Kualitas pegolf Sulsel tertinggal
Selasa, 18 September 2012 - 23:39 WIB
Kualitas pegolf Sulsel tertinggal
A
A
A
Sindonews.com -Golf menjadi salah satu cabang olahraga (cabor) yang penampilannya tidak maksimal di PON XVIII Riau. Dari tiga nomor yang diikuti, dua di antaranya sudah gugur.
Tiga orang atlet yang diturunkan Sulawesi Selatan (Sulsel) di PON XVIII Riau 2012 yakni Abdul Hamid, Muhammad Ruslan, dan Muhammad Zaenal. Mereka turun dinomor perorangan, ganda dan tim.
Namun di nomor perorangan dan ganda, keduanya tidak bisa berbicara banyak. Nomor tim yang diharapkan bisa menyumbang emas, peluangnya juga sulit. ''Posisi terakhir mereka di urutan enam. Kalau dilihat dari situ tampaknya sulit dapat medali,” kata Ketua Persatuan Golf Indonesia (PGI) Sulsel, Ellong Tjandra.
Dia mengatakan, hasil tersebut sangat mengecewakan. Karena targetnya di PON tahun ini adalah satu emas. ''Tapi hasil yang didapat sangat jauh dari harapan kami,” jelasnya.
Ada beberapa faktor yang menjadi penghalang tidak maksimalnya penampilan pegolf Sulsel di PON tahun ini. ''Kualitas atlet kita tertinggal jauh dibanding provinsi lain seperti DKI Jakarta, dan Jawa Timur (Jatim),” ucap Ellong.
Faktor lainnya, akibat minimnya pengalaman bertanding ketiga pegolf Sulsel tersebut dieven sebesar PON. ''Akibatnya mereka sulit bersaing dengan jago-jago golf daerah lain yang punya mental juara,” kata Ellong.
Dia mengatakan, walaupun hasil tersebut mengecewakan, namun PGI tetap menghargai kerja keras ketiga atlet tersebut. ''Mereka sudah berjuang dan melakukan yang terbaik untuk Sulsel dan kami menghargainya,” jelasnya.
Ke depan, menurut dia, agar persiapan atlet lebih baik lagi, PGI Sulsel akan mengirim atlet-atletnya disemua kejuaraan yang berskala nasional. ''Supaya mereka mendapatkan pengalaman lebih banyak,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris KONI Sulsel Nukhrawi Nawir mengatakan, dengan gagalnya beberapa cabor di babak penyisihan, belum membuat posisi Sulsel, keluar dari 10 besar klasmen PON. ''Jangan terburu-buru mengambil kesimpulan,” tegasnya.
Tiga orang atlet yang diturunkan Sulawesi Selatan (Sulsel) di PON XVIII Riau 2012 yakni Abdul Hamid, Muhammad Ruslan, dan Muhammad Zaenal. Mereka turun dinomor perorangan, ganda dan tim.
Namun di nomor perorangan dan ganda, keduanya tidak bisa berbicara banyak. Nomor tim yang diharapkan bisa menyumbang emas, peluangnya juga sulit. ''Posisi terakhir mereka di urutan enam. Kalau dilihat dari situ tampaknya sulit dapat medali,” kata Ketua Persatuan Golf Indonesia (PGI) Sulsel, Ellong Tjandra.
Dia mengatakan, hasil tersebut sangat mengecewakan. Karena targetnya di PON tahun ini adalah satu emas. ''Tapi hasil yang didapat sangat jauh dari harapan kami,” jelasnya.
Ada beberapa faktor yang menjadi penghalang tidak maksimalnya penampilan pegolf Sulsel di PON tahun ini. ''Kualitas atlet kita tertinggal jauh dibanding provinsi lain seperti DKI Jakarta, dan Jawa Timur (Jatim),” ucap Ellong.
Faktor lainnya, akibat minimnya pengalaman bertanding ketiga pegolf Sulsel tersebut dieven sebesar PON. ''Akibatnya mereka sulit bersaing dengan jago-jago golf daerah lain yang punya mental juara,” kata Ellong.
Dia mengatakan, walaupun hasil tersebut mengecewakan, namun PGI tetap menghargai kerja keras ketiga atlet tersebut. ''Mereka sudah berjuang dan melakukan yang terbaik untuk Sulsel dan kami menghargainya,” jelasnya.
Ke depan, menurut dia, agar persiapan atlet lebih baik lagi, PGI Sulsel akan mengirim atlet-atletnya disemua kejuaraan yang berskala nasional. ''Supaya mereka mendapatkan pengalaman lebih banyak,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris KONI Sulsel Nukhrawi Nawir mengatakan, dengan gagalnya beberapa cabor di babak penyisihan, belum membuat posisi Sulsel, keluar dari 10 besar klasmen PON. ''Jangan terburu-buru mengambil kesimpulan,” tegasnya.
(aww)