Petenis DKI berpesta emas
Selasa, 18 September 2012 - 22:40 WIB
Petenis DKI berpesta emas
A
A
A
Sindonews.com - Tim tenis DKI Jakarta menambah dua medali emas di Stadion Tenis PTPN V, Pekanbaru, Selasa (18/9). Tambahan itu membuat DKI memimpin klasemen perolehan medali cabang olahraga (cabor) tenis dengan torehan tiga emas di PON XVIII/2012 Riau.
Tambahan dua emas diraih kontingen tenis DKI dari ganda putri dan ganda campuran. Medali pertama DKI dipersembahkan ganda putri, Aldila Sutjiadi/Athena Natalia. Mereka sukses mengalahkan duet putri Yogyakarta Rani Fitriya Wardhani/Rekyan Woro dengan rubber set, 3-6, 6-1, 10-7.
Hasil ini tentu saja membuat kedua petenis putri DKI itu senang, terutama Aldila yang mempersembahkan emas kedua bagi kontingen Ibu Kota di multievent empat tahunan tersebut. Sebelumnya, dia terlebih dahulu menyuguhkan emas di nomor beregu putri.
Pada pertandingan final ganda putri tersebut, kedua petenis DKI ini sempat mengalami kesulitan di awal-awal laga. Bermain di bawah teriknya matahari membuat mereka harus mengakui pasangan Yogyakarta.
Namun, pada set kedua, mereka berhasil menemukan irama permainan. Mereka pun mampu membuktikan kepada pendukung DKI yang hadir di Stadion Tenis PTPN V, yakni mempersembahkan medali emas.
“Saya sempat tegang pada set pertama. Setelah itu, saya mulai bermain apik setelah menemukan permainan ketika kedudukan 3-0,” kata Aldila. ''Permainan kami terus menanjak hingga set penentuan. Kami menjaganya hingga meraih kemenangan. Ini merupakan PON pertama saya, apalagi langsung bisa meraih dua emas,” ujar Aldila.
Aldila mengaku timnya seharusnya mendapatkan kemenangan itu dengan mudah. Sebab, di atas kertas, timnya lebih unggul ketimbang pasangan Yogyakarta tersebut. Tapi, teriknya matahari siang kemarin membuat permainannya bersama Athena sedikit terganggu. Itu terbukti saat pihaknya kurang fokus di set pertama.
Selain itu, Aldila mengaku bahwa lawan meeka bermain dengan baik. Mereka membuatnya kewalahan di awal pertandingan, kendati Aldila/Athena berhasil menemukan ritme permainan lebih baik dengan mengambil set kedua dan ketiga.
Sementara medali emas kedua dipersembahkan pasangan ganda campuran Athena Natalia/Ekky Hamzah seusai mengalahkan sesama petenis DKI, Vony Darlina/Ega Uneputty 4-6, 6-3, 10-8. Pencapaian itu membuat DKI memiliki peluang meraih juara umum di cabor tenis. Apalagi, setelah Aldila dan Vony bakal tampil di partai final tunggal putri.
Keberhasilan dua petenis putri DKI itu melaju ke final setelah Aldila berhasil menyudahi perlawanan petenis Jawa Tengah (Jateng) Cynthia Melita 3-6, 6-0, 6-4. Sedangkan Vony sukses menundukkan petenis tuan rumah Heravita Mediana 6-2, 7-6.
“Kita berhasil menambah emas di sektor ganda putri dan campuran. Apalagi, kita bisa ciptakan final mix double dan tunggal putri di final. Tapi, kita tetap main nothing to lose saja,” kata Pelatih Tenis Putri DKI Roy Morison, kemarin.
Sementara itu, pada nomor ganda putra, pasangan tuan rumah David Agung Susanto dengan Tito Parulian berhasil meraih medali emas setelah menundukkan Ariya Mahendra/Tio Juliandi asal Papua Barat 6-1, 6-2.
Tambahan dua emas diraih kontingen tenis DKI dari ganda putri dan ganda campuran. Medali pertama DKI dipersembahkan ganda putri, Aldila Sutjiadi/Athena Natalia. Mereka sukses mengalahkan duet putri Yogyakarta Rani Fitriya Wardhani/Rekyan Woro dengan rubber set, 3-6, 6-1, 10-7.
Hasil ini tentu saja membuat kedua petenis putri DKI itu senang, terutama Aldila yang mempersembahkan emas kedua bagi kontingen Ibu Kota di multievent empat tahunan tersebut. Sebelumnya, dia terlebih dahulu menyuguhkan emas di nomor beregu putri.
Pada pertandingan final ganda putri tersebut, kedua petenis DKI ini sempat mengalami kesulitan di awal-awal laga. Bermain di bawah teriknya matahari membuat mereka harus mengakui pasangan Yogyakarta.
Namun, pada set kedua, mereka berhasil menemukan irama permainan. Mereka pun mampu membuktikan kepada pendukung DKI yang hadir di Stadion Tenis PTPN V, yakni mempersembahkan medali emas.
“Saya sempat tegang pada set pertama. Setelah itu, saya mulai bermain apik setelah menemukan permainan ketika kedudukan 3-0,” kata Aldila. ''Permainan kami terus menanjak hingga set penentuan. Kami menjaganya hingga meraih kemenangan. Ini merupakan PON pertama saya, apalagi langsung bisa meraih dua emas,” ujar Aldila.
Aldila mengaku timnya seharusnya mendapatkan kemenangan itu dengan mudah. Sebab, di atas kertas, timnya lebih unggul ketimbang pasangan Yogyakarta tersebut. Tapi, teriknya matahari siang kemarin membuat permainannya bersama Athena sedikit terganggu. Itu terbukti saat pihaknya kurang fokus di set pertama.
Selain itu, Aldila mengaku bahwa lawan meeka bermain dengan baik. Mereka membuatnya kewalahan di awal pertandingan, kendati Aldila/Athena berhasil menemukan ritme permainan lebih baik dengan mengambil set kedua dan ketiga.
Sementara medali emas kedua dipersembahkan pasangan ganda campuran Athena Natalia/Ekky Hamzah seusai mengalahkan sesama petenis DKI, Vony Darlina/Ega Uneputty 4-6, 6-3, 10-8. Pencapaian itu membuat DKI memiliki peluang meraih juara umum di cabor tenis. Apalagi, setelah Aldila dan Vony bakal tampil di partai final tunggal putri.
Keberhasilan dua petenis putri DKI itu melaju ke final setelah Aldila berhasil menyudahi perlawanan petenis Jawa Tengah (Jateng) Cynthia Melita 3-6, 6-0, 6-4. Sedangkan Vony sukses menundukkan petenis tuan rumah Heravita Mediana 6-2, 7-6.
“Kita berhasil menambah emas di sektor ganda putri dan campuran. Apalagi, kita bisa ciptakan final mix double dan tunggal putri di final. Tapi, kita tetap main nothing to lose saja,” kata Pelatih Tenis Putri DKI Roy Morison, kemarin.
Sementara itu, pada nomor ganda putra, pasangan tuan rumah David Agung Susanto dengan Tito Parulian berhasil meraih medali emas setelah menundukkan Ariya Mahendra/Tio Juliandi asal Papua Barat 6-1, 6-2.
(aww)