Wilda patahkan dominasi Jabar
Senin, 17 September 2012 - 06:12 WIB
Wilda patahkan dominasi Jabar
A
A
A
Sindonews.com – Wilda membuka momentum manis dalam keikutsertaannya di PON XVIII/2012. Atlet panjat dinding Jawa Timur (Jatim) itu meraih medali emas kategori lead perseorangan putri di Universitas Riau,kemarin.
Wilda pun langsung melambaikan tangan dan berteriak girang.Apalagi,setelah dirinya dinobatkan sebagai pemenang nomor itu,kendati tak menyelesaikan lintasan lead panjat. Itu disebabkan Wilda telah menggapai poin 40+ yang tak bisa dicapai atlet dari kontingen lainnya. Hanya Nadya Putri Virgita yang mampu mendekati pencapaian Wilda,yakni poin 38+ sekaligus berhak atas perak.Sementara medali perunggu masih diperebutkan antara atlet Jabar Uji Ayu dan Syarifah asal DKI Jakarta.Mereka harus mengulang lomba karena memiliki angka sama 31 poin.
Kemenangan Wilda sekaligus mematahkan dominasi Jabar yang sangat mendominasi cabang olahraga (cabor) panjat dinding. “Sebenarnya jalur panjatnya tak susah-susah amat,cuma tekanannya yang berat.Saya kanturun terakhir sehingga tekanannya makin berat.Saya cuma bisa tanamkan dalam diri bisa,saya bisa,saya bisa.Dan,Alhamdulillah saya bisa,”ungkapnya,saat ditemui wartawan sambil melepas lelah di tribune penonton,kemarin. Atlet yang membela Sulawesi Selatan di PON 2004 lalu itu mengatakan bahwa prestasi yang diraihnya ini tak mudah, apalagi mengatasi dominasi Jabar.
Meski percaya diri,Wilda mengaku kejutan demi kejutan tak henti-hentinya dilakukan Jabar. “Ini kankelas andalan saya (spesialis),jadi saya tak mau kalah di sini,”sebutnya. Dari nomor lead perseorangan putra, pemanjat Jawa Tengah (Jateng) Temi Teli Lasa berhasil menggenggam emas setelah menggapai panjatan tertinggi di poin 38 min dengan nilai 42.
Sementara jagoan tuan rumah Riau Eka Bayu Prabowo berhak atas perak dan Amri asal Jabar meraih perunggu. Bagi Temi,keberhasilannya kali ini adalah kesempatan untuk semakin mengukir prestasi di tingkat yang lebih tinggi. Sebab,ajang PON XVIII adalah momentum pertamanya.
Sebagai pemanjat muda yang belum begitu diperhitungkan,Temi bermain lebih lepas dan berjuang dengan ketetapan hati yang mantap untuk mengharumkan nama Jateng.“Secara pribadi,emas ini saya persembahkan kepada orang tua.Saya ingin membanggakan mereka.Tapi,secara umum, ya emas ini buat masyarakat Semarang dan Jawa Tengah,”tandasnya.
Wilda pun langsung melambaikan tangan dan berteriak girang.Apalagi,setelah dirinya dinobatkan sebagai pemenang nomor itu,kendati tak menyelesaikan lintasan lead panjat. Itu disebabkan Wilda telah menggapai poin 40+ yang tak bisa dicapai atlet dari kontingen lainnya. Hanya Nadya Putri Virgita yang mampu mendekati pencapaian Wilda,yakni poin 38+ sekaligus berhak atas perak.Sementara medali perunggu masih diperebutkan antara atlet Jabar Uji Ayu dan Syarifah asal DKI Jakarta.Mereka harus mengulang lomba karena memiliki angka sama 31 poin.
Kemenangan Wilda sekaligus mematahkan dominasi Jabar yang sangat mendominasi cabang olahraga (cabor) panjat dinding. “Sebenarnya jalur panjatnya tak susah-susah amat,cuma tekanannya yang berat.Saya kanturun terakhir sehingga tekanannya makin berat.Saya cuma bisa tanamkan dalam diri bisa,saya bisa,saya bisa.Dan,Alhamdulillah saya bisa,”ungkapnya,saat ditemui wartawan sambil melepas lelah di tribune penonton,kemarin. Atlet yang membela Sulawesi Selatan di PON 2004 lalu itu mengatakan bahwa prestasi yang diraihnya ini tak mudah, apalagi mengatasi dominasi Jabar.
Meski percaya diri,Wilda mengaku kejutan demi kejutan tak henti-hentinya dilakukan Jabar. “Ini kankelas andalan saya (spesialis),jadi saya tak mau kalah di sini,”sebutnya. Dari nomor lead perseorangan putra, pemanjat Jawa Tengah (Jateng) Temi Teli Lasa berhasil menggenggam emas setelah menggapai panjatan tertinggi di poin 38 min dengan nilai 42.
Sementara jagoan tuan rumah Riau Eka Bayu Prabowo berhak atas perak dan Amri asal Jabar meraih perunggu. Bagi Temi,keberhasilannya kali ini adalah kesempatan untuk semakin mengukir prestasi di tingkat yang lebih tinggi. Sebab,ajang PON XVIII adalah momentum pertamanya.
Sebagai pemanjat muda yang belum begitu diperhitungkan,Temi bermain lebih lepas dan berjuang dengan ketetapan hati yang mantap untuk mengharumkan nama Jateng.“Secara pribadi,emas ini saya persembahkan kepada orang tua.Saya ingin membanggakan mereka.Tapi,secara umum, ya emas ini buat masyarakat Semarang dan Jawa Tengah,”tandasnya.
(wbs)