Tim voli pasir DIY cetak hatrick emas
Selasa, 18 September 2012 - 14:07 WIB
Tim voli pasir DIY cetak hatrick emas
A
A
A
Sindonews.com - Pasangan putra bola voli pasir Dadang Mustofa dan Ade Candra Rahmawan berhasil menambah perolehan medali emas untuk kontingen DIY pada PON XVIII/2012 Riau setelah mereka mengalahkan tim Bali. Tak hanya itu, tim voli DIY juga berhasil mencatatkan rekor mampu meraih emas di tiga PON secara beruntun.
Pelatih Bola Voli Pasir Putra DIY Djoko Sutrisno mengatakan, medali emas yang diraih anak didiknya bisa dijadikan obat luka atas keterpurukan Kontingen DIY di PON Riau 2012 ini. "Semoga ini bisa menjadi kebanggaan bagi DIY, bahwa kami selalu bisa melahirkan atlet-atlet bola voli pasir di kancah nasional," katanya, Selasa (18/9/2012).
Dalam tiga gelaran PON terakhir, untuk cabang olahraga (cabor) ini, medali emas memang selalu menjadi milik Kontingen DIY. Di mulai dari PON 2004 di Sumatera Selatan Kontingan DIY mampu mengalahkan DKI Jakarta, PON 2008 di Kalimantan Timur dengan mengalahkan Jawa Timur dan PON 2012 Riau mencukur Bali.
Hebatnya lagi, materi pemain dari PON ke PON selalu berbeda. Djoko pun berambisi pada PON 2016 mendatang, medali emas kembali direbut pasukannya. Kemungkinan besar pada PON 2016, materi pemain tetap dipercayakan kepada Dadang dan Ade Candra. "Tiga kali PON, kita selalu meraih emas. Mungkin PON 2016, Dadang dan Ade Candra masih bisa diandalkan," jelasnya.
Djoko mengatakan, Dadang dan ade Candra masih punya peluang menjadi bagian Kontingen DIY untuk PON 2016 mendatang. Keduanya masih relatif muda sehingga punya potensi untuk berkembang menjadi lebih baik lagi. "Keduanya kelahiran tahun 1992. Masih muda dan bisa berkembang lebih bagus lagi," ungkapnya.
Menurut dia, kesuksesan anak didiknya menyabet medali emas di PON Riau ini karena tim sudah dibentuk secara matang. Keduanya sudah jauh-jauh hari disiapkan menghadapi even olahraga empat tahunan tersebut. "Tim dibentuk sudah lama, sehingga bisa tampil solid. Juru teknis dan nonteknis tim juga bekerja maksimal untuk prestasi atlet. Jadi inilah hasil yang sukses diraih," ungkapnya.
Dia tidak menyembuyikan kegembiraannya atas hasil maksimal yang diraih tim. Tidak lupa, dia mengucapkan terima kasih atas dukungan warga DIY atas perjuangan para atlet, khususnya untuk atlet bola voli pasir. "Medali emas ini kami dedikasikan kepada warga DIY atas doa dan dukungan yang sudah diberikan kepada tim," tuturnya.
Langkah Dadang - Ade Candra di PON 2012 memang mengesankan. Sebelum menekuk pasangan I Wayan Indrawan - I Putut Juniartha dari Bali di final, tim DIY juga sukses mengalahkan tim unggulan Jawa Timur pasangan Abdul Wakhid dan Candra Kurniawan di semi final.
Pelatih Bola Voli Pasir Putra DIY Djoko Sutrisno mengatakan, medali emas yang diraih anak didiknya bisa dijadikan obat luka atas keterpurukan Kontingen DIY di PON Riau 2012 ini. "Semoga ini bisa menjadi kebanggaan bagi DIY, bahwa kami selalu bisa melahirkan atlet-atlet bola voli pasir di kancah nasional," katanya, Selasa (18/9/2012).
Dalam tiga gelaran PON terakhir, untuk cabang olahraga (cabor) ini, medali emas memang selalu menjadi milik Kontingen DIY. Di mulai dari PON 2004 di Sumatera Selatan Kontingan DIY mampu mengalahkan DKI Jakarta, PON 2008 di Kalimantan Timur dengan mengalahkan Jawa Timur dan PON 2012 Riau mencukur Bali.
Hebatnya lagi, materi pemain dari PON ke PON selalu berbeda. Djoko pun berambisi pada PON 2016 mendatang, medali emas kembali direbut pasukannya. Kemungkinan besar pada PON 2016, materi pemain tetap dipercayakan kepada Dadang dan Ade Candra. "Tiga kali PON, kita selalu meraih emas. Mungkin PON 2016, Dadang dan Ade Candra masih bisa diandalkan," jelasnya.
Djoko mengatakan, Dadang dan ade Candra masih punya peluang menjadi bagian Kontingen DIY untuk PON 2016 mendatang. Keduanya masih relatif muda sehingga punya potensi untuk berkembang menjadi lebih baik lagi. "Keduanya kelahiran tahun 1992. Masih muda dan bisa berkembang lebih bagus lagi," ungkapnya.
Menurut dia, kesuksesan anak didiknya menyabet medali emas di PON Riau ini karena tim sudah dibentuk secara matang. Keduanya sudah jauh-jauh hari disiapkan menghadapi even olahraga empat tahunan tersebut. "Tim dibentuk sudah lama, sehingga bisa tampil solid. Juru teknis dan nonteknis tim juga bekerja maksimal untuk prestasi atlet. Jadi inilah hasil yang sukses diraih," ungkapnya.
Dia tidak menyembuyikan kegembiraannya atas hasil maksimal yang diraih tim. Tidak lupa, dia mengucapkan terima kasih atas dukungan warga DIY atas perjuangan para atlet, khususnya untuk atlet bola voli pasir. "Medali emas ini kami dedikasikan kepada warga DIY atas doa dan dukungan yang sudah diberikan kepada tim," tuturnya.
Langkah Dadang - Ade Candra di PON 2012 memang mengesankan. Sebelum menekuk pasangan I Wayan Indrawan - I Putut Juniartha dari Bali di final, tim DIY juga sukses mengalahkan tim unggulan Jawa Timur pasangan Abdul Wakhid dan Candra Kurniawan di semi final.
(akr)