Jadi tuan rumah, Riau raih keuntungan
Senin, 17 September 2012 - 07:39 WIB
Jadi tuan rumah, Riau raih keuntungan
A
A
A
Sindonews.com - Jangan heran melihat Pemerintah Provinsi (Pemprov) di Indonesia berebut menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON).
Buktinya bukan hanya berpeluang mendongkrak prestasi, tapi juga kesempatan besar mengeruk laba dengan kehadiran ribuan atlet,pelatih, ofisial,suporter,hingga para jurnalis. Gambaran itu terbukti nyata di Riau selaku tuan rumah PON XVIII/2012.
Kendati belum pasti berapa keuntungan yang didapat,uang mencapai Rp168 miliar diprediksi beredar selama multieventempat tahunan itu berlangsung di Riau. Wajar bila dana besar itu berada di provinsi kaya minyak tersebut.Sebab, seluruh kontingen dari 33 provinsi,kecuali Riau,telah beraktivitas sejak Kamis (6/9).
Menurut data sementara PB PON Riau, terdapat sekitar 30.000 orang memasuki Bumi Melayu Lancang Kuning. Masuknya warga nonRiau itu jelas membutuhkan keperluan,seperti tempat tinggal,makan,hingga transportasi.Kondisi itu yang membuat mereka harus mengeluarkan uang untuk menjalani rutinitas tersebut.
Besarnya peredaran uang itu dibenarkan Pakar Ekonomi Univeristas Andalas Elfindri.Dia mengatakan,perhelatan PON tahun ini memiliki dampak sangat besar bagi perkembangan perekonomian dan pembangunan di Riau.
“Jumlah atlet dan pendatang ke Pekanbaru,Riau, diperkirakan saja mencapai puluhan ribu orang.Jika mereka menginap seminggu saja,maka filosofi ekonominya akan lebih banyak uang lagi dikeluarkan mereka,”kata Elfrindri,dilansir Antara.
Elfrindi mengatakan efek ekonomi dari PON ini sama halnya dengan Korea Selatan (Korsel) dan Jepang ketika menyelenggarakan kegiatan olahraga internasional.Dia memperkirakan,jika pertumbuhan ekonomi 63%suatu tempat atau daerah penyelenggara PON tercatat enam persen,maka kenaikan satu poin itu sudah bisa mendongkrak terjadinya pertumbuhan ekonomi sebesar tujuh persen.
Peningkatan ekonomi berasal antara lain dari perolehan pajak bagi PAD yang bersumber dari sewa hotel/penginapan,stan dari kegiatan expo atau pameran,retribrusi karcis masuk ke arena pertandingan PON, serta sewa kendaraan bermotor. Gubernur Riau Rusli Zainal telah jauh hari memprediksi bahwa perputaran uang dalam jumlah besar akan terjadi di provinsinya.
Namun,pihaknya belum mengetahui berapa persentase uang beredar di Riau selama PON tahun ini.Dia hanya mengetahui bahwa Riau memiliki peredaran uang mencapai Rp7 triliun.
Buktinya bukan hanya berpeluang mendongkrak prestasi, tapi juga kesempatan besar mengeruk laba dengan kehadiran ribuan atlet,pelatih, ofisial,suporter,hingga para jurnalis. Gambaran itu terbukti nyata di Riau selaku tuan rumah PON XVIII/2012.
Kendati belum pasti berapa keuntungan yang didapat,uang mencapai Rp168 miliar diprediksi beredar selama multieventempat tahunan itu berlangsung di Riau. Wajar bila dana besar itu berada di provinsi kaya minyak tersebut.Sebab, seluruh kontingen dari 33 provinsi,kecuali Riau,telah beraktivitas sejak Kamis (6/9).
Menurut data sementara PB PON Riau, terdapat sekitar 30.000 orang memasuki Bumi Melayu Lancang Kuning. Masuknya warga nonRiau itu jelas membutuhkan keperluan,seperti tempat tinggal,makan,hingga transportasi.Kondisi itu yang membuat mereka harus mengeluarkan uang untuk menjalani rutinitas tersebut.
Besarnya peredaran uang itu dibenarkan Pakar Ekonomi Univeristas Andalas Elfindri.Dia mengatakan,perhelatan PON tahun ini memiliki dampak sangat besar bagi perkembangan perekonomian dan pembangunan di Riau.
“Jumlah atlet dan pendatang ke Pekanbaru,Riau, diperkirakan saja mencapai puluhan ribu orang.Jika mereka menginap seminggu saja,maka filosofi ekonominya akan lebih banyak uang lagi dikeluarkan mereka,”kata Elfrindri,dilansir Antara.
Elfrindi mengatakan efek ekonomi dari PON ini sama halnya dengan Korea Selatan (Korsel) dan Jepang ketika menyelenggarakan kegiatan olahraga internasional.Dia memperkirakan,jika pertumbuhan ekonomi 63%suatu tempat atau daerah penyelenggara PON tercatat enam persen,maka kenaikan satu poin itu sudah bisa mendongkrak terjadinya pertumbuhan ekonomi sebesar tujuh persen.
Peningkatan ekonomi berasal antara lain dari perolehan pajak bagi PAD yang bersumber dari sewa hotel/penginapan,stan dari kegiatan expo atau pameran,retribrusi karcis masuk ke arena pertandingan PON, serta sewa kendaraan bermotor. Gubernur Riau Rusli Zainal telah jauh hari memprediksi bahwa perputaran uang dalam jumlah besar akan terjadi di provinsinya.
Namun,pihaknya belum mengetahui berapa persentase uang beredar di Riau selama PON tahun ini.Dia hanya mengetahui bahwa Riau memiliki peredaran uang mencapai Rp7 triliun.
(wbs)