Persembahan terakhir Karangasem
Senin, 17 September 2012 - 09:08 WIB
Persembahan terakhir Karangasem
A
A
A
Sindonews.com – Impian I Gusti Gede Karangasem tercapai.Pelari yang membela kontingen Jawa Barat (Jabar) itu berhasil meraih podium tertinggi nomor maraton putra di Stadion Utama Riau sekaligus memutuskan pensiun,kemarin.
Karangasem berhak atas emas setelah menyelesaikan lintasan sejauh 42 km dalam tempo 2 jam 31 menit 14,9 detik. Posisi kedua di nomor itu diraih pelari Bali Nicolas A Silva dengan catatan waktu 2 jam 35 menit 52,7 detik.Sementara pelari gaek andalan Sumatera Selatan (Sumsel) Jauhari Johan harus rela meraih perunggu setelah menyelesaikan lomba dengan torehan waktu 2 jam 37 menit 29,0 detik.
“Ini adalah nomor terakhir untuk Jawa Barat.Jadi,saya harus berjuang luar biasa. Saya juga termotivasi untuk mempersembahkan emas karena ini menjadi ajang terakhir saya di PON.Saya ingin membuat prestasi di sini,”ujar Gede, seusai lomba,kemarin.
Kendati demikian,pelari kelahiran 1 Februari 1975 itu mengaku tak mudah mencapai posisi ini.Apalagi,sejumlah pelari berusia lebih muda menjadi saingannya di nomor tersebut.Untungnya, pemusatan latihan yang telah dia lakoni sejak Mei hingga Agustus lalu di Korea Selatan memberi dampak bagus untuk stamina dan daya juangnya saat lomba. ”Secara spesial,saya persembahkan emas ini untuk kedua orang tua dan masyarakat Jawa Barat,”ujar Karangasem.
“Saya memutuskan pensiun,bukan berarti tak mau lari lagi.Lari ini kanhobi saya,jadi akan tetap saya lakoni.Cuma, saya ingin memberi kesempatan pada atletatlet muda untuk menciptakan prestasi yang lebih baik,”ujar pria berpangkat letnan satu di Angkatan Darat ini.
Sementara itu,di nomor maraton putri, Jawa Tengah (Jateng) kembali melahirkan raja baru,yakni Erni Ulatningsih.Erni berhasil meraih medali emas setelah menyelesaikan lomba dengan catatan waktu 2 jam 54 menit 06,2 detik.Untuk pelari andalan Nusa Tenggara Timur (NTT), Meri Paijo,harus puas di posisi kedua dengan catatan 2 jam 55 menit 10,4 detik, dan medali perunggu diraih pelari Jabar Sutono Supriyati dengan torehan waktu 3 jam 11 menit 26,3 detik.
“Saya selalu mendapatkan medali perak di nomor maraton sebelumnya sehingga saya merasa senang bisa meraih medali emas pertama saya di nomor ini,”ujar wanita kelahiran Semarang,18 Juli 1980, tersebut. Erni menambahkan,medali emas yang dia peroleh di Riau adalah yang pertama kali sejak tampil di Jatim pada 2000.
Gadis berpostur mungil ini ingin mempersembahkan medali emas ini kepada rekan satu timnya,Trianingsih, yang memutuskan tak mengikuti lomba karena telah berlaga di ajang Olimpiade 2012 London.
”Ini hadiah dari Trianingsih karena dia turun di Olimpiade London. Sementara PON diserahkan kepada saya,” pungkasnya.
Karangasem berhak atas emas setelah menyelesaikan lintasan sejauh 42 km dalam tempo 2 jam 31 menit 14,9 detik. Posisi kedua di nomor itu diraih pelari Bali Nicolas A Silva dengan catatan waktu 2 jam 35 menit 52,7 detik.Sementara pelari gaek andalan Sumatera Selatan (Sumsel) Jauhari Johan harus rela meraih perunggu setelah menyelesaikan lomba dengan torehan waktu 2 jam 37 menit 29,0 detik.
“Ini adalah nomor terakhir untuk Jawa Barat.Jadi,saya harus berjuang luar biasa. Saya juga termotivasi untuk mempersembahkan emas karena ini menjadi ajang terakhir saya di PON.Saya ingin membuat prestasi di sini,”ujar Gede, seusai lomba,kemarin.
Kendati demikian,pelari kelahiran 1 Februari 1975 itu mengaku tak mudah mencapai posisi ini.Apalagi,sejumlah pelari berusia lebih muda menjadi saingannya di nomor tersebut.Untungnya, pemusatan latihan yang telah dia lakoni sejak Mei hingga Agustus lalu di Korea Selatan memberi dampak bagus untuk stamina dan daya juangnya saat lomba. ”Secara spesial,saya persembahkan emas ini untuk kedua orang tua dan masyarakat Jawa Barat,”ujar Karangasem.
“Saya memutuskan pensiun,bukan berarti tak mau lari lagi.Lari ini kanhobi saya,jadi akan tetap saya lakoni.Cuma, saya ingin memberi kesempatan pada atletatlet muda untuk menciptakan prestasi yang lebih baik,”ujar pria berpangkat letnan satu di Angkatan Darat ini.
Sementara itu,di nomor maraton putri, Jawa Tengah (Jateng) kembali melahirkan raja baru,yakni Erni Ulatningsih.Erni berhasil meraih medali emas setelah menyelesaikan lomba dengan catatan waktu 2 jam 54 menit 06,2 detik.Untuk pelari andalan Nusa Tenggara Timur (NTT), Meri Paijo,harus puas di posisi kedua dengan catatan 2 jam 55 menit 10,4 detik, dan medali perunggu diraih pelari Jabar Sutono Supriyati dengan torehan waktu 3 jam 11 menit 26,3 detik.
“Saya selalu mendapatkan medali perak di nomor maraton sebelumnya sehingga saya merasa senang bisa meraih medali emas pertama saya di nomor ini,”ujar wanita kelahiran Semarang,18 Juli 1980, tersebut. Erni menambahkan,medali emas yang dia peroleh di Riau adalah yang pertama kali sejak tampil di Jatim pada 2000.
Gadis berpostur mungil ini ingin mempersembahkan medali emas ini kepada rekan satu timnya,Trianingsih, yang memutuskan tak mengikuti lomba karena telah berlaga di ajang Olimpiade 2012 London.
”Ini hadiah dari Trianingsih karena dia turun di Olimpiade London. Sementara PON diserahkan kepada saya,” pungkasnya.
(wbs)