Atlet Jabar pecah rekornas jalan cepat
Senin, 17 September 2012 - 23:11 WIB
Atlet Jabar pecah rekornas jalan cepat
A
A
A
Sindonews.com - Atlet jalan cepat Jawa Barat, Hendro menjawab keraguan dengan merebut medali emas. Meski kecewa dengan keputusan wasit, karena dicurangi pada pertandingan beberapa waktu lalu saat melawan atlet tuan rumah, endro bisa membuktikannya dengan menyabet medali emas jalan cepat nomor 20.000 meter jalan cepat pada final di kompleks Stadion Utama Riau Pekanbaru, Senin (17/9).
Medali emas yang diraih Hendro juga merupakan emas terakhir bagi cabor atletik Jabar. Tidak hanya menyumbangkan medali emas bagi Jawa Barat. Atlet kelahiran Medan, 24 Oktober 1990 lalu itu bisa menjadi yang terbaik setelah berhasil mempertajam rekor nasional (rekornas) jalan cepat 20 kilometer pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII2012 Riau.
Hendro berhasil mencapai garis finis dengan catatan waktu satu jam 29 menit 35 detik (1:29:35). Sedangkan rekor nasional atas namanya sendiri adalah satu jam 30 menit 10 detik (1:30:10) yang dicapai pada kejuaraan nasional atletik Jatim Open, 24 Maret 2012 lalu.
Sedangkan untuk medali perak pada nomor ini direbut atlet tuan rumah Kristian L Tobing dengan catatan waktu satu jam 33 menit 40 detik (1:33:40), sedangkan perunggu direbut atlet Jateng Sutrisno dengan catatan waktu satu jam 35 menit 45 detik (1:35:45).
Hendro merasa bersyukur bisa meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor nasional. Pasalnya, putra dari pasangan Yap soeng peng dan Melati ini masih dalam kondisi sakit. "Sebenarnya saya masih dalam kondisi tidak fit," singkatnya.
Atlet yang hobi bermain bola ini mengakui bahwa saat dua putaran terakhir dirinya sempat akan menyerah karena sangat kelelahan tetapi berkat dukungan teman-teman tim Jawa Barat, dirinya berusaha menahan dan semakin termotivasi sampai akhirnya mencapai garis finis.
"Jujur, sebenarnya saya sempat akan menyerah karena kelelahan saat dua putaran menjelang garis finis tetapi berkat dukungan teman-teman dari Jabar, saya berusaha melanjutkannya,"ungkap Hendro.
Menurut Hendro, dirinya tidak terlalu memaksakan untuk memecahkan rekor karena kondisi dirinya yang sakit. Tapi dengan tekad dan kepercayaan dirinya yang kuat akhirnya selain mendapat emas, dirinya juga memecahkan rekornas.
Ia menambahkan, dirinya menjalani persiapan dengan latihan secara rutin, yaitu tiga bulan latihan di Yogyakarta kemudian tiga bulan sebelum PON, dirinya berlatih di Korea di bawah bimbingan pelatih Lie Chengwoo.
"Saya bersyukur bisa menjadi yang terbaik dan memecahkan rekornas, selain untuk orang tua,saya persembahkan medali ini juga untuk seluruh masyarakat Jawa Barat " katanya sambil tersenyum.
Nomor 20.000 meter ini merupakan nomor andalan Hendro. Dirinya juga meyakini, jika saat pertandingan di nomor 10 kilometer lalu tidak dicurangi, ia bisa mempersembahkan dua medali emas.
Medali emas yang diraih Hendro juga merupakan emas terakhir bagi cabor atletik Jabar. Tidak hanya menyumbangkan medali emas bagi Jawa Barat. Atlet kelahiran Medan, 24 Oktober 1990 lalu itu bisa menjadi yang terbaik setelah berhasil mempertajam rekor nasional (rekornas) jalan cepat 20 kilometer pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII2012 Riau.
Hendro berhasil mencapai garis finis dengan catatan waktu satu jam 29 menit 35 detik (1:29:35). Sedangkan rekor nasional atas namanya sendiri adalah satu jam 30 menit 10 detik (1:30:10) yang dicapai pada kejuaraan nasional atletik Jatim Open, 24 Maret 2012 lalu.
Sedangkan untuk medali perak pada nomor ini direbut atlet tuan rumah Kristian L Tobing dengan catatan waktu satu jam 33 menit 40 detik (1:33:40), sedangkan perunggu direbut atlet Jateng Sutrisno dengan catatan waktu satu jam 35 menit 45 detik (1:35:45).
Hendro merasa bersyukur bisa meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor nasional. Pasalnya, putra dari pasangan Yap soeng peng dan Melati ini masih dalam kondisi sakit. "Sebenarnya saya masih dalam kondisi tidak fit," singkatnya.
Atlet yang hobi bermain bola ini mengakui bahwa saat dua putaran terakhir dirinya sempat akan menyerah karena sangat kelelahan tetapi berkat dukungan teman-teman tim Jawa Barat, dirinya berusaha menahan dan semakin termotivasi sampai akhirnya mencapai garis finis.
"Jujur, sebenarnya saya sempat akan menyerah karena kelelahan saat dua putaran menjelang garis finis tetapi berkat dukungan teman-teman dari Jabar, saya berusaha melanjutkannya,"ungkap Hendro.
Menurut Hendro, dirinya tidak terlalu memaksakan untuk memecahkan rekor karena kondisi dirinya yang sakit. Tapi dengan tekad dan kepercayaan dirinya yang kuat akhirnya selain mendapat emas, dirinya juga memecahkan rekornas.
Ia menambahkan, dirinya menjalani persiapan dengan latihan secara rutin, yaitu tiga bulan latihan di Yogyakarta kemudian tiga bulan sebelum PON, dirinya berlatih di Korea di bawah bimbingan pelatih Lie Chengwoo.
"Saya bersyukur bisa menjadi yang terbaik dan memecahkan rekornas, selain untuk orang tua,saya persembahkan medali ini juga untuk seluruh masyarakat Jawa Barat " katanya sambil tersenyum.
Nomor 20.000 meter ini merupakan nomor andalan Hendro. Dirinya juga meyakini, jika saat pertandingan di nomor 10 kilometer lalu tidak dicurangi, ia bisa mempersembahkan dua medali emas.
(aww)