Lifter Jabar pecah rekor Asia
Senin, 17 September 2012 - 21:50 WIB
Lifter Jabar pecah rekor Asia
A
A
A
Sindonews.com - Lifter angkat berat Jawa Barat, M Yusuf mencatat prestasi mengesankan di PON XVIII. Dia menorehkan medali emas sekaligus memecahkan rekor nasional dan rekor Asia dengan total angkatan 890Kg dan Dead Lift (350Kg) di Ballroom Hotel Ratu Mayang Garden, Riau, Senin (17/9).
M Yusuf berhasil memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh atlet asal Kazakhstan yaituKuvambayev Zalim dengan total angkatan (742,5 Kg) dan Dead Lift (297,5 Kg). Dia berhasil mengangkat barbel untuk jenis angkatan Squat (325Kg) dan Bench Press (215Kg).
"Ini emas PON pertama saya setelah dua kali ikut PON di Palembang dan Kaltim. Emas ini saya persembahkan untuk seluruh warga Jawa Barat," ujarnya kepada wartawan usai pertandingan.
Sementara itu, medali perak disabet Satdul dari Riau yang berhasil mengangkat Squat (350Kg), Bench Press (220Kg), Dead Lift (295Kg) serta total angkatan (865Kg).Meski berada di posisi kedua, Satdul juga berhasil melampui rekor Asia untuk angkatan jenis Squat yang sebelumnya dipegang Nishikawa Yosuke (260Kg). Sementara Bench Press juga mampu dilampuinya karena sebelumnya Kuvambayev Zalim hanya mencatat barbel seberat (192,5Kg).
Sedangkan medali perunggu diraih oleh lifter dari Lampung, Suprayogi berhasil meraih perunggu dengan angkatan Squat (330Kg), Bench Press (195Kg), Dead Lift (300Kg) dan angkatan total (825Kg).
Pada kelas 105 kilogram putra, Asep Setiawan dari Jabar berhasil menjadi pamuncak dengan total angkatan (910Kg), Squat (360Kg), Bench Press (250Kg) dan Dead Lift (300Kg). Catatan angkatan ini memperbaiki rekor nasional yang dipegangnya sendiri dengan total angkatan sebelumnya (890Kg), Squat (357,5Kg), Bench Press (230Kg). Sedangkan Dead Lift, catataan rekornya belum berubah.
Untuk perak dipegang oleh Nohadi dari Kalimantan Timur angkatan Squat (350Kg), Bench Press (220Kg), Dead Lift (290Kg) dengan total 860 kilogram. Sementara perunggu diraih lifter Papua Barat, Musa Kodi yang berhasil mengangkat Squat (342,5Kg), Bench Press (197,5Kg) dan Dead Lift (285Kg) serta total (825).
Pelatih Angkat Berat Jabar, Usdi Permana menuturkan, dari pertama memang timnya sudah merasa waswas melihat karena lawan tandingnya dinilai memiliki kekuatan dan tanguh. Selain itu, atlet andalan Jabar yang sudah dipersiapkan cedera pinggang. Sehingga membuat tim angkat berat Jabar semakin mematangkan persiapan untuk melawan tim dari kontingen lain.
''Sebenarnya saya sudah merasa waswas dari kemarin, karena atlet yang kami andalkan mengalami ceder. Tapi Alhamdulillah anak-anak masih tetap percaya diri dan optimistis untuk menjadi yang terbaik dengan dibuktikannya meraih medali emas dan memecahkan rekornas dan juga rekor Asia,”ungkapnya.
M Yusuf berhasil memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh atlet asal Kazakhstan yaituKuvambayev Zalim dengan total angkatan (742,5 Kg) dan Dead Lift (297,5 Kg). Dia berhasil mengangkat barbel untuk jenis angkatan Squat (325Kg) dan Bench Press (215Kg).
"Ini emas PON pertama saya setelah dua kali ikut PON di Palembang dan Kaltim. Emas ini saya persembahkan untuk seluruh warga Jawa Barat," ujarnya kepada wartawan usai pertandingan.
Sementara itu, medali perak disabet Satdul dari Riau yang berhasil mengangkat Squat (350Kg), Bench Press (220Kg), Dead Lift (295Kg) serta total angkatan (865Kg).Meski berada di posisi kedua, Satdul juga berhasil melampui rekor Asia untuk angkatan jenis Squat yang sebelumnya dipegang Nishikawa Yosuke (260Kg). Sementara Bench Press juga mampu dilampuinya karena sebelumnya Kuvambayev Zalim hanya mencatat barbel seberat (192,5Kg).
Sedangkan medali perunggu diraih oleh lifter dari Lampung, Suprayogi berhasil meraih perunggu dengan angkatan Squat (330Kg), Bench Press (195Kg), Dead Lift (300Kg) dan angkatan total (825Kg).
Pada kelas 105 kilogram putra, Asep Setiawan dari Jabar berhasil menjadi pamuncak dengan total angkatan (910Kg), Squat (360Kg), Bench Press (250Kg) dan Dead Lift (300Kg). Catatan angkatan ini memperbaiki rekor nasional yang dipegangnya sendiri dengan total angkatan sebelumnya (890Kg), Squat (357,5Kg), Bench Press (230Kg). Sedangkan Dead Lift, catataan rekornya belum berubah.
Untuk perak dipegang oleh Nohadi dari Kalimantan Timur angkatan Squat (350Kg), Bench Press (220Kg), Dead Lift (290Kg) dengan total 860 kilogram. Sementara perunggu diraih lifter Papua Barat, Musa Kodi yang berhasil mengangkat Squat (342,5Kg), Bench Press (197,5Kg) dan Dead Lift (285Kg) serta total (825).
Pelatih Angkat Berat Jabar, Usdi Permana menuturkan, dari pertama memang timnya sudah merasa waswas melihat karena lawan tandingnya dinilai memiliki kekuatan dan tanguh. Selain itu, atlet andalan Jabar yang sudah dipersiapkan cedera pinggang. Sehingga membuat tim angkat berat Jabar semakin mematangkan persiapan untuk melawan tim dari kontingen lain.
''Sebenarnya saya sudah merasa waswas dari kemarin, karena atlet yang kami andalkan mengalami ceder. Tapi Alhamdulillah anak-anak masih tetap percaya diri dan optimistis untuk menjadi yang terbaik dengan dibuktikannya meraih medali emas dan memecahkan rekornas dan juga rekor Asia,”ungkapnya.
(aww)