Tumpukan sampah hiasi PON Riau
Kamis, 13 September 2012 - 09:49 WIB
Tumpukan sampah hiasi PON Riau
A
A
A
Sindonews.com - Keberadaan multievent besar seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) di Pekanbaru sebenarnya merupakan kesempatan untuk meningkatkan pendapatan dari segi konsumsi.
Namun,di sisi lain, kesempatan itu pula yang membuat jumlah sampah semakin meningkat drastis selama perhelatan multievent empat tahunan itu. Betapa tidak,jumlah kantong-kantong sampah kian menumpuk tiap harinya.GOR Tribuana,misalnya.Tempat yang disiapkan menggelar pertandingan cabang karate selama PON itu terlihat banyak sampah berceceran di sekitar lokasi.
Bahkan, sampah semakin menggunung setelah pertandingan selesai per harinya. Petugas kebersihan GOR Tribuana Ari mengatakan,dirinya selalu bergerak membersihkan seluruh lokasi yang ada sampahnya setiap pertandingan selesai. Sebab,setelah penonton yang hadir pulang, sampah akan berserakan di dalam ataupun di luar tempat pertandingan tersebut. Dia juga mengatakan bahwa sampah itu ada bermacam bentuk,mulai dari botol, bungkusan makanan,hingga puntung rokok.
Yang jelas,sampah-sampah itu selalu mengotori stadion itu di akhir pertandingan. “Iya,semenjak ada event besar seperti ini. Sampah semakin banyak,”kata Ari.“Saya membuang sampah-sampah ini di belakang GOR.Sampah ini nantinya akan dibawa lagi di tempat pembuangan sampah,”lanjut wanita berusia 34 tahun itu. Setelah itu,dia juga menjelaskan ada beberapa tempat pembuangan akhir di beberapa lokasi sekitar Pekanbaru.
Tapi,dia menjelaskan tempat pembuangan akhir (TPA) Hantua Ujung Dikulim yang merupakan lokasi pembuangan sampah terdekat dari GOR tersebut.Dia tentu masalah ini segera berakhir,karena GOR Tribuana hanya memiliki sekitar 20 petugas kebersihan.“Iya, saya di sini sebagai pembersih dengan 20 orang lainnya.Tapi,saya bertugas membersihkan di dalam GOR saja,kalo di luar sudah ada bagiannya,”ujar Ari yang tinggal di daerah Gobah, Pekanbaru.
Dengan melihat kondisi tersebut,puluhan bahkan ratusan kg sampah baru akan terus menumpuk selama perhelatan PON tahun ini.Kondisi itu jelas menjadi tantangan bagi dinas kebersihan Provinsi Riau untuk bisa memberikan kenyamanan bagi para atlet maupun pengunjung yang hadir di setiap venue,termasuk GOR Tribuana. Sampah juga berserakan saat pembukaan PON Riau di Stadion Utama Riau,Selasa (11/9).
Selesai pembukaan yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu, terlihat ribuan kg sampah mengotori stadion berkapasitas 45 ribu penonton tersebut. Selain sampah,fasilitas penunjang lain juga masih banyak dikeluhkan.
Yang jelas,selama PON ini berlangsung, Riau dituntut bekerja sama dengan para panitia penyelenggra agar tetap menjaga kebersihan demi kenyamanan para atlet ataupun para pendukung yang hadir.Itu merupakan tujuan terpenting agar PON Riau bisa memberikan lingkungan bersih untuk masyarakat Indonesia.
Namun,di sisi lain, kesempatan itu pula yang membuat jumlah sampah semakin meningkat drastis selama perhelatan multievent empat tahunan itu. Betapa tidak,jumlah kantong-kantong sampah kian menumpuk tiap harinya.GOR Tribuana,misalnya.Tempat yang disiapkan menggelar pertandingan cabang karate selama PON itu terlihat banyak sampah berceceran di sekitar lokasi.
Bahkan, sampah semakin menggunung setelah pertandingan selesai per harinya. Petugas kebersihan GOR Tribuana Ari mengatakan,dirinya selalu bergerak membersihkan seluruh lokasi yang ada sampahnya setiap pertandingan selesai. Sebab,setelah penonton yang hadir pulang, sampah akan berserakan di dalam ataupun di luar tempat pertandingan tersebut. Dia juga mengatakan bahwa sampah itu ada bermacam bentuk,mulai dari botol, bungkusan makanan,hingga puntung rokok.
Yang jelas,sampah-sampah itu selalu mengotori stadion itu di akhir pertandingan. “Iya,semenjak ada event besar seperti ini. Sampah semakin banyak,”kata Ari.“Saya membuang sampah-sampah ini di belakang GOR.Sampah ini nantinya akan dibawa lagi di tempat pembuangan sampah,”lanjut wanita berusia 34 tahun itu. Setelah itu,dia juga menjelaskan ada beberapa tempat pembuangan akhir di beberapa lokasi sekitar Pekanbaru.
Tapi,dia menjelaskan tempat pembuangan akhir (TPA) Hantua Ujung Dikulim yang merupakan lokasi pembuangan sampah terdekat dari GOR tersebut.Dia tentu masalah ini segera berakhir,karena GOR Tribuana hanya memiliki sekitar 20 petugas kebersihan.“Iya, saya di sini sebagai pembersih dengan 20 orang lainnya.Tapi,saya bertugas membersihkan di dalam GOR saja,kalo di luar sudah ada bagiannya,”ujar Ari yang tinggal di daerah Gobah, Pekanbaru.
Dengan melihat kondisi tersebut,puluhan bahkan ratusan kg sampah baru akan terus menumpuk selama perhelatan PON tahun ini.Kondisi itu jelas menjadi tantangan bagi dinas kebersihan Provinsi Riau untuk bisa memberikan kenyamanan bagi para atlet maupun pengunjung yang hadir di setiap venue,termasuk GOR Tribuana. Sampah juga berserakan saat pembukaan PON Riau di Stadion Utama Riau,Selasa (11/9).
Selesai pembukaan yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu, terlihat ribuan kg sampah mengotori stadion berkapasitas 45 ribu penonton tersebut. Selain sampah,fasilitas penunjang lain juga masih banyak dikeluhkan.
Yang jelas,selama PON ini berlangsung, Riau dituntut bekerja sama dengan para panitia penyelenggra agar tetap menjaga kebersihan demi kenyamanan para atlet ataupun para pendukung yang hadir.Itu merupakan tujuan terpenting agar PON Riau bisa memberikan lingkungan bersih untuk masyarakat Indonesia.
(wbs)