Jabar cetak Rekor Muri
Minggu, 16 September 2012 - 10:04 WIB
Jabar cetak Rekor Muri
A
A
A
Sindonews.com – Tim renang Jawa Barat (Jabar) menorehkan prestasi fenomenal di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012. Hingga penutupan lomba cabang olahraga (cabor) renang di Aquatic Center Rumbai, Jumat (14/9) malam, Jabar mengoleksi 22 emas, 10 perak, dan 4 perunggu.
Raihan tersebut disebut-sebut sebagai terbanyak sepanjang sejarah PON yang dicapai dari satu cabang olahraga.Sekretaris Pengda PRSI Jabar Verdia Yosef mengatakan,perolehan 22 medali emas merupakan prestasi fantastis dan sejarah baru.Awalnya, Jabar hanya menargetkan 12 medali emas atau memperbaiki perolehan delapan medali emas yang diraih pada PON XVII/2008.
Yosef mengatakan,perolehan medali Jabar dari kolam renang masih akan diteliti dan ditelusuri lagi dalam PON-PON sebelumnya.Jika tercatat sebagai terbanyak dari satu cabang,tak mustahil akan masuk dalam catatan rekor di Museum rekor Indonesia (Muri) sebagai tim yang paling produktif meraih medali emas dalam satu penyelenggaraan PON.“Seingat saya, ini perolehan medali emas terbanyak yang diraih satu cabang olahraga dalam satu penyelenggaraan PON,”kata Yosef kepada Antara.
Kepala Bidang Media Kontingen PON XVIII Jabar Dadan Hendaya menyatakan, seluruh pengurus KONI Jabar patut memberi apresiasi yang layak untuk seluruh stakeholder renang Jabar,terutama atlet dan pelatih.PRSI Jabar telah melakukan pembinaan dengan tepat. Apalagi,Jabar tak memiliki kolam renang kelas dunia seperti DKI Jakarta,Jatim, Sumsel,atau Riau.
Namun,dia tidak pernah berpikir memperoleh rekor Muri atas perolehan terbaik tim renang Jabar. “Jika ini bisa masuk rekor Muri,kami bersyukur telah menorehkan sejarah indah bagi dunia olahraga Jabar dan renang pada khususnya,”katanya.
Sementara dua kontingen elite di cabor renang,justru terjerembab.DKI Jakarta dan Jawa Timur (Jatim) gagal total di cabor favorit itu.Dari total 32 keping medali emas yang diperebutkan,Jatim gagal merebut satu medali emas pun.Jatim hanya mendapatkan delapan perak dan delapan perunggu hingga akhir lomba,Jumat (15/9) malam.
Padahal,renang menjadi salah satu lumbung emas Jatim dengan dipatok target minimal tujuh medali emas. Ironisnya,dibandingkan PON XVII/2008, prestasi renang Jatim terjun bebas.Di Kalimantan Timur lalu,Jatim perkasa menjadi juara umum dengan memboyong 16 emas dari target tujuh medali emas, “Seusai PON,kami akan meminta laporan dari manajer dan pelatih terkait kegagalan ini. Mengapa dari 32 nomor,tak satu pun tidak bisa diambil,”kata Ketua Harian KONI Jatim Dhimam Abror.
Dari klasemen akhir cabor renang,Jabar mendominasi.Total,mereka meraup 22 emas dari 32 nomor yang diperlombakan.Selain emas,Jabar juga meraih 10 perak dan empat perunggu.Jabar mengungguli peringkat 2 Sumatera Barat (Sumbar) dengan margin sangat jauh.Sumbar hanya memperoleh 3 emas,1 perak,dan 0 perunggu.
Sementara Pelatih Renang DKI Felix C Sutanto belum mau terbuka mengenai keterpurukan timnya di PON tahun ini.Dia menilai para perenang Ibu Kota telah memberikan kemampuan terbaik kendati hanya menyumbang 11 medali perak dan sembilan perunggu.
