Pesenam DKI kuasai arena senam
Selasa, 18 September 2012 - 22:36 WIB
Pesenam DKI kuasai arena senam
A
A
A
Sindonews.com - DKI Jakarta kembali membuktikan kelasnya di cabang senam. Jika sebelumnya DKI merajai senam ritmik, kontingen Ibu Kota itu kembali merajai senam aerobik di Hall Senam Komplek Olahraga Rumbai, Pekanbaru, Riau, Selasa (18/9).
Meski cabang senang aerobik sempat tertunda sehari sebelumnya, pertandingan yang hanya disaksikan beberapa pasang mata itu berjalan lancar sesuai jadwal. Dari empat medali yang diperlombakan, yaitu kategori tunggal putra, tunggal putri, berpasangan, dan trio, DKI menyapu bersih medali emas.
Medali pertama disumbangkan Lody Lontoh yang turun berpasangan dengan Tyana Dewi. Mereka berhak atas emas setelah mengumpulkan poin tertinggi 20.050, dengan rincian nilai 8,25 untuk kategori artistik, 8,55 untuk eksekusi, dan 3,35 untuk tingkat kesulitan.
Sementara medali perak nomor itu disabet pasangan Kalimantan Timur (Kaltim) Endang Saputra dan Yuanita Mailussia dengan poin 18.450, dan medali perunggu diraih pasangan Jambi Windra dan Veronica Siboea dengan poin 18.450.
“Hasil hari ini memuaskan. Saya pun sudah memberikan performa terbaik buat DKI, meski mendapat lawan tangguh seperti Dila,” ungkap Lody yang sudah mengantongi enam emas sejak keikutsertaannya di PON 2000.
Bagi Lody, kemenangan ini pantas diraih lantaran tim senam DKI telah jauh hari berlatih ke luar negeri. “Kita berlatih di Jakarta dan mengikuti kejuaraan di Jepang dan Bulgaria untuk uji coba,” lanjut pesenam berusia 31 tahun tersebut.
Sementara medali emas kedua DKI berasal dari tunggal putra. Claudio Marcelo yang bersaing dengan pesenema Kaltim, Jambi, dan Riau, tampil menawan dengan poin tertinggi 20.800. Sedangkan Sugianto F Julian dari Kaltim berhak meraih perak dan Windra Lismana asal Jambi harus puas meraih perunggu.
Medali ketiga DKI kembali disumbangkan Tyana yang kembali turun di nomor tunggal putri. Dengan memperagakan gerakan yang cukup sulit, Tyana berhasil meraih nilai tertinggi 19.850 sekaligus meninggalkan pesenam Lampung Umi Sri Haryami di tempat kedua dengan nilai 18.200. Sedangkan peringkat ketiga ditempati pesenam Jambi Veronica Siboea dengan nilai 17.500.
Di pertandingan terakhir, trio pesenam DKI Jakarta, Firdaus Hendri, Faisal Amirullah, dan Lody berhasil melengkapi dominasi DKI sekaligus memastikan kontingen Ibu Kota melakukan sapu bersih di nomor aerobik. Trio asal DKI itu berhak atas emas setelah mengumpulkan nilai 20.450. Medali perak diraih trio Jawa Tengah (Jateng) yang diperkuat Nur Wahid dengan nilai 19.350. Sementara Endang Saputra dkk dari Kaltim berhasil merebut medali perunggu dengan nilai 18.326.
Tambahan 4 medali emas dari nomor aerobik itu membuat kontingen DKI semakin mantap di cabang senam. Mereka bahkan dinobatkan sebagai juara umum setelah mengumpulkan 13 medali emas, 5 perak, dan 1 perunggu dari 26 nomor yang dipertandingkan di cabor senam.
Dominasi DKI hanya mampu disaingi Jawa Timur (Jatim) yang merebut 7 emas, 7 perak, dan 4 medali perunggu. Adapun peringkat ketiga ditempati Kaltim dengan raihan 3 emas, 3 perak, dan 2 perunggu.
Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Senam Seluruh Indonesia (Pengprov Persani) DKI Jakarta Firmansyah mengatakan, raihan ini berhasil mengulang sukses DKI di PON 2008, Kaltim, yakni merebut juara umum.
