Pertandingan Bulu Tangkis PON Bergejolak
Rabu, 19 September 2012 - 09:39 WIB
Pertandingan Bulu Tangkis PON Bergejolak
A
A
A
Sindonews.com - Cabang olahraga (cabor) bulu tangkis paling bergejolak pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012.Bukan karena kericuhan yang tercipta selama mengikuti multievent itu, tapi lantaran adanya rencana PB PBSI menggelar Musyawarah Nasional (Munas) di Yogyakarta,20–22 September 2012.
Rencana munas untuk memilih ketua umum yang baru itulah yang memanaskan atmosfer pertandingan bulu tangkis di GOR Remaja,Pekanbaru,Riau.Betapa tidak, ketika mereka masih menjalani pertandingan demi mendapat prestasi terbaik di multieventempat tahunan tersebut,momen penting munas langsung digelar setelah itu.
Pebulu tangkis yang ambil bagian di PON tahun ini sejatinya tak terpengaruh dengan situasi itu.Mereka hanya dituntut memberikan prestasi terbaik bagi kontingen masing-masing.Tapi,rencana menggelar munas kemungkinan akan berimbas kepada kebijakan tim pelatih maupun ofisial kepada atlet mereka.
Pelatih Bulu Tangkis DKI Jakarta Joko Supriyanto membenarkan adanya tensi pertandingan yang meningkat di cabor bulu tangkis.Tapi,pihaknya tak ingin terpengaruh karena hanya fokus mempersiapkan anak didiknya tampil maksimal di PON tahun ini. Menurut Joko,pihaknya tak seharusnya memikirkan masalah munas itu karena pengurus provinsi (pengprov) PB PBSI yang akan menyiasatinya.Alasan itu pula yang membuat timnya tak terpengaruh dengan munas.
“Kami memberlakukan itu,tapi tidak tahu dengan kontingen lain,”ujar Joko. Joko boleh berkomentar demikian. Namun,rencana munas yang terkesan sangat mepet seusai perhelatan PON mengundang banyak pertanyaan.Bahkan, sebagian besar peliput PON memprediksi Munas PB PBSI itu terkesan dipaksakan.
Prediksi tersebut mungkin masuk akal. Sebab,para pelatih sejatinya perlu waktu melakukan evaluasi setelah anak didiknya menjalani PON.Begitu juga pengprov yang tentu masih belum siap menjalani munas, karena pemikiran mereka telah terserap habis memberikan yang terbaik di PON tahun ini.
Namun,pelaksanaan munas telah diketuk dan Yogyakarta ditunjuk sebagai tuan rumah.Tiga kandidat pun bermunculan,seperti Icuk Sugiarto, Marzuki Alie,hingga Gita Wirjawan untuk menggantikan posisi Djoko Santoso sebagai Ketua Umum (Ketum) PB PBSI yang memutuskan mundur. Siap tidak siap,para pengprov harus melaluinya.
Mereka harus memilih kandidat tepat untuk membangkitkan prestasi bulu tangkis Tanah Air yang tengah lesu.Tapi, pertanyaannya,apakah para pengprov dari 33 provinsi telah siap menjalani momen bersejarah itu?
Ketua Pengprov PB PBSI Yogyakarta Koesdarto menilai para pengprov lain pasti siap menjalaninya.Acuannya bukan saja karena telah mendapat Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan PB PBSI menggelar munas,yakni no.500/03/VII/2012,tapi lebih pada persiapan mendapatkan ketum baru.
Itu perlu mengingat masa kepengurusan PB PBSI pimpinan Djoko akan berakhir bulan depan. Karena itu,Koesdarto membantah Munas PB PBSI dipercepat.Dia menilai munas nanti hanya munas biasa yang jadwalnya tidak dipercepat.“Jika tak digelar bulan ini,kami tentu akan mengalami vakum kepemimpinan ,”tandas Koesdarto.
