Dedeh memang luar biasa
Kamis, 13 September 2012 - 05:28 WIB
Dedeh memang luar biasa
A
A
A
Sindonews.com - Atlet nasional asal DKI Jakarta Dedeh Herawati memecahkan rekor Pekan Olahraga Nasional (PON) atas namanya sendiri pada nomor lari 100 meter gawang PON XVIII/2012 di Stadion Rumbai, Pekanbaru, kemarin.
Penampilan Dedeh memang luar biasa.Dia yang sempat masuk pelatnas pra-Olimpiade 2012 mampu masuk garis finis dengan catatan waktu 13,63 detik.Hasil itu merupakan rekor baru PON atas namanya sendiri,yakni 13,74 detik,yang diraihnya pada PON XVII/2008 Kalimantan Timur. Pada lomba tersebut,Dedeh tampil dengan gemilang mengalahkan pelari Nusa Tenggara Barat Maryati yang harus puas dengan medali perak dengan catatan waktu 14,04 detik.Sedangkan medali perunggunya direbut pelari Jawa barat Enung Neni Meliani yang meraih waktu 14,52 detik.
Menurut Dedeh,kesuksesan ini merupakan medali emas keempat kalinya di ajang multievent nasional tersebut. Sebelum itu,atlet nasional ini memang menunjukkan kejayaannya pada PON XV/2000 Jawa Timur,PON XVI/2004 Sumatera Selatan,dan PON XVII/2008 Kalimantan Timur.Dan,dia menyempurnakannya di Pekanbaru,Riau. “Sejak awal,target saya di nomor ini memang meraih medali emas.Dan,saya masih akan turun lagi pada nomor estafet di PON ini,”ujar Dedeh.
Menurut Dedeh,rekor PON 2008 tersebut sebetulnya sudah pernah dipecahkannya bulan lalu,yakni 13,18 detik.Namun, resminya memang pada PON kali ini.Hanya, memang waktunya tidak sebagus bulan lalu. Pada pertandingan nomor lain,atlet lontar martil putri asal DKI Jakarta Rose Herlina juga berhasil memecahkan rekor PON atas namanya sendiri.
Dia mencapai lemparan sejauh 50,96 meter pada pertandingan tersebut atau lebih jauh 0,28 meter dari rekor sebelumnya yang mencapai 49,68 meter yang dicetak pada PON XVII/2008 Kalimantan Timur. Sementara medali perak nomor ini direbut rekannya,Yurita Ariani,dengan lemparan 48,29 meter.Sedangkan medali perunggu direbut Nia Meiliani Usnia dari Jawa Barat dengan lemparan 46,25 meter.
Yang menarik,jika Dedeh sukses dengan emas dan rekor barunya,atlet nasional lainnya,Suryo Agung Wibowo,justru terpuruk. Bahkan,atlet asal Jawa Tengah ini gagal masuk final nomor lari 100 meter.Pada babak penyisihan di Stadion Rumbai,Pekanbaru, kemarin sore,Suryo yang turun pada seri kedua hanya menempati peringkat kesembilan dengan catatan waktu 10,87 detik.
Babak penyisihan lari 100 meter dibagi dua seri dan masing-masing seri diikuti delapan pelari.Dari kedua seri tersebut hanya diambil delapan pelari yang turun pada nomor final yang dimainkan pada Rabu malam. Kedelapan pelari yang masuk final adalah Iswandi (NTB),Fadlin (NTB),Farel Oktaviandi (Jabar),Franklin Ramses Burumi (Papua), Lorenzo Andreas (Kaltim),Yoseph Robi (Sumbar),dan Fernando Lumain (Sumut).
Suryo yang merupakan peraih dua medali emas SEA Games 2009 Laos tersebut dengan kondisi kaki kanan (bagian atas) dibalut karena masih menjalani proses penyembuhan akibat cedera otot pantatnya yang diderita saat menjalani pelatnas pra-Olimpiade di Surabaya beberapa waktu lalu. “Saya tidak bisa tampil maksimal karena kakinya sulit diangkat,”kata Suryo.
Penampilan Dedeh memang luar biasa.Dia yang sempat masuk pelatnas pra-Olimpiade 2012 mampu masuk garis finis dengan catatan waktu 13,63 detik.Hasil itu merupakan rekor baru PON atas namanya sendiri,yakni 13,74 detik,yang diraihnya pada PON XVII/2008 Kalimantan Timur. Pada lomba tersebut,Dedeh tampil dengan gemilang mengalahkan pelari Nusa Tenggara Barat Maryati yang harus puas dengan medali perak dengan catatan waktu 14,04 detik.Sedangkan medali perunggunya direbut pelari Jawa barat Enung Neni Meliani yang meraih waktu 14,52 detik.
Menurut Dedeh,kesuksesan ini merupakan medali emas keempat kalinya di ajang multievent nasional tersebut. Sebelum itu,atlet nasional ini memang menunjukkan kejayaannya pada PON XV/2000 Jawa Timur,PON XVI/2004 Sumatera Selatan,dan PON XVII/2008 Kalimantan Timur.Dan,dia menyempurnakannya di Pekanbaru,Riau. “Sejak awal,target saya di nomor ini memang meraih medali emas.Dan,saya masih akan turun lagi pada nomor estafet di PON ini,”ujar Dedeh.
Menurut Dedeh,rekor PON 2008 tersebut sebetulnya sudah pernah dipecahkannya bulan lalu,yakni 13,18 detik.Namun, resminya memang pada PON kali ini.Hanya, memang waktunya tidak sebagus bulan lalu. Pada pertandingan nomor lain,atlet lontar martil putri asal DKI Jakarta Rose Herlina juga berhasil memecahkan rekor PON atas namanya sendiri.
Dia mencapai lemparan sejauh 50,96 meter pada pertandingan tersebut atau lebih jauh 0,28 meter dari rekor sebelumnya yang mencapai 49,68 meter yang dicetak pada PON XVII/2008 Kalimantan Timur. Sementara medali perak nomor ini direbut rekannya,Yurita Ariani,dengan lemparan 48,29 meter.Sedangkan medali perunggu direbut Nia Meiliani Usnia dari Jawa Barat dengan lemparan 46,25 meter.
Yang menarik,jika Dedeh sukses dengan emas dan rekor barunya,atlet nasional lainnya,Suryo Agung Wibowo,justru terpuruk. Bahkan,atlet asal Jawa Tengah ini gagal masuk final nomor lari 100 meter.Pada babak penyisihan di Stadion Rumbai,Pekanbaru, kemarin sore,Suryo yang turun pada seri kedua hanya menempati peringkat kesembilan dengan catatan waktu 10,87 detik.
Babak penyisihan lari 100 meter dibagi dua seri dan masing-masing seri diikuti delapan pelari.Dari kedua seri tersebut hanya diambil delapan pelari yang turun pada nomor final yang dimainkan pada Rabu malam. Kedelapan pelari yang masuk final adalah Iswandi (NTB),Fadlin (NTB),Farel Oktaviandi (Jabar),Franklin Ramses Burumi (Papua), Lorenzo Andreas (Kaltim),Yoseph Robi (Sumbar),dan Fernando Lumain (Sumut).
Suryo yang merupakan peraih dua medali emas SEA Games 2009 Laos tersebut dengan kondisi kaki kanan (bagian atas) dibalut karena masih menjalani proses penyembuhan akibat cedera otot pantatnya yang diderita saat menjalani pelatnas pra-Olimpiade di Surabaya beberapa waktu lalu. “Saya tidak bisa tampil maksimal karena kakinya sulit diangkat,”kata Suryo.
(wbs)