Atlet wushu Kaltim torehkan emas pertama
Kamis, 13 September 2012 - 22:57 WIB
Atlet wushu Kaltim torehkan emas pertama
A
A
A
Sindonews.com - Atlet wushu Kalimantan Timur (Kaltim) Marten M Tangdilalo untuk kali pertama menorehkan namanya dalam catatan sejarah PON sebagai peraih medali emas. Kesuksesan itu sekaligus menuntaskan dahaga gelar Marten yang gagal menyumbang emas di PON 2008.
Marten unjuk kebolehan di nomor taijiquan alias tangan kosong. Berkat aksi gemilangnya, dia mengumpulkan 9,66 poin dan 9,62 poin saat berlaga di nomor taijijian (pedang). Dua peragaan yang dilakukan Marten membuatnya dinobatkan sebagai yang terbaik setelah menembus 19,28 poin.
Atlet wushu Riau Fredy Wijaya harus puas meraih medali perak setelah mengumpulkan 19,51 poin. Sementara medali perunggu diraih atlet Yogyakarta Julius Kurniawan dengan 19,11 poin. Pencapaian Marten sekaligus menandai bahwa cabang wushu telah merata. Wushu tak lagi didominasi DKI Jakarta serta Sumatera Utara (Sumut).
“Sangat bangga karena target tercapai. Saya kira ini langkah awal untuk mencatatkan prestasi lebih baik lagi. Semoga saja saya dipanggil menjalani Pelatnas untuk ajang internasional,” ungkap Marten, usai pemberian medali.
Atlet yang pernah meraih satu emas dan dan satu perunggu di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2010 ini berharap prestasinya semakin membaik ke depannya. ''Tentu saja saya ingin meraih emas di SEA Games, Asian Games, bahkan Olimpiade untuk Indonesia. Semoga hal ini dapat tercapai,” lanjut atlet kelahiran Kutai Kartanegara tersebut.
Sementara dari nomor Nanquan dan Nandao all round putri, atlet Yogyakarta Ivana Ardelia Irmanto berhasil meraih emas setelah mengumpulkan 19,16 poin dengan rincian nilai 9,53 untuk kategori toya dan 9,63 untuk kategori golok besar. Medali perak diraih Sumut lewat Juwita Niza Wasni dengan 18,73 poin dan perunggu direbut atlet Sumut lainnya, Dessy Indri Astuti, dengan 18,71 poin.
Satu nomor wushu lain yang memperebutkan medali adalah nomor taijiquan dan taijijian all round putri. Atlet Jawa Timur (Jatim) Cindy Martono meraih emas dengan poin 19,11. Perak direbut Lindswell asal Sumut (18,92 poin), serta perunggu digenggam Kamilia Lituhayu asal Yogyakarta dengan torhena 18,54 poin.
Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng yang hadir dalam pemberian medali cabang wushu menyatakan, perkembangan wushu di Indonesia semakin merata dengan munculnya bibit-bibit berbakat.
''Begini, wushu itu olahraga yang semakin dilihat di dunia internasional. Di SEA Games dipertandingkan, di Asian Games juga. Karena itu, kalau kita mau merebut emas pada tingkat Asian Games, kita harus mulai mengembangkan wushu. Apalagi, kita sudah dapat perak di Asian Games 2010,” ujarnya pada wartawan.
Marten unjuk kebolehan di nomor taijiquan alias tangan kosong. Berkat aksi gemilangnya, dia mengumpulkan 9,66 poin dan 9,62 poin saat berlaga di nomor taijijian (pedang). Dua peragaan yang dilakukan Marten membuatnya dinobatkan sebagai yang terbaik setelah menembus 19,28 poin.
Atlet wushu Riau Fredy Wijaya harus puas meraih medali perak setelah mengumpulkan 19,51 poin. Sementara medali perunggu diraih atlet Yogyakarta Julius Kurniawan dengan 19,11 poin. Pencapaian Marten sekaligus menandai bahwa cabang wushu telah merata. Wushu tak lagi didominasi DKI Jakarta serta Sumatera Utara (Sumut).
“Sangat bangga karena target tercapai. Saya kira ini langkah awal untuk mencatatkan prestasi lebih baik lagi. Semoga saja saya dipanggil menjalani Pelatnas untuk ajang internasional,” ungkap Marten, usai pemberian medali.
Atlet yang pernah meraih satu emas dan dan satu perunggu di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2010 ini berharap prestasinya semakin membaik ke depannya. ''Tentu saja saya ingin meraih emas di SEA Games, Asian Games, bahkan Olimpiade untuk Indonesia. Semoga hal ini dapat tercapai,” lanjut atlet kelahiran Kutai Kartanegara tersebut.
Sementara dari nomor Nanquan dan Nandao all round putri, atlet Yogyakarta Ivana Ardelia Irmanto berhasil meraih emas setelah mengumpulkan 19,16 poin dengan rincian nilai 9,53 untuk kategori toya dan 9,63 untuk kategori golok besar. Medali perak diraih Sumut lewat Juwita Niza Wasni dengan 18,73 poin dan perunggu direbut atlet Sumut lainnya, Dessy Indri Astuti, dengan 18,71 poin.
Satu nomor wushu lain yang memperebutkan medali adalah nomor taijiquan dan taijijian all round putri. Atlet Jawa Timur (Jatim) Cindy Martono meraih emas dengan poin 19,11. Perak direbut Lindswell asal Sumut (18,92 poin), serta perunggu digenggam Kamilia Lituhayu asal Yogyakarta dengan torhena 18,54 poin.
Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng yang hadir dalam pemberian medali cabang wushu menyatakan, perkembangan wushu di Indonesia semakin merata dengan munculnya bibit-bibit berbakat.
''Begini, wushu itu olahraga yang semakin dilihat di dunia internasional. Di SEA Games dipertandingkan, di Asian Games juga. Karena itu, kalau kita mau merebut emas pada tingkat Asian Games, kita harus mulai mengembangkan wushu. Apalagi, kita sudah dapat perak di Asian Games 2010,” ujarnya pada wartawan.
(aww)