Koesdarto memaparkan jadwal munas itu telah diperhitungkan sebelumnya.Jika munas nanti berjalan lancar,ketum terpilih memiliki waktu untuk menyusun kepengurusan yang baru.Bahkan, kepengurusan baru itu bisa dilantik November atau Desember mendatang.Itu lebih baik ketimbang harus menunda waktu pelaksanaan munas.
Rencana munas untuk memilih ketua umum yang baru itulah yang memanaskan atmosfer pertandingan bulu tangkis di GOR Remaja,Pekanbaru,Riau.Betapa tidak, ketika mereka masih menjalani pertandingan demi mendapat prestasi terbaik di multieventempat tahunan tersebut,momen penting munas langsung digelar setelah itu.
Pebulu tangkis yang ambil bagian di PON tahun ini sejatinya tak terpengaruh dengan situasi itu.Mereka hanya dituntut memberikan prestasi terbaik bagi kontingen masing-masing.Tapi,rencana menggelar munas kemungkinan akan berimbas kepada kebijakan tim pelatih maupun ofisial kepada atlet mereka.
Pelatih Bulu Tangkis DKI Jakarta Joko Supriyanto membenarkan adanya tensi pertandingan yang meningkat di cabor bulu tangkis.Tapi,pihaknya tak ingin terpengaruh karena hanya fokus mempersiapkan anak didiknya tampil maksimal di PON tahun ini. Menurut Joko,pihaknya tak seharusnya memikirkan masalah munas itu karena pengurus provinsi (pengprov) PB PBSI yang akan menyiasatinya.Alasan itu pula yang membuat timnya tak terpengaruh dengan munas.
“Kami memberlakukan itu,tapi tidak tahu dengan kontingen lain,”ujar Joko. Joko boleh berkomentar demikian. Namun,rencana munas yang terkesan sangat mepet seusai perhelatan PON mengundang banyak pertanyaan.Bahkan, sebagian besar peliput PON memprediksi Munas PB PBSI itu terkesan dipaksakan.
Prediksi tersebut mungkin masuk akal. Sebab,para pelatih sejatinya perlu waktu melakukan evaluasi setelah anak didiknya menjalani PON.Begitu juga pengprov yang tentu masih belum siap menjalani munas, karena pemikiran mereka telah terserap habis memberikan yang terbaik di PON tahun ini.
Namun,pelaksanaan munas telah diketuk dan Yogyakarta ditunjuk sebagai tuan rumah.Tiga kandidat pun bermunculan,seperti Icuk Sugiarto, Marzuki Alie,hingga Gita Wirjawan untuk menggantikan posisi Djoko Santoso sebagai Ketua Umum (Ketum) PB PBSI yang memutuskan mundur. Siap tidak siap,para pengprov harus melaluinya.
Mereka harus memilih kandidat tepat untuk membangkitkan prestasi bulu tangkis Tanah Air yang tengah lesu.Tapi, pertanyaannya,apakah para pengprov dari 33 provinsi telah siap menjalani momen bersejarah itu?
Ketua Pengprov PB PBSI Yogyakarta Koesdarto menilai para pengprov lain pasti siap menjalaninya.Acuannya bukan saja karena telah mendapat Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan PB PBSI menggelar munas,yakni no.500/03/VII/2012,tapi lebih pada persiapan mendapatkan ketum baru.
Itu perlu mengingat masa kepengurusan PB PBSI pimpinan Djoko akan berakhir bulan depan. Karena itu,Koesdarto membantah Munas PB PBSI dipercepat.Dia menilai munas nanti hanya munas biasa yang jadwalnya tidak dipercepat.“Jika tak digelar bulan ini,kami tentu akan mengalami vakum kepemimpinan ,”tandas Koesdarto.
Koesdarto memaparkan jadwal munas itu telah diperhitungkan sebelumnya.Jika munas nanti berjalan lancar,ketum terpilih memiliki waktu untuk menyusun kepengurusan yang baru.Bahkan, kepengurusan baru itu bisa dilantik November atau Desember mendatang.Itu lebih baik ketimbang harus menunda waktu pelaksanaan munas.
(wbs)