Uyun dominasi balap sepeda
Minggu, 16 September 2012 - 07:44 WIB
Uyun dominasi balap sepeda
A
A
A
Sindonews.com – Kontingen DKI Jakarta mulai tancap gas dalam perburuan medali di cabang olahraga (cabor) balap sepeda pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012.Tim ibu kota akhirnya meraih medali emas pertama di nomor individual road race putri di Siak,Riau, kemarin.
Uyun Muzizah menjadi sosok pertama yang mengakhiri paceklik emas di cabor balap sepeda.Peraih medali emas SEA Games 2011 itu menjadi yang tercepat di nomor tersebut setelah menyentuh garis finis pertama dengan catatan 2 jam 33 menit 37 detik. Bagi Uyun,kemenangan itu tak lepas dari kerja keras yang dilakukannya selama mengarungi lintasan sepanjang 94 km.
Ketegangan bahkan dia rasakan ketika memasuki 2 km jelang finis.Betapa tidak, dia harus menandingi ketangguhan dua rival tangguh,seperti sesama pembalap sepeda asal DKI Jakarta Santia Tri Kusuma dan Yanthi Fuchianty dari Jawa Barat. Dia bahkan dipaksa mengayuh pedalnya lebih kencang karena Yanthi sempat mengambil alih pimpinan lomba jelang finis.Tapi, berkat spesialisasi sprint yang dimilikinya, atlet berusia 32 tahun ini perlahan mampu menyusulnya.
Bahkan,kunci kemenangannya tak lepas dari keberhasilan Santia menyalip Yanthi jelang 300 meter lagi. Dia menilai itu peluangnya tancap pedal hingga memastikan kemenangan. Sementara Santia harus puas meraih medali perak,disusul Yanthi atas perunggu.
“Persaingan terjadi sangat ketat sejak menyentuh 2 km jelang finis.Saya sempat tertinggal dari mereka (Santia dan Yanthi). Saya membiarkan itu karena saya sempat memimpin perlombaan sebelumnya.Tapi, saat mendekati garis finis,saya pun mulai mengerahkan seluruh kemampuan,” sebutnya,kemarin.
Uyun memang memberikan kemampuan maksimalnya di nomor tersebut.Dia bahkan mengayuh sepedanya mencapai kecepatan 63,3 km/jam.Pencapaian luar biasa bagi atlet yang mulai dimakan usia.
Uyun Muzizah menjadi sosok pertama yang mengakhiri paceklik emas di cabor balap sepeda.Peraih medali emas SEA Games 2011 itu menjadi yang tercepat di nomor tersebut setelah menyentuh garis finis pertama dengan catatan 2 jam 33 menit 37 detik. Bagi Uyun,kemenangan itu tak lepas dari kerja keras yang dilakukannya selama mengarungi lintasan sepanjang 94 km.
Ketegangan bahkan dia rasakan ketika memasuki 2 km jelang finis.Betapa tidak, dia harus menandingi ketangguhan dua rival tangguh,seperti sesama pembalap sepeda asal DKI Jakarta Santia Tri Kusuma dan Yanthi Fuchianty dari Jawa Barat. Dia bahkan dipaksa mengayuh pedalnya lebih kencang karena Yanthi sempat mengambil alih pimpinan lomba jelang finis.Tapi, berkat spesialisasi sprint yang dimilikinya, atlet berusia 32 tahun ini perlahan mampu menyusulnya.
Bahkan,kunci kemenangannya tak lepas dari keberhasilan Santia menyalip Yanthi jelang 300 meter lagi. Dia menilai itu peluangnya tancap pedal hingga memastikan kemenangan. Sementara Santia harus puas meraih medali perak,disusul Yanthi atas perunggu.
“Persaingan terjadi sangat ketat sejak menyentuh 2 km jelang finis.Saya sempat tertinggal dari mereka (Santia dan Yanthi). Saya membiarkan itu karena saya sempat memimpin perlombaan sebelumnya.Tapi, saat mendekati garis finis,saya pun mulai mengerahkan seluruh kemampuan,” sebutnya,kemarin.
Uyun memang memberikan kemampuan maksimalnya di nomor tersebut.Dia bahkan mengayuh sepedanya mencapai kecepatan 63,3 km/jam.Pencapaian luar biasa bagi atlet yang mulai dimakan usia.
(wbs)