Iming-iming bonus
Minggu, 16 September 2012 - 09:36 WIB
Iming-iming bonus
A
A
A
Sindonews.com – Bonus masih dipercaya menjadi salah satu cara meningkatkan performa. Tak heran bila sejumlah pemda mengiming-imingi bonus agar atlet yang membawa nama daerah tampil maksimal. Bonus yang dijanjikan pun beragam, mulai dalam bentuk rumah, latihan ke luar negeri, hingga uang tunai miliaran rupiah.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh menyiapkan bonus kepada para atlet provinsi itu yang berhasil meraih medali di PON XVIII/2012 Riau dengan total Rp1 miliar.Ketua Umum KONI Aceh Zainuddin Hamid di Pekanbaru,Sabtu (15/9),menyebutkan bonus itu diberikan untuk para atlet dan pelatih cabang olahraga peraih medali di PON XVIII.
“Itu merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah dan KONI kepada atlet yang telah berprestasi dengan baik dan ikut mengharumkan nama baik Aceh di event nasional ini,”kata Zainuddin kepada Antara,kemarin.
Dari total bonus yang disalurkan, terbesar adalah cabang olahraga tarung derajat,yakni sebesar Rp350 juta, termasuk untuk pelatih,Nyanyan Rahmat. Pada PON XVIII/2012,Aceh membawa 143 atlet dari 29 cabang olahraga yang diikuti ke Provinsi Riau. Nusa Tenggara Barat (NTB) pun tak mau kalah.
Gubernur NT B TGH M Zainul Majdi telah menyiapkan bonus Rp100 juta per orang bagi atlet yang meraih medali emas di PON Riau dan sebesar Rp60 juta untuk pelatih.Untuk medali perak dan perunggu sedikit lebih rendah nilainya.Zainul pun mengimbau semua perusahaan di daerahnya untuk menyiapkan bonus bagi atlet yang meraih medali di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 Riau.
NTB menargetkan 10 emas di PON XVIII. Sementara medali emas nomor estafet 4x200 meter putra yang diraih kuartet Jawa Barat (Jabar) Glen Victor,Idham,Rizky,dan Triadi menjadi medali dengan bonus “termahal”,yakni Rp125 juta per atlet. “Penghargaan,belum termasuk bonus rumah tipe 48,dan uang kadeudeuh yang akan mereka terima seusai PON 2012,”kata Ketua KONI Jabar H Azis Syarif di Posko Jabar di Hotel Furaya Pekanbaru.
Petembak junior Jabar Vegy Sepfriani Agripratama mendapat bonus rumah dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jabar setelah berhasil meraih medali emas pada nomor 10 meter air pistol women junior.“Sudah tahu sih kalau juara akan dapat bonus rumah,tapi belum ada rencana gimana nanti,”kata Vegy.
Karateka asal Jabar Yulianti mengatakan, meraih medali emas merupakan tujuan utamanya di ajang PON ini.Namun,tak bisa ditepis bahwa Yulianti bakal senang menerima hadiah bonus Rp125 juta setelah meraih medali emas pada nomor perseorangan putri. “Saya senang bisa dapat emas.PON sebelumnya,saya tidak bermain karena cuti hamil.Saya memang berharap bisa mendapatkannya,kendati saya belum mengetahui akan mendapatkan uang atau rumah.Tapi,jika dapat,saya akan tambah senang,”kataYulianti.
Bonus unik diberikan untuk karateka Riau Asmaul Husna.Ketua Umum Forki Riau Deni Kurnia mengatakan,Asmaul Husna akan mendapat bonus diberangkatkan ke Bangkok, Thailand, untuk mengikuti kejuaraan karate tingkat regional pada 24 September.Di usianya yang masih muda,karena belum genap 20 tahun,Deni mengatakan tidak baik bagi Asma untuk diimingi bonus berupa materi.
Kontingen Kalimantan Timur (Kaltim) pun tak mau kalah.Mereka menyiapkan bonus yang tidak kalah dengan Jabar.Meski hanya berupa uang, senilai Rp250 juta sudah disiapkan pemerintah setempat bagi atlet mereka yang mempersembahkan medali emas. Bonus yang disiapkan pemda, dibenarkan lifter Kaltim Triyatno saat mendapatkan medali emas kelas 69 kg.Dia puas dengan bonus tersebut.
Dia menilai pemerintah daerahnya sangat menghargai setiap atlet yang membela bendera Kaltim. “Saya dijanjikan akan mendapat bonus dari Kaltim.Selain itu,saya juga mendapatkan bonus Rp10 juta dari ayah angkat saya,”ujar Triyatno.
Tak hanya bonus tak langsung,bonus spontan pun marak terjadi di PON XVIII.Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo memberi uang tali asih Rp5 juta kepada atlet dari daerahnya yang sukses merebut medali emas,sebagai bentuk apresiasi saat mereka sukses menorehkan prestasi.
Bonus prestasi itu diserahkan Gubernur Syahrul Yasin Limpo setelah tim karate Sulsel berhasil merebut dua medali emas dari nomor kata beregu putra dan putri pertandingan karate PON di GOR Tribuana Pekanbaru. Usai menyerahkan medali kepada atlet pemenang,Syahrul beranjak dari tribun utama dan dan menyerahkan uang tali asih kepada Faizal peraih emas kata perorangan serta Hendro Agussalim yang merebut medali emas kumite perorangan kekas di bawah 84 kg.
