Hebat, atlet Jatim runtuhkan dominasi Susyana
Rabu, 12 September 2012 - 22:41 WIB
Hebat, atlet Jatim runtuhkan dominasi Susyana
A
A
A
Sindonews.com - Kejutan terjadi di cabang olahraga wushu yang digelar di Sport Center, Rumbai, Rabu (12/9). Juara bertahan tiga kali PON secara beruntun di kelas changquan putri, Susyana Chan dari DKI Jakarta harus puas dengan medali perak.
Penumbang juara bertahan itu adalah atlet wushu Jawa Timur Natalie Chriselda. Di kelas bergengsi ini, Natalie berhasil mendulang emas setelah mengumpulkan poin tertinggi, 9,58. Sedangkan Susyana mengumpulkan point 9,56.
Medali perunggu diperoleh atlet asal DIY Yogyakarta Cindy Susanto dengan poin 9,55. "Saya tidak menyangka bisa mengalahkan senior saya, ini sesuatu yang sangat berarti setelah sekian lama berlatih," ujar Natalie, usai perlombaan.
Sedangkan Asisten Manager Wushu Jatim, Pujianto keberhasilan Natalie tak lepas dari buah kerja keras dalam latihan latihan yang selama ini dilakukan. "Ini adalah nomor bergengsi di wushu putri. Yang melegakan lagi, lawan Natalie ini adalah juara PON ketiga kalinya berturut-turut," terang Pujianto.
Hebatnya lagi, Natalie merupakan praih medali pertama di cabor wushu sekaligus bagi Jatim, "Mudah-mudahan ini bisa membuat mental dan kepercayaan diri atlet lain lebih baik. Sebeb ini adalah medali emas pertama di wushu, " ucapnya.
Ditambahkan Pujianto, tim wushu Jatim optimis, anak asuhnya masih bisa memberikan sumbangan emas lebih banyak bagi kontingen Jatim. Sebab, Kamis (139) hari ini, masih ada nomor yang dipertandingkan yang berpotensi menyumbangkan emas. Yakni kelas senjata pendek. Sedangkan Natalie masih akan turun di nomor pedang. "Ini memang target kita," tuturnya.
Terpisah Pelatih Wushu Jatim, Yuliana Kurniawan, mengaku senjata rahasia yang menjadi andalan Natalie sehingga bisa meraih emas adalah jurus salto split. "Ini jurus simpanan yang memang kita siapkan untuk menambah point. Ternyata memang ini yang akhirnya membuat Natalie juara. Tidak banyak yang bisa melakukan ini," tutur Yuliana.
Penumbang juara bertahan itu adalah atlet wushu Jawa Timur Natalie Chriselda. Di kelas bergengsi ini, Natalie berhasil mendulang emas setelah mengumpulkan poin tertinggi, 9,58. Sedangkan Susyana mengumpulkan point 9,56.
Medali perunggu diperoleh atlet asal DIY Yogyakarta Cindy Susanto dengan poin 9,55. "Saya tidak menyangka bisa mengalahkan senior saya, ini sesuatu yang sangat berarti setelah sekian lama berlatih," ujar Natalie, usai perlombaan.
Sedangkan Asisten Manager Wushu Jatim, Pujianto keberhasilan Natalie tak lepas dari buah kerja keras dalam latihan latihan yang selama ini dilakukan. "Ini adalah nomor bergengsi di wushu putri. Yang melegakan lagi, lawan Natalie ini adalah juara PON ketiga kalinya berturut-turut," terang Pujianto.
Hebatnya lagi, Natalie merupakan praih medali pertama di cabor wushu sekaligus bagi Jatim, "Mudah-mudahan ini bisa membuat mental dan kepercayaan diri atlet lain lebih baik. Sebeb ini adalah medali emas pertama di wushu, " ucapnya.
Ditambahkan Pujianto, tim wushu Jatim optimis, anak asuhnya masih bisa memberikan sumbangan emas lebih banyak bagi kontingen Jatim. Sebab, Kamis (139) hari ini, masih ada nomor yang dipertandingkan yang berpotensi menyumbangkan emas. Yakni kelas senjata pendek. Sedangkan Natalie masih akan turun di nomor pedang. "Ini memang target kita," tuturnya.
Terpisah Pelatih Wushu Jatim, Yuliana Kurniawan, mengaku senjata rahasia yang menjadi andalan Natalie sehingga bisa meraih emas adalah jurus salto split. "Ini jurus simpanan yang memang kita siapkan untuk menambah point. Ternyata memang ini yang akhirnya membuat Natalie juara. Tidak banyak yang bisa melakukan ini," tutur Yuliana.
(aww)