Tim balap motor dijamu istri Gubernur Jabar
Kamis, 13 September 2012 - 20:55 WIB
Tim balap motor dijamu istri Gubernur Jabar
A
A
A
Sindonews.com - Keberhasilan tim cabor balap motor Jawa Barat meraih dua keping medali emas dari arena PON XVIII mendapat apresiasi positif. Rombongan tim cabor otomotif mulai dari atlet, ofisial, mekanik dan pengurus Pengprov IMI Jabar diterima dan dijamu makan siang oleh Neti Heryawan (istri Gubernur Ahmad Heryawan) di aula Gedung Pakuan, jalan Cicendo, Bandung,Kamis (13/9).
"Ini adalah sejarah bagi dunia otomotif Jabar. Sebab, untuk pertama kalinya Jabar meraih emas dari cabor balap motor. Lebih dari itu kita bisa melebihi target yang dibebankan KONI Jabar dan menjadi juara umum dengan merebut dua emas dari empat medali emas yang diperebutkan," terang Ketua Umum IMI Jabar Oke Djunjunan kepada wartawan.
"Hasil ini tidak diraih dengan instan, semuanya dilakukan karena proses dan kekompakkan tim baik dari para atlet, ofisial, mekanik maupun pengurus IMI," tambahnya.
Dua medali emas yang diraih Jabar masing-masing direbut dari nomor beregu kelas 110 cc dan 125 cc. Sementara satu medali perunggu diraih dari nomor perorangan. "Di PON 2004 dan PON 2008 kita hanya mendapatkan medali perunggu. Awalnya kita sebenarnya optimistis bisa merebut 3 emas. Tapi sayang di nomor perorangan kita hanya mendapatkan medali perunggu," tutur Oke.
Terlepas dari semua itu Oke mengharapkan keberhasilan cabor otomotif Jabar di PON 2012 bisa membuat Pemprov Jabar lebih menaruh perhatian terhadap perkembangan dunia olahraga otomotif di Tatar Pasundan. "Terutama bagi perkembangan di daerah untuk menghasilkan atlet-atlet otomotif asal Jabar," jelas Oke.
Oke berharap kelak setiap Kota dan Kabupaten di Jabar memiliki sirkuit otomotif yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga otomotif. "Dengan keberadaan sirkuit di daerah ini diharapkan juga selain berguna bagi perkembangan otomotif, juga bisa memecahkan masalah sosial seperti geng motor," terang Oke.
"Sebab dengan adanya sirkuit di daerah ini, hobi membalap yang biasanya dilakukan di jalanan umum atau balap liar. Bisa dialihkan ke sirkuit tersebut. Apalagi menurut saya minat di daerah terutama anak-anak muda sangatlah tinggi terhadap cabor ini," tandas Oke.
Wahyu Widodo yang mewakili para atlet cabor otomotif Jabar sampai meneteskan air mata saat memberikan kata sambutan. "Kami bersyukur bisa pulang kembali ke Jabar dengan membawa dua medali emas," ungkap Wahyu.
Sementara itu, Neti Heryawan mengapresiasi keberhasilan tim balap motor Jabar di PON 2012. Neti pun memuji kinerja kepengurusan IMI dibawah pimpinan Oke yang dinilainya memberikan dampak positif terhadap perkembangan otomotif Jabar. "Ini membuktikan jika dunia otomotif Jabar mampu berkembang dengan baik dibawah kepemimpinan Oke," tandas Neti.
"Ini adalah sejarah bagi dunia otomotif Jabar. Sebab, untuk pertama kalinya Jabar meraih emas dari cabor balap motor. Lebih dari itu kita bisa melebihi target yang dibebankan KONI Jabar dan menjadi juara umum dengan merebut dua emas dari empat medali emas yang diperebutkan," terang Ketua Umum IMI Jabar Oke Djunjunan kepada wartawan.
"Hasil ini tidak diraih dengan instan, semuanya dilakukan karena proses dan kekompakkan tim baik dari para atlet, ofisial, mekanik maupun pengurus IMI," tambahnya.
Dua medali emas yang diraih Jabar masing-masing direbut dari nomor beregu kelas 110 cc dan 125 cc. Sementara satu medali perunggu diraih dari nomor perorangan. "Di PON 2004 dan PON 2008 kita hanya mendapatkan medali perunggu. Awalnya kita sebenarnya optimistis bisa merebut 3 emas. Tapi sayang di nomor perorangan kita hanya mendapatkan medali perunggu," tutur Oke.
Terlepas dari semua itu Oke mengharapkan keberhasilan cabor otomotif Jabar di PON 2012 bisa membuat Pemprov Jabar lebih menaruh perhatian terhadap perkembangan dunia olahraga otomotif di Tatar Pasundan. "Terutama bagi perkembangan di daerah untuk menghasilkan atlet-atlet otomotif asal Jabar," jelas Oke.
Oke berharap kelak setiap Kota dan Kabupaten di Jabar memiliki sirkuit otomotif yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga otomotif. "Dengan keberadaan sirkuit di daerah ini diharapkan juga selain berguna bagi perkembangan otomotif, juga bisa memecahkan masalah sosial seperti geng motor," terang Oke.
"Sebab dengan adanya sirkuit di daerah ini, hobi membalap yang biasanya dilakukan di jalanan umum atau balap liar. Bisa dialihkan ke sirkuit tersebut. Apalagi menurut saya minat di daerah terutama anak-anak muda sangatlah tinggi terhadap cabor ini," tandas Oke.
Wahyu Widodo yang mewakili para atlet cabor otomotif Jabar sampai meneteskan air mata saat memberikan kata sambutan. "Kami bersyukur bisa pulang kembali ke Jabar dengan membawa dua medali emas," ungkap Wahyu.
Sementara itu, Neti Heryawan mengapresiasi keberhasilan tim balap motor Jabar di PON 2012. Neti pun memuji kinerja kepengurusan IMI dibawah pimpinan Oke yang dinilainya memberikan dampak positif terhadap perkembangan otomotif Jabar. "Ini membuktikan jika dunia otomotif Jabar mampu berkembang dengan baik dibawah kepemimpinan Oke," tandas Neti.
(aww)