Jatim gagal pertahankan juara umum
Selasa, 18 September 2012 - 23:52 WIB
Jatim gagal pertahankan juara umum
A
A
A
Sindonews.com - Pupus sudah ambisi Jawa Timur mempertahankan gelar juara umum Pekan Olahraga Nasional (PON). Hitungan di atas kertas, Jatim sudah tidak lagi bisa mengejar perolehan medali kontingen DKI Jakarta.
Hingga tadi malam dari data Posko Jatim, DKI Jakarta semakin melesat di puncak kelasmen sementara perolehan medali PON XVIII/Riau. DKI memimpin dengan total 99 emas, 80 perak dan 65 perunggu. Disusul Jawa Barat di posisi kedua, 83 emas 66 perak, 77 perunggu.
Jawa Timur yang menyandang predikat sebagai juara umum umum PON XVII/2008 justru tercecer di peringkat ketiga. Total Jatim mengemas 81 emas, 82 perak dan 80 perunggu. Meski pelaksanaan PON masih dua hari lagi, namun Jatim sudah tidak mungkin mengejar DKI Jakarta. Maksimal mengejar posisi runner-up, tapi juga tetap berat.
Melonjaknya DKI Jakarta, tak lepas dari keberhasilan menyapu 16 emas dari total 52 emas yang diperebutkan, kemarin. Cabor senam menjadi lumbung DKI dengan meraup empat medali emas. Di cabor renang indah, kontingen ibukota itu jugamengambil dua emas.
Sebaliknya, Jawa Timur hanya bisa menambah 7 emas sama dengan Jawa Barat. Perolehan emas terbanyak Jatim ada di cabor pencak silat, 2 emas. Sedangkan di cabor panjat tebing yang diharapkan menjadi lumbung emas justru gagal total. Dari tiga emas tersisa di panjat tebing, Jatim hanya mendapatkan 1 perak dan 2 perunggu.
Sedangkan, Rabu (19/9) hari ini akan menjadi penentuan kepastian nasib Jawa Timur apakah berada di posisi runner-up atau harus bernasib mengenaskan di posisi ketiga. Sebab, dari total 43 medali yang diperebutkan peluang Jatim menambah emas kemungkinan besar tak akan bisa lebih dari sepuluh. Sedangkan, pada hari terakhir, Kamis (20/9) hanya tinggal menyisahkan tiga cabor, golf, balap sepeda dan polo air yang bukan milik Jatim.
Memang, Jatim masih memiliki peluang meraih emas di cabor voli karena menempatkan tim putra dan putri di babak final. Sama dengan cabor sepak takraw, Jatim juga menampatkan dua tim di partai final double event putra dan putri. Di cabor bela diri, paling mungkin Jatim mencuri satu atau dua emas di judo. Di bulu tangkis, Jatim juga tidak mungkin bisa meraup lebih dari dua emas karena ada kekuatan tak bisa dibendung Jawa Tengah.
Sementara lumbung emas DKI dan Jawa Barat masih banyak. DKI bisa kembali mendulang emas di cabor senam, renang indah, biliar, judo, golf, catur, squash, sofball dan kempo. Di cabor-cabor itu, sebagian besar akan berebut melawan Jawa Barat. "Sulit mengejar DKI meski besok masih ada beberapa nomor yang berpeluang kita raih," ujar Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Jatim, Iramantara Subagya.
Sayangnya, jajaran petinggi KONI Jatim tidak ada yang berjiwa kestaria terkait kepastian gagal mempertahankan gelar juara umum. Baik Ketua Umum Erlangga Satriaagung maupun Ketua Harian Dhimam Abror memilih "lari" dari puluhan wartawan yang menunggu di Posko Jatim sejak pukul 19.30. Meski mengaku akan memberikan keterangan pers, namun pukul 22.00 malah pergi diam-diam dari Posko Jatim di Jalan Cempaka, Pekanbaru.
Hingga tadi malam dari data Posko Jatim, DKI Jakarta semakin melesat di puncak kelasmen sementara perolehan medali PON XVIII/Riau. DKI memimpin dengan total 99 emas, 80 perak dan 65 perunggu. Disusul Jawa Barat di posisi kedua, 83 emas 66 perak, 77 perunggu.
Jawa Timur yang menyandang predikat sebagai juara umum umum PON XVII/2008 justru tercecer di peringkat ketiga. Total Jatim mengemas 81 emas, 82 perak dan 80 perunggu. Meski pelaksanaan PON masih dua hari lagi, namun Jatim sudah tidak mungkin mengejar DKI Jakarta. Maksimal mengejar posisi runner-up, tapi juga tetap berat.
Melonjaknya DKI Jakarta, tak lepas dari keberhasilan menyapu 16 emas dari total 52 emas yang diperebutkan, kemarin. Cabor senam menjadi lumbung DKI dengan meraup empat medali emas. Di cabor renang indah, kontingen ibukota itu jugamengambil dua emas.
Sebaliknya, Jawa Timur hanya bisa menambah 7 emas sama dengan Jawa Barat. Perolehan emas terbanyak Jatim ada di cabor pencak silat, 2 emas. Sedangkan di cabor panjat tebing yang diharapkan menjadi lumbung emas justru gagal total. Dari tiga emas tersisa di panjat tebing, Jatim hanya mendapatkan 1 perak dan 2 perunggu.
Sedangkan, Rabu (19/9) hari ini akan menjadi penentuan kepastian nasib Jawa Timur apakah berada di posisi runner-up atau harus bernasib mengenaskan di posisi ketiga. Sebab, dari total 43 medali yang diperebutkan peluang Jatim menambah emas kemungkinan besar tak akan bisa lebih dari sepuluh. Sedangkan, pada hari terakhir, Kamis (20/9) hanya tinggal menyisahkan tiga cabor, golf, balap sepeda dan polo air yang bukan milik Jatim.
Memang, Jatim masih memiliki peluang meraih emas di cabor voli karena menempatkan tim putra dan putri di babak final. Sama dengan cabor sepak takraw, Jatim juga menampatkan dua tim di partai final double event putra dan putri. Di cabor bela diri, paling mungkin Jatim mencuri satu atau dua emas di judo. Di bulu tangkis, Jatim juga tidak mungkin bisa meraup lebih dari dua emas karena ada kekuatan tak bisa dibendung Jawa Tengah.
Sementara lumbung emas DKI dan Jawa Barat masih banyak. DKI bisa kembali mendulang emas di cabor senam, renang indah, biliar, judo, golf, catur, squash, sofball dan kempo. Di cabor-cabor itu, sebagian besar akan berebut melawan Jawa Barat. "Sulit mengejar DKI meski besok masih ada beberapa nomor yang berpeluang kita raih," ujar Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Jatim, Iramantara Subagya.
Sayangnya, jajaran petinggi KONI Jatim tidak ada yang berjiwa kestaria terkait kepastian gagal mempertahankan gelar juara umum. Baik Ketua Umum Erlangga Satriaagung maupun Ketua Harian Dhimam Abror memilih "lari" dari puluhan wartawan yang menunggu di Posko Jatim sejak pukul 19.30. Meski mengaku akan memberikan keterangan pers, namun pukul 22.00 malah pergi diam-diam dari Posko Jatim di Jalan Cempaka, Pekanbaru.
(aww)