Faizal bersama trionya Aswar dan Fidelis Lolobua yang sukses mengantarkan regu Sulsel merebut medali emas kata beregu juga menerima bonus untuk kedua kalinya.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh menyiapkan bonus kepada para atlet provinsi itu yang berhasil meraih medali di PON XVIII/2012 Riau dengan total Rp1 miliar.Ketua Umum KONI Aceh Zainuddin Hamid di Pekanbaru,Sabtu (15/9),menyebutkan bonus itu diberikan untuk para atlet dan pelatih cabang olahraga peraih medali di PON XVIII.
“Itu merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah dan KONI kepada atlet yang telah berprestasi dengan baik dan ikut mengharumkan nama baik Aceh di event nasional ini,”kata Zainuddin kepada Antara,kemarin.
Dari total bonus yang disalurkan, terbesar adalah cabang olahraga tarung derajat,yakni sebesar Rp350 juta, termasuk untuk pelatih,Nyanyan Rahmat. Pada PON XVIII/2012,Aceh membawa 143 atlet dari 29 cabang olahraga yang diikuti ke Provinsi Riau. Nusa Tenggara Barat (NTB) pun tak mau kalah.
Gubernur NT B TGH M Zainul Majdi telah menyiapkan bonus Rp100 juta per orang bagi atlet yang meraih medali emas di PON Riau dan sebesar Rp60 juta untuk pelatih.Untuk medali perak dan perunggu sedikit lebih rendah nilainya.Zainul pun mengimbau semua perusahaan di daerahnya untuk menyiapkan bonus bagi atlet yang meraih medali di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 Riau.
NTB menargetkan 10 emas di PON XVIII. Sementara medali emas nomor estafet 4x200 meter putra yang diraih kuartet Jawa Barat (Jabar) Glen Victor,Idham,Rizky,dan Triadi menjadi medali dengan bonus “termahal”,yakni Rp125 juta per atlet. “Penghargaan,belum termasuk bonus rumah tipe 48,dan uang kadeudeuh yang akan mereka terima seusai PON 2012,”kata Ketua KONI Jabar H Azis Syarif di Posko Jabar di Hotel Furaya Pekanbaru.
Petembak junior Jabar Vegy Sepfriani Agripratama mendapat bonus rumah dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jabar setelah berhasil meraih medali emas pada nomor 10 meter air pistol women junior.“Sudah tahu sih kalau juara akan dapat bonus rumah,tapi belum ada rencana gimana nanti,”kata Vegy.
Karateka asal Jabar Yulianti mengatakan, meraih medali emas merupakan tujuan utamanya di ajang PON ini.Namun,tak bisa ditepis bahwa Yulianti bakal senang menerima hadiah bonus Rp125 juta setelah meraih medali emas pada nomor perseorangan putri. “Saya senang bisa dapat emas.PON sebelumnya,saya tidak bermain karena cuti hamil.Saya memang berharap bisa mendapatkannya,kendati saya belum mengetahui akan mendapatkan uang atau rumah.Tapi,jika dapat,saya akan tambah senang,”kataYulianti.
Bonus unik diberikan untuk karateka Riau Asmaul Husna.Ketua Umum Forki Riau Deni Kurnia mengatakan,Asmaul Husna akan mendapat bonus diberangkatkan ke Bangkok, Thailand, untuk mengikuti kejuaraan karate tingkat regional pada 24 September.Di usianya yang masih muda,karena belum genap 20 tahun,Deni mengatakan tidak baik bagi Asma untuk diimingi bonus berupa materi.
Kontingen Kalimantan Timur (Kaltim) pun tak mau kalah.Mereka menyiapkan bonus yang tidak kalah dengan Jabar.Meski hanya berupa uang, senilai Rp250 juta sudah disiapkan pemerintah setempat bagi atlet mereka yang mempersembahkan medali emas. Bonus yang disiapkan pemda, dibenarkan lifter Kaltim Triyatno saat mendapatkan medali emas kelas 69 kg.Dia puas dengan bonus tersebut.
Dia menilai pemerintah daerahnya sangat menghargai setiap atlet yang membela bendera Kaltim. “Saya dijanjikan akan mendapat bonus dari Kaltim.Selain itu,saya juga mendapatkan bonus Rp10 juta dari ayah angkat saya,”ujar Triyatno.
Tak hanya bonus tak langsung,bonus spontan pun marak terjadi di PON XVIII.Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo memberi uang tali asih Rp5 juta kepada atlet dari daerahnya yang sukses merebut medali emas,sebagai bentuk apresiasi saat mereka sukses menorehkan prestasi.
Bonus prestasi itu diserahkan Gubernur Syahrul Yasin Limpo setelah tim karate Sulsel berhasil merebut dua medali emas dari nomor kata beregu putra dan putri pertandingan karate PON di GOR Tribuana Pekanbaru. Usai menyerahkan medali kepada atlet pemenang,Syahrul beranjak dari tribun utama dan dan menyerahkan uang tali asih kepada Faizal peraih emas kata perorangan serta Hendro Agussalim yang merebut medali emas kumite perorangan kekas di bawah 84 kg.
Faizal bersama trionya Aswar dan Fidelis Lolobua yang sukses mengantarkan regu Sulsel merebut medali emas kata beregu juga menerima bonus untuk kedua kalinya.
(wbs)