Perburuan gelar juara makin sengit
Senin, 17 September 2012 - 07:08 WIB
Perburuan gelar juara makin sengit
A
A
A
Sindonews.com – Perburuan gelar juara umum Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 semakin sengit. Kemarin, kontingen DKI Jakarta menggeser Jawa Barat (Jabar) yang sempat memimpin klasemen perolehan medali sejak pertandingan pertama PON digelar, Kamis (6/9).
DKI yang bercokol di peringkat 2 pada Sabtu (15/9),di luar dugaan mengambil alih puncak perburuan gelar juara umum. Dengan tambahan delapan emas hingga pukul 18.00 WIB,kemarin,DKI berhak menempati peringkat pertama dengan koleksi 64 emas,67 perak,dan 66 perunggu.
Pencapaian itu cukup untuk menggeser Jabar ke peringkat 2 dengan torehan 59 emas,48 perak,dan 61 perunggu. Jabar gagal menjaga dominasi di puncak klasemen karena hanya meraih dua medali emas dari cabang atletik nomor maraton putra melalui I Gusti Gade Karangasem. Emas kedua Jabar dipersembahkan Eki Pebri Ekawati dari nomor tolak peluru putri. Sementara Jawa Timur (Jatim) masih mengancam di peringkat 3 dengan torehan 53 emas,56 perak,dan 51 perunggu. Performa DKI dalam perburuan medali pada hari ke-11 ini memang menggila.
Santia Tri Kusuma pertama kali menegaskan dominasi kontingen Ibu Kota di nomor road race criterium putri.Disusul cabang olahraga (cabor) lain seperti sepak takraw, pencak silat,gulat,hingga taekwondo. Ketua Harian KONI DKI Edy Widodo puas dengan pencapaian medali kemarin. Tapi,pihaknya belum nyaman karena masih ada sekitar 200 emas yang belum diperebutkan sebelum PON tahun ini berakhir.Karena itu,dia menginginkan para atlet DKI terus meningkatkan performa terbaik.
“Medali emas masih banyak diperebutkan.Kondisi itu membuat kami harus mewaspadai Jabar maupun Jawa Timur yang masih memiliki peluang mengambil alih pimpinan.Faktor ini membuat kontribusi atlet asal DKI sangat diharapkan, untuk terus menyumbang medali emas,” ujarnya kepada SINDO,kemarin. Dia pun meminta atlet DKI yang masih bertanding di beberapa cabor memberikan hasil nyata,seperti cabor atletik dan selam yang dianggapnya melampaui target.Sementara cabor renang dan futsal DKI tak sesuai harapan.
“Pada cabang renang,kami masih di bawah tiga emas.Hasil kami masih di luar pencapaian yang diharapkan.Sementara pada futsal,kami menargetkan emas, tapi hanya mendapatkan perak,” ujarnya. Yang jelas,meski ada yang mencapai target ataupun tidak,pihaknya belum bisa mengevaluasi semua cabang yang berprestasi.Sebab,sampai saat ini sejumlah atlet DKI masih bertanding di beberapa cabor.Dia kini tinggal menunggu laporan setelah berakhirnya PON tahun ini.
Sementara Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf meminta kontingen Jabar tak boleh panik disalip DKI.Dia berharap kontingen Jabar,khususnya atlet yang masih bertanding,harus fokus untuk kembali mengejar impian meraih juara umum di Riau. “Seluruh atlet Jabar tetap fokus dan tidak boleh panik meski disalip daerah lain. Konsentrasi pada peluang masing-masing, jangan tengok kiri-kanan,fokus,fokus,dan fokus,”kata Dede,dilansir Antara.
Menurut dia,ketatnya persaingan dengan kontingen DKI hendaknya dievaluasi dan tetap berkonsentrasi pada peluang yang ada.Meski dalam beberapa cabor tidak mencapai target,diharapkan cabang yang masih bertanding dapat memberikan hasil yang lebih baik. Kontingen Jatim tak mau kalah.Mereka bahkan sesumbar akan tampil mati-matian demi predikat juara umum hingga hari terakhir. Ketua Harian KONI Jatim Dhimam Abror Djuraid mengatakan,pergeseran posisi di puncak masih berpeluang besar terjadi, apalagi masih menyisakan lima hari pertandingan.