''Setelah kita latihan di Tashkent (Kazakshtan) ada peningkatan yang cukup signifikan. Sehingga, perolehan medali dapat melonjak. Contohnya di nomor aerobik ini. Meski ditargetkan meraih dua emas, anak-anak justru sapu bersih medali,” ujarnya.
Meski cabang senang aerobik sempat tertunda sehari sebelumnya, pertandingan yang hanya disaksikan beberapa pasang mata itu berjalan lancar sesuai jadwal. Dari empat medali yang diperlombakan, yaitu kategori tunggal putra, tunggal putri, berpasangan, dan trio, DKI menyapu bersih medali emas.
Medali pertama disumbangkan Lody Lontoh yang turun berpasangan dengan Tyana Dewi. Mereka berhak atas emas setelah mengumpulkan poin tertinggi 20.050, dengan rincian nilai 8,25 untuk kategori artistik, 8,55 untuk eksekusi, dan 3,35 untuk tingkat kesulitan.
Sementara medali perak nomor itu disabet pasangan Kalimantan Timur (Kaltim) Endang Saputra dan Yuanita Mailussia dengan poin 18.450, dan medali perunggu diraih pasangan Jambi Windra dan Veronica Siboea dengan poin 18.450.
“Hasil hari ini memuaskan. Saya pun sudah memberikan performa terbaik buat DKI, meski mendapat lawan tangguh seperti Dila,” ungkap Lody yang sudah mengantongi enam emas sejak keikutsertaannya di PON 2000.
Bagi Lody, kemenangan ini pantas diraih lantaran tim senam DKI telah jauh hari berlatih ke luar negeri. “Kita berlatih di Jakarta dan mengikuti kejuaraan di Jepang dan Bulgaria untuk uji coba,” lanjut pesenam berusia 31 tahun tersebut.
Sementara medali emas kedua DKI berasal dari tunggal putra. Claudio Marcelo yang bersaing dengan pesenema Kaltim, Jambi, dan Riau, tampil menawan dengan poin tertinggi 20.800. Sedangkan Sugianto F Julian dari Kaltim berhak meraih perak dan Windra Lismana asal Jambi harus puas meraih perunggu.
Medali ketiga DKI kembali disumbangkan Tyana yang kembali turun di nomor tunggal putri. Dengan memperagakan gerakan yang cukup sulit, Tyana berhasil meraih nilai tertinggi 19.850 sekaligus meninggalkan pesenam Lampung Umi Sri Haryami di tempat kedua dengan nilai 18.200. Sedangkan peringkat ketiga ditempati pesenam Jambi Veronica Siboea dengan nilai 17.500.
Di pertandingan terakhir, trio pesenam DKI Jakarta, Firdaus Hendri, Faisal Amirullah, dan Lody berhasil melengkapi dominasi DKI sekaligus memastikan kontingen Ibu Kota melakukan sapu bersih di nomor aerobik. Trio asal DKI itu berhak atas emas setelah mengumpulkan nilai 20.450. Medali perak diraih trio Jawa Tengah (Jateng) yang diperkuat Nur Wahid dengan nilai 19.350. Sementara Endang Saputra dkk dari Kaltim berhasil merebut medali perunggu dengan nilai 18.326.
Tambahan 4 medali emas dari nomor aerobik itu membuat kontingen DKI semakin mantap di cabang senam. Mereka bahkan dinobatkan sebagai juara umum setelah mengumpulkan 13 medali emas, 5 perak, dan 1 perunggu dari 26 nomor yang dipertandingkan di cabor senam.
Dominasi DKI hanya mampu disaingi Jawa Timur (Jatim) yang merebut 7 emas, 7 perak, dan 4 medali perunggu. Adapun peringkat ketiga ditempati Kaltim dengan raihan 3 emas, 3 perak, dan 2 perunggu.
Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Senam Seluruh Indonesia (Pengprov Persani) DKI Jakarta Firmansyah mengatakan, raihan ini berhasil mengulang sukses DKI di PON 2008, Kaltim, yakni merebut juara umum.
''Setelah kita latihan di Tashkent (Kazakshtan) ada peningkatan yang cukup signifikan. Sehingga, perolehan medali dapat melonjak. Contohnya di nomor aerobik ini. Meski ditargetkan meraih dua emas, anak-anak justru sapu bersih medali,” ujarnya.
(aww)