“Kami memang kurang bagus di multievent kali ini.Banyak faktor yang menyebabkan tim renang DKI mengalami masalah.Selain faktor nonteknis seperti keruhnya air kolam, hingga kurang bagusnya penanganan panitia pertandingan,”ungkap Felix.
Raihan tersebut disebut-sebut sebagai terbanyak sepanjang sejarah PON yang dicapai dari satu cabang olahraga.Sekretaris Pengda PRSI Jabar Verdia Yosef mengatakan,perolehan 22 medali emas merupakan prestasi fantastis dan sejarah baru.Awalnya, Jabar hanya menargetkan 12 medali emas atau memperbaiki perolehan delapan medali emas yang diraih pada PON XVII/2008.
Yosef mengatakan,perolehan medali Jabar dari kolam renang masih akan diteliti dan ditelusuri lagi dalam PON-PON sebelumnya.Jika tercatat sebagai terbanyak dari satu cabang,tak mustahil akan masuk dalam catatan rekor di Museum rekor Indonesia (Muri) sebagai tim yang paling produktif meraih medali emas dalam satu penyelenggaraan PON.“Seingat saya, ini perolehan medali emas terbanyak yang diraih satu cabang olahraga dalam satu penyelenggaraan PON,”kata Yosef kepada Antara.
Kepala Bidang Media Kontingen PON XVIII Jabar Dadan Hendaya menyatakan, seluruh pengurus KONI Jabar patut memberi apresiasi yang layak untuk seluruh stakeholder renang Jabar,terutama atlet dan pelatih.PRSI Jabar telah melakukan pembinaan dengan tepat. Apalagi,Jabar tak memiliki kolam renang kelas dunia seperti DKI Jakarta,Jatim, Sumsel,atau Riau.
Namun,dia tidak pernah berpikir memperoleh rekor Muri atas perolehan terbaik tim renang Jabar. “Jika ini bisa masuk rekor Muri,kami bersyukur telah menorehkan sejarah indah bagi dunia olahraga Jabar dan renang pada khususnya,”katanya.
Sementara dua kontingen elite di cabor renang,justru terjerembab.DKI Jakarta dan Jawa Timur (Jatim) gagal total di cabor favorit itu.Dari total 32 keping medali emas yang diperebutkan,Jatim gagal merebut satu medali emas pun.Jatim hanya mendapatkan delapan perak dan delapan perunggu hingga akhir lomba,Jumat (15/9) malam.
Padahal,renang menjadi salah satu lumbung emas Jatim dengan dipatok target minimal tujuh medali emas. Ironisnya,dibandingkan PON XVII/2008, prestasi renang Jatim terjun bebas.Di Kalimantan Timur lalu,Jatim perkasa menjadi juara umum dengan memboyong 16 emas dari target tujuh medali emas, “Seusai PON,kami akan meminta laporan dari manajer dan pelatih terkait kegagalan ini. Mengapa dari 32 nomor,tak satu pun tidak bisa diambil,”kata Ketua Harian KONI Jatim Dhimam Abror.
Dari klasemen akhir cabor renang,Jabar mendominasi.Total,mereka meraup 22 emas dari 32 nomor yang diperlombakan.Selain emas,Jabar juga meraih 10 perak dan empat perunggu.Jabar mengungguli peringkat 2 Sumatera Barat (Sumbar) dengan margin sangat jauh.Sumbar hanya memperoleh 3 emas,1 perak,dan 0 perunggu.
Sementara Pelatih Renang DKI Felix C Sutanto belum mau terbuka mengenai keterpurukan timnya di PON tahun ini.Dia menilai para perenang Ibu Kota telah memberikan kemampuan terbaik kendati hanya menyumbang 11 medali perak dan sembilan perunggu.
“Kami memang kurang bagus di multievent kali ini.Banyak faktor yang menyebabkan tim renang DKI mengalami masalah.Selain faktor nonteknis seperti keruhnya air kolam, hingga kurang bagusnya penanganan panitia pertandingan,”ungkap Felix.
(wbs)