Tak dibebani emas, tim putri Jabar sabet emas
Senin, 17 September 2012 - 22:48 WIB
Tak dibebani emas, tim putri Jabar sabet emas
A
A
A
Sindonews.com - Duta-duta olahraga Jawa Barat meraih hasil fantastis di cabang olahraga bulu tangkis beregu putri. Pada partai final, para pebulu tangkis putri berhasil mengalahkan Jawa Tengah dengan skor tipis 3-2.
"Pastinya seneng banget, bersyukur, di luar dugaan akhirnya bisa mempersembahkan yang terbaik. Apalagi sebelumnya kami tidak dibebankan target emas oleh KONI Jabar," kata atlet putri Hera Desi Ana R kepada wartawan.
Hera merupakan atlet nomor tunggal pertama Jabar. Di final ia mengalahkan andalan Jateng Maria Febe dua set langsung dengan skor 21-19 dan 23-21. Keberhasilan Jabar meraih emas juga berarti mengakhiri dominasi DKI Jakarta. Karena menurutnya DKI Jakarta dinilai menjadi pesaing terberat mereka. "Sebelumnya DKI terus yang dapet emas. Bagi kami DKI yang merupakan lawan berat," ujarnya.
Namun kejutan terjadi di semifinal. DKI Jakarta justru dikalahkan oleh Jateng. Alhasil Jabar harus bertemu dengan Jateng di partai final. Kedua provinsi ini sebenarnya pernah bertemu di babak sebelumnya. Saat itu Jabar menang cukup mudah dengan skor 4-1. "Pas di final, mereka maennya beda," tutur pemain pelatnas ini.
Pemain kelahiran 2 Desember 1990 ini menambahkan, saat babak penyisihan ia tak merasa tegang. "Baru pas semifinal dan final baru terasa tegang. Apalagi kami ada ambisi merebut emas juga," ujar atlet asal Kota Bandung ini.
Emas yang dikalungkan di lehernya setelah laga final merupakan emas pertama di ajang PON. Setelah nomor beregu, Hera akan kembali turun di nomor perorangan. "Lawan yang akan dihadapi masih itu-itu juga. Sebagian temen di pelatnas. Pokoknya pertandingan dijamin seru di nomor perorangan," katanya.
Ia menuturkan, peluang dirinya untuk kembali menjadi yang terbaik tetap ada. Sebagai pebulutangkis, Hera sudah beberapa kali turun di sirkuit nasional. Namun baginya ajang PON memiliki sensasi yang berbeda. "Soalnya di PON kan ada juara umumnya," singkatnya.
Sementara itu, pebulu tangkis putri Jabar yang juga menyumbang emas di nomor beregu putri adalah Suci Rizki Andini. "Alhamdulillah setelah mendapat medali emas, beban serasa lepas," ungkapnya di Hotel Furaya, Pekanbaru.
Setelah sukses merebut emas di nomor beregu, perjuangan Suci dan pasangannya belum selesai. Para pebulutangkis putri Jabar akan kembali berjuang di nomor perorangan yang sudah dimulai sejak hari minggu.
"Saya main lagi di perorangan, kalau saya tinggal main saja. Karena beban sudah lepas," ucapnya.
Pengalamannya tampil di nomor beregu dinilainya sangat berharga. Di final, Suci dan Tiara Rosalia harus mengakui keunggulan pasangan Jawa Tengah. "Pas di final kami kalah, dan rasanya nyesek banget," ujar atlet asal Kota Cimahi ini. Ketika itu mereka takluk 26-28, 21-14 dan 19-21.
Ia menambahkan, di nomor perorangan banyak pemain senior yang ikut bertanding. Tapi itu tak akan menghalanginya untuk tampil all out sehingga bisa mempersembahkan yang terbaik.
"Pokonya sudah dapat emas beban lepas,"pungkasnya sambil tersenyum riang.
"Pastinya seneng banget, bersyukur, di luar dugaan akhirnya bisa mempersembahkan yang terbaik. Apalagi sebelumnya kami tidak dibebankan target emas oleh KONI Jabar," kata atlet putri Hera Desi Ana R kepada wartawan.
Hera merupakan atlet nomor tunggal pertama Jabar. Di final ia mengalahkan andalan Jateng Maria Febe dua set langsung dengan skor 21-19 dan 23-21. Keberhasilan Jabar meraih emas juga berarti mengakhiri dominasi DKI Jakarta. Karena menurutnya DKI Jakarta dinilai menjadi pesaing terberat mereka. "Sebelumnya DKI terus yang dapet emas. Bagi kami DKI yang merupakan lawan berat," ujarnya.
Namun kejutan terjadi di semifinal. DKI Jakarta justru dikalahkan oleh Jateng. Alhasil Jabar harus bertemu dengan Jateng di partai final. Kedua provinsi ini sebenarnya pernah bertemu di babak sebelumnya. Saat itu Jabar menang cukup mudah dengan skor 4-1. "Pas di final, mereka maennya beda," tutur pemain pelatnas ini.
Pemain kelahiran 2 Desember 1990 ini menambahkan, saat babak penyisihan ia tak merasa tegang. "Baru pas semifinal dan final baru terasa tegang. Apalagi kami ada ambisi merebut emas juga," ujar atlet asal Kota Bandung ini.
Emas yang dikalungkan di lehernya setelah laga final merupakan emas pertama di ajang PON. Setelah nomor beregu, Hera akan kembali turun di nomor perorangan. "Lawan yang akan dihadapi masih itu-itu juga. Sebagian temen di pelatnas. Pokoknya pertandingan dijamin seru di nomor perorangan," katanya.
Ia menuturkan, peluang dirinya untuk kembali menjadi yang terbaik tetap ada. Sebagai pebulutangkis, Hera sudah beberapa kali turun di sirkuit nasional. Namun baginya ajang PON memiliki sensasi yang berbeda. "Soalnya di PON kan ada juara umumnya," singkatnya.
Sementara itu, pebulu tangkis putri Jabar yang juga menyumbang emas di nomor beregu putri adalah Suci Rizki Andini. "Alhamdulillah setelah mendapat medali emas, beban serasa lepas," ungkapnya di Hotel Furaya, Pekanbaru.
Setelah sukses merebut emas di nomor beregu, perjuangan Suci dan pasangannya belum selesai. Para pebulutangkis putri Jabar akan kembali berjuang di nomor perorangan yang sudah dimulai sejak hari minggu.
"Saya main lagi di perorangan, kalau saya tinggal main saja. Karena beban sudah lepas," ucapnya.
Pengalamannya tampil di nomor beregu dinilainya sangat berharga. Di final, Suci dan Tiara Rosalia harus mengakui keunggulan pasangan Jawa Tengah. "Pas di final kami kalah, dan rasanya nyesek banget," ujar atlet asal Kota Cimahi ini. Ketika itu mereka takluk 26-28, 21-14 dan 19-21.
Ia menambahkan, di nomor perorangan banyak pemain senior yang ikut bertanding. Tapi itu tak akan menghalanginya untuk tampil all out sehingga bisa mempersembahkan yang terbaik.
"Pokonya sudah dapat emas beban lepas,"pungkasnya sambil tersenyum riang.
(aww)