jelas, pihaknya tak memperbolehkan Sudirman bermain golf selama setahun terhitung 23 Agustus 2012. Itu pun jika Sudirman tak melakukan pelanggaran lagi selama masa hukuman tersebut.
Tournament Director Golf PON XVIII/2012 Eddy Putra membenarkan bahwa kontingen Kaltim memutuskan boikot. Dia berpikir keputusan itu diambil karena ada satu pegolf mereka dianulir panitia. Tapi, pihaknya tetap menggelar laga hari pertama meski tanpa kontingen Kaltim.
Pegolf Kalimantan Tengah (Kalteng) Syahrani Andreas bersama Ian Andrew berada di ties pertama klasemen sementara nomor individu putra setelah melakukan 69 pukulan (3-under). Syahrani mencatatkan lima birdie meski tersandung dua boogey di lubang 10 dan 18. Sementara Ian melakukan empat birdie dan satu boogey (lubang 12).
Keputusan itu diambil kontingen golf Kaltim lantaran salah satu pegolf andalan mereka, Sudirman, dianulir oleh panitia pertandingan (panpel). Sudirman dianggap tak layak tampil di multieven empat tahunan itu karena menyalahi kode etik golf amatir setelah menerima hadiah uang tunai ketika memenangi turnamen Piala Walikota di Samarinda, Februari 2012.
Namun, kebijakan panpel yang dilandasi PB PGI itu berbuntut panjang karena kontingen Kaltim tak terima dengan keputusan tersebut. Mereka lantas menarik keluar seluruh pegolf asal Kaltim untuk tidak berlaga pada hari pertama, seperti Joyo Paturusi, Sainudin Bob, dan Suprapto.
Pelatih Golf Kaltim Abdul Kadir mengaku tak menerima keputusan itu, yakni tak memperbolehkan Sudirman tampil di PON tahun ini. Apalagi jika alasannya karena menerima hadiah uang tunai. Padahal, pemberian itu hanya merupakan bentuk apresiasi wali kota Samarinda kepada tim. "Kebetulan Sudirman yang menang saat itu," keluhnya, kemarin.
Karena itu, pihaknya sepakat tak mengikuti pertandingan hari pertama sebelum masalah itu diselesaikan secara hukum dengan menghadirkan sejumlah saksi. Dia pun berharap ada solusi terbaik dari panpel maupun PB PGI agar timnya tak dirugikan saat mengikuti multievent tersebut.
Sementara Technical Delegate dari PB PGI Ray Hindarto mengatakan, keputusan itu diambil setelah menjalani penyidikan sebelumnya, terutama mendapat bukti bahwa Sudirman mengaku telah menerima uang tunai saat menjuarai Piala Walikota. Prilaku Sudirman jelas menyalahi etika sebagai pegolf amatir. Karena itu, pihaknya mencabut status amatir dia dan tak bisa mengikuti PON tahun ini.
Ray sebenarnya sangat menyayangkan keputusan itu, tapi pihaknya tak punya pilihan selain tetap tegas memberlakukannya. Itu sangat penting demi menjunjung kedisiplinan para pegolf amatir, yakni tak menerima hadiah berupa uang ketika menjuarai turnamen golf. Padahal, Ray menilai ada jalan terbaik bagi Sudirman sebelum menerima sanksi itu.
Menurut Ray, berdasarkan peraturan dari induk organisasi golf dunia per 1 Januari 2012, pegolf amatir sebenarnya diizinkan menerima bonus itu. Tapi, hadiah uang itu harus ditujukan kepada pengurus provinsi atau klub golf yang bersangkutan, jadi bukan pegolf amatir yang langsung menerimanya.
Karena itu, Ray bersedia menerima tantangan kontingen golf Kaltim, yakni menghadirkan saksi. Yang jelas, pihaknya tak memperbolehkan Sudirman bermain golf selama setahun terhitung 23 Agustus 2012. Itu pun jika Sudirman tak melakukan pelanggaran lagi selama masa hukuman tersebut.
Tournament Director Golf PON XVIII/2012 Eddy Putra membenarkan bahwa kontingen Kaltim memutuskan boikot. Dia berpikir keputusan itu diambil karena ada satu pegolf mereka dianulir panitia. Tapi, pihaknya tetap menggelar laga hari pertama meski tanpa kontingen Kaltim.
Pegolf Kalimantan Tengah (Kalteng) Syahrani Andreas bersama Ian Andrew berada di ties pertama klasemen sementara nomor individu putra setelah melakukan 69 pukulan (3-under). Syahrani mencatatkan lima birdie meski tersandung dua boogey di lubang 10 dan 18. Sementara Ian melakukan empat birdie dan satu boogey (lubang 12).
(aww)