Atlet terpeleset, target panjat tebing Jatim meleset
Selasa, 18 September 2012 - 22:49 WIB
Atlet terpeleset, target panjat tebing Jatim meleset
A
A
A
Sindonews.com - Digadang-gadang menjadi salah satu lumbung emas Jawa Timur, cabang olahraga panjat tebing menuai hasil jeblok. Tiga medali emas kembali melayang dalam perlombaan yang digelar di area Universitas Negeri Riau, Pekanbaru, Selasa (18/9).
Kegagalan tim panjat tebing Jatim diawal dari nomor final boulder tim campuran. Regu Jatim yang diperkuat Aan Aviansyah, Fitria Hartini, Nurmansyah, Wilda dan kapten Tim Ronald Mamarimbing hanya mampu meraih medali perak.
Sedangkan emas jatuh ke tangan tuan rumah Riau. Tuan rumah menurunkan Ade Andriani, Nita Seprida, Eka Bayu Prabowo, Syahrurrozi dengan kapten tim Dani Saputra. Disusul perunggu didulang tim Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Hasil lebih buruk berlanjut di nomor panjat tebing world record speed putri. Andalan Jawa Timur Ita Triana hanya mampu meraih medali perunggu. Sementara DKI Jakarta yang menjadi saingan kontingen Jatim dalam perebutan juara umum PON memborong medali emas dan perak. Masing-masing atas nama Tita Puspita dan Puji Lestari.
Tim panjat tebing Jatim semakin lemas setelah di final ketiga Galar Pandu Asmoro yang diprediksi meraih emas justru hanya mendulang perunggu. Ironisnya kegagalan Galar juga karena kesalahan sendiri. Entah kenapa pemanjat senior nasional itu kembali terpeleset.
Kegagalan meraih emas membuat tim panjat tebing Jatim terpuruk. Hingga hari terakhir perlombaan, panjat tebing Jatim hanya meraih 2 emas, 5 perak dan 5 perunggu. Hasil ini jelas mengecewakan. Sebab, tim panjat tebing ditargetkan minimal mendapatkan tujuh emas.
Terkait kegagalan mencapai target, Pelatih Jatim Danu Kusworo mengatakan jika absennya Evi Niliwati menjadi salah satu faktor. "Terutama Jabar makin semangat setelah tahu Evi tidak tampil karena kecelakaan. Kalau di Boulder sebenarnya, secera kualitas kita tidak kalah," ucapnya.
Kegagalan tim panjat tebing Jatim diawal dari nomor final boulder tim campuran. Regu Jatim yang diperkuat Aan Aviansyah, Fitria Hartini, Nurmansyah, Wilda dan kapten Tim Ronald Mamarimbing hanya mampu meraih medali perak.
Sedangkan emas jatuh ke tangan tuan rumah Riau. Tuan rumah menurunkan Ade Andriani, Nita Seprida, Eka Bayu Prabowo, Syahrurrozi dengan kapten tim Dani Saputra. Disusul perunggu didulang tim Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Hasil lebih buruk berlanjut di nomor panjat tebing world record speed putri. Andalan Jawa Timur Ita Triana hanya mampu meraih medali perunggu. Sementara DKI Jakarta yang menjadi saingan kontingen Jatim dalam perebutan juara umum PON memborong medali emas dan perak. Masing-masing atas nama Tita Puspita dan Puji Lestari.
Tim panjat tebing Jatim semakin lemas setelah di final ketiga Galar Pandu Asmoro yang diprediksi meraih emas justru hanya mendulang perunggu. Ironisnya kegagalan Galar juga karena kesalahan sendiri. Entah kenapa pemanjat senior nasional itu kembali terpeleset.
Kegagalan meraih emas membuat tim panjat tebing Jatim terpuruk. Hingga hari terakhir perlombaan, panjat tebing Jatim hanya meraih 2 emas, 5 perak dan 5 perunggu. Hasil ini jelas mengecewakan. Sebab, tim panjat tebing ditargetkan minimal mendapatkan tujuh emas.
Terkait kegagalan mencapai target, Pelatih Jatim Danu Kusworo mengatakan jika absennya Evi Niliwati menjadi salah satu faktor. "Terutama Jabar makin semangat setelah tahu Evi tidak tampil karena kecelakaan. Kalau di Boulder sebenarnya, secera kualitas kita tidak kalah," ucapnya.
(aww)