Tim sofbol DKI terlalu perkasa
Selasa, 18 September 2012 - 23:21 WIB
Tim sofbol DKI terlalu perkasa
A
A
A
Sindonews.com - Kontingen sofbol DKI Jakarta masih terlalu kuat di PON XVIII/2012. Itu terbukti dengan torehan dua emas yang direbut tim putra-putri DKI pada babak final di Lapangan Sofbol Komplek Universitas Lancang Kuning, Rumbai, Riau, kemarin.
Emas pertama DKI di cabang sofbol dipersembahkan tim putri setelah mengalahkan Papua 13-0. Berdasarkan mercy rule, DKI dinyatakan berhak atas emas setelah melebihi keunggulan tujuh angka atas lawannya.
Sementara di tim putra, DKI tak memiliki lawan sebanding. Mereka terlalu mendominasi permainan, terutama saat melumat tim Kalimantan Timur (Kaltim) dengan skor 15-4. Keberhasilan tim sofbol putra-putri DKI itu sekaligus merealisasikan target dua medali emas yang dicanangkan di PON tahun ini.
Keberhasilan itu sekaligus menegaskan bahwa tim Ibu Kota tak terpengaruh dengan adanya regulasi baru, yakni pembatasan usia yang boleh berpartisipasi di multievent empat tahunan tersebut. Itu dibuktikan mereka sejak menjalani babak kualifikasi hingga memastikan emas, kemarin.
Yang jelas, keberhasilan di Riau membuat DKI masih terlalu perkasa di cabang tersebut. Bukan hanya mencetak hattrick emas sejak PON 2004 di Palembang, Sumatera Selatan, tapi juga mendominasi cabang itu sejak PON 1996.
Manajer Sofbol DKI Budi Wibowo puas dengan pencapaian tersebut. Dia menilai timnya mampu mempertahankan tradisi emas di cabang sofbol, apalagi mereka juga menyabetnya di PON 2008, Kalimantan Timur.
Budi berharap keberhasilan sofbol ini diikuti tim bisbol DKI. “Kami masih menunggu hasilnya besok (hari ini), yakni ketika DKI meladeni Lampung di partai final. Kami ingin DKI juga mendominasi bisbol,” ungkapnya.
Soal kemenangan tim sofbol DKI, Budi menyebut kerja keras untuk memberikan yang terbaik menjadi kunci keberhasilan. Itu terbukti ketika timnya tak menyerah meski sempat mengalami kendala hingga inning keempat. Tapi, keberuntungan berpihak kepada timnya saat menjalani inning berikutnya. Buruknya pertahanan tim putri Papua membuat DKI merebut 12 angka.
Pesta kemenangan pun berlanjut di bagian putra, terutama sejak DKI mendominasi perolehan angka 5-1 di inning kedua. Hingga inning kelima, determinasi DKI tak terbendung hingga memastikan kemenangan dengan skor 15-4. Sementara medali perunggu diraih Jawa Barat (Jabar) di sektor putri dan Jawa Timur (Jatim) di bagian putra.
Budi berharap kemenangan di Riau ini akan berlanjut ketika DKI menjalani PON 2016 di Jabar. Bukan hanya keinginan mempertahankan tradisi emas di multievent itu, tapi juga sebagai penegasan bahwa DKI pantas menjadi kiblat cabang sofbol dan bisbol di Tanah Air.
Kendati demikian, pihaknya akan tetap mengupayakan perbaikan menyeluruh. Dia tak ingin pencapaian positif yang telah diraih di Riau akan menurun ketika tampil di PON berikutnya. ''Kami terus memiliki harapan menjadi yang terbaik di cabang itu dan kami akan membuktikannya empat tahun mendatang,” tegasnya.
Emas pertama DKI di cabang sofbol dipersembahkan tim putri setelah mengalahkan Papua 13-0. Berdasarkan mercy rule, DKI dinyatakan berhak atas emas setelah melebihi keunggulan tujuh angka atas lawannya.
Sementara di tim putra, DKI tak memiliki lawan sebanding. Mereka terlalu mendominasi permainan, terutama saat melumat tim Kalimantan Timur (Kaltim) dengan skor 15-4. Keberhasilan tim sofbol putra-putri DKI itu sekaligus merealisasikan target dua medali emas yang dicanangkan di PON tahun ini.
Keberhasilan itu sekaligus menegaskan bahwa tim Ibu Kota tak terpengaruh dengan adanya regulasi baru, yakni pembatasan usia yang boleh berpartisipasi di multievent empat tahunan tersebut. Itu dibuktikan mereka sejak menjalani babak kualifikasi hingga memastikan emas, kemarin.
Yang jelas, keberhasilan di Riau membuat DKI masih terlalu perkasa di cabang tersebut. Bukan hanya mencetak hattrick emas sejak PON 2004 di Palembang, Sumatera Selatan, tapi juga mendominasi cabang itu sejak PON 1996.
Manajer Sofbol DKI Budi Wibowo puas dengan pencapaian tersebut. Dia menilai timnya mampu mempertahankan tradisi emas di cabang sofbol, apalagi mereka juga menyabetnya di PON 2008, Kalimantan Timur.
Budi berharap keberhasilan sofbol ini diikuti tim bisbol DKI. “Kami masih menunggu hasilnya besok (hari ini), yakni ketika DKI meladeni Lampung di partai final. Kami ingin DKI juga mendominasi bisbol,” ungkapnya.
Soal kemenangan tim sofbol DKI, Budi menyebut kerja keras untuk memberikan yang terbaik menjadi kunci keberhasilan. Itu terbukti ketika timnya tak menyerah meski sempat mengalami kendala hingga inning keempat. Tapi, keberuntungan berpihak kepada timnya saat menjalani inning berikutnya. Buruknya pertahanan tim putri Papua membuat DKI merebut 12 angka.
Pesta kemenangan pun berlanjut di bagian putra, terutama sejak DKI mendominasi perolehan angka 5-1 di inning kedua. Hingga inning kelima, determinasi DKI tak terbendung hingga memastikan kemenangan dengan skor 15-4. Sementara medali perunggu diraih Jawa Barat (Jabar) di sektor putri dan Jawa Timur (Jatim) di bagian putra.
Budi berharap kemenangan di Riau ini akan berlanjut ketika DKI menjalani PON 2016 di Jabar. Bukan hanya keinginan mempertahankan tradisi emas di multievent itu, tapi juga sebagai penegasan bahwa DKI pantas menjadi kiblat cabang sofbol dan bisbol di Tanah Air.
Kendati demikian, pihaknya akan tetap mengupayakan perbaikan menyeluruh. Dia tak ingin pencapaian positif yang telah diraih di Riau akan menurun ketika tampil di PON berikutnya. ''Kami terus memiliki harapan menjadi yang terbaik di cabang itu dan kami akan membuktikannya empat tahun mendatang,” tegasnya.
(aww)