“ Kalau pada PON 2008 di Kalimantan Timur,juara umum sudah bisa diketahui tiga hari sebelum seluruh pertandingan berakhir.Untuk PON di Riau ini,kemungkinan besar juara umum ditentukan hingga hari terakhir,”kata Dhimam
DKI yang bercokol di peringkat 2 pada Sabtu (15/9),di luar dugaan mengambil alih puncak perburuan gelar juara umum. Dengan tambahan delapan emas hingga pukul 18.00 WIB,kemarin,DKI berhak menempati peringkat pertama dengan koleksi 64 emas,67 perak,dan 66 perunggu.
Pencapaian itu cukup untuk menggeser Jabar ke peringkat 2 dengan torehan 59 emas,48 perak,dan 61 perunggu. Jabar gagal menjaga dominasi di puncak klasemen karena hanya meraih dua medali emas dari cabang atletik nomor maraton putra melalui I Gusti Gade Karangasem. Emas kedua Jabar dipersembahkan Eki Pebri Ekawati dari nomor tolak peluru putri. Sementara Jawa Timur (Jatim) masih mengancam di peringkat 3 dengan torehan 53 emas,56 perak,dan 51 perunggu. Performa DKI dalam perburuan medali pada hari ke-11 ini memang menggila.
Santia Tri Kusuma pertama kali menegaskan dominasi kontingen Ibu Kota di nomor road race criterium putri.Disusul cabang olahraga (cabor) lain seperti sepak takraw, pencak silat,gulat,hingga taekwondo. Ketua Harian KONI DKI Edy Widodo puas dengan pencapaian medali kemarin. Tapi,pihaknya belum nyaman karena masih ada sekitar 200 emas yang belum diperebutkan sebelum PON tahun ini berakhir.Karena itu,dia menginginkan para atlet DKI terus meningkatkan performa terbaik.
“Medali emas masih banyak diperebutkan.Kondisi itu membuat kami harus mewaspadai Jabar maupun Jawa Timur yang masih memiliki peluang mengambil alih pimpinan.Faktor ini membuat kontribusi atlet asal DKI sangat diharapkan, untuk terus menyumbang medali emas,” ujarnya kepada SINDO,kemarin. Dia pun meminta atlet DKI yang masih bertanding di beberapa cabor memberikan hasil nyata,seperti cabor atletik dan selam yang dianggapnya melampaui target.Sementara cabor renang dan futsal DKI tak sesuai harapan.
“Pada cabang renang,kami masih di bawah tiga emas.Hasil kami masih di luar pencapaian yang diharapkan.Sementara pada futsal,kami menargetkan emas, tapi hanya mendapatkan perak,” ujarnya. Yang jelas,meski ada yang mencapai target ataupun tidak,pihaknya belum bisa mengevaluasi semua cabang yang berprestasi.Sebab,sampai saat ini sejumlah atlet DKI masih bertanding di beberapa cabor.Dia kini tinggal menunggu laporan setelah berakhirnya PON tahun ini.
Sementara Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf meminta kontingen Jabar tak boleh panik disalip DKI.Dia berharap kontingen Jabar,khususnya atlet yang masih bertanding,harus fokus untuk kembali mengejar impian meraih juara umum di Riau. “Seluruh atlet Jabar tetap fokus dan tidak boleh panik meski disalip daerah lain. Konsentrasi pada peluang masing-masing, jangan tengok kiri-kanan,fokus,fokus,dan fokus,”kata Dede,dilansir Antara.
Menurut dia,ketatnya persaingan dengan kontingen DKI hendaknya dievaluasi dan tetap berkonsentrasi pada peluang yang ada.Meski dalam beberapa cabor tidak mencapai target,diharapkan cabang yang masih bertanding dapat memberikan hasil yang lebih baik. Kontingen Jatim tak mau kalah.Mereka bahkan sesumbar akan tampil mati-matian demi predikat juara umum hingga hari terakhir. Ketua Harian KONI Jatim Dhimam Abror Djuraid mengatakan,pergeseran posisi di puncak masih berpeluang besar terjadi, apalagi masih menyisakan lima hari pertandingan.
“ Kalau pada PON 2008 di Kalimantan Timur,juara umum sudah bisa diketahui tiga hari sebelum seluruh pertandingan berakhir.Untuk PON di Riau ini,kemungkinan besar juara umum ditentukan hingga hari terakhir,”kata Dhimam
(wbs)