Tim renang indah DKI pantas terbaik
Rabu, 19 September 2012 - 20:31 WIB
Tim renang indah DKI pantas terbaik
A
A
A
Sindonews.com - Pundi medali emas DKI Jakarta kembali bertambah. Kali ini, medali emas DKI dipersembahkan dari cabang renang indah yang menunjukkan kekompakan di Aquatic Sport Complex Rumbai, Pekanbaru, Riau, Rabu (19/9).
Dua medali emas DKI diraih dari nomor tim dan duet. Sementara di nomor solo, DKI hanya mendapatkan medali perak. Tim renang indah DKI yang diperkuat Tri Eka Sandiri, Samara Talia Pattiasina, Adela Amanda Nirmala, Sabihisma Arsyi, Azelia Pattiasina, dan Amdriani Shintya Ardhana tampil dominan.
Begitu pula dengan Samara dan Adela yang tampil di nomor duet. Di nomor tunggal, DKI memberikan kepercayaan yang dibayar emas oleh Samara.Bagi Samara, keberhasilannya mempersembahkan tiga emas pada hari terakhir cabang renang indah memberikan kesan tersendiri. Apalagi, dirinya baru berusia 16 