Diah dapat emas, tapi beregu lepas
Selasa, 18 September 2012 - 23:12 WIB
Diah dapat emas, tapi beregu lepas
A
A
A
Sindonews.com - Memiliki atlet yang turun di Olimpiade London, Diah Permatasari, tidak menjamin tim anggar Jatim bisa mengamankan target dua medali emas. Hingga akhir pertandingan, Jatim hanya mendapatkan satu emas dan satu perunggu.Lepasnya satu emas terjadi di nomor sabel beregu putri.Meski diperkuat Diah Permatasari, namun dua rekannya Maria Wouran dan Tri Susilowati tak bisa mengimbangi. Sangat terlihat kualitas keduanya sangat timpang ketika di babak semifinal menghadapi Sumatera Utara. Sedangkan Sumut menurunkan empat atlet, yakni Reni, Novi, Elsa dan Zakiah.
Sebenarnya kekuatan Sumut juga tidak merata. Namun dengan jumlah pemain lebih banyak dipastikan fisik juga lebih unggul. Sementara tenaga trio Jatim bisa jadi terukuras. Apalagi "Sang Pemukul" Diah Permatasari juga sudah tampil habis-habisan ketika meraih medali emas di nomor sabel putri perorangan.
Pada pertandingan semifinal, Jatim banyak kehilangan poin di Tri Susilowati dan Maria Wouran. Bahkan pada pertandingan terakhir, Jatim sudah tertinggal 26-40. Diah yang turun terakhir sebenarnya mampu menciptakan banyak poin. Sayang jaraknya terlampau jauh. Jatim menyerah 37-45 dari Sumsel. Kekalahan ini membuat Jatim harus puas dengan medali perunggu. "Sumsel memang bagus. Untuk saat ini, mereka rajanya anggar," kata Ketua Pengprov IKASI Jatim, Lutfil Hakim.Diakui Lutfi, keunggulan jumlah komposisi pemain juga berpengaruh pada peforma Sumsel di babak semifinal. "Mereka main empat orang, sedangkan kita tiga orang.Sehingga lawan bisa save dari sisi tenaga. Kita tidak punya pemain lain yang seimbang, ," keluhnya.
Menanggapi kegagalan meraih target dua emas, Lutfi mengatakan akan menjadi evaluasi setelah PON berakhir, "Kedepan, Jatim akan membangun sentralisasi cabor anggar. Di Sumsel ada PPLP. Setelah, PON Jatim akan coba seperti Sumsel. Kami kesulitan untuk pembibitan, " pungkasnya.
Sebenarnya kekuatan Sumut juga tidak merata. Namun dengan jumlah pemain lebih banyak dipastikan fisik juga lebih unggul. Sementara tenaga trio Jatim bisa jadi terukuras. Apalagi "Sang Pemukul" Diah Permatasari juga sudah tampil habis-habisan ketika meraih medali emas di nomor sabel putri perorangan.
Pada pertandingan semifinal, Jatim banyak kehilangan poin di Tri Susilowati dan Maria Wouran. Bahkan pada pertandingan terakhir, Jatim sudah tertinggal 26-40. Diah yang turun terakhir sebenarnya mampu menciptakan banyak poin. Sayang jaraknya terlampau jauh. Jatim menyerah 37-45 dari Sumsel. Kekalahan ini membuat Jatim harus puas dengan medali perunggu. "Sumsel memang bagus. Untuk saat ini, mereka rajanya anggar," kata Ketua Pengprov IKASI Jatim, Lutfil Hakim.Diakui Lutfi, keunggulan jumlah komposisi pemain juga berpengaruh pada peforma Sumsel di babak semifinal. "Mereka main empat orang, sedangkan kita tiga orang.Sehingga lawan bisa save dari sisi tenaga. Kita tidak punya pemain lain yang seimbang, ," keluhnya.
Menanggapi kegagalan meraih target dua emas, Lutfi mengatakan akan menjadi evaluasi setelah PON berakhir, "Kedepan, Jatim akan membangun sentralisasi cabor anggar. Di Sumsel ada PPLP. Setelah, PON Jatim akan coba seperti Sumsel. Kami kesulitan untuk pembibitan, " pungkasnya.
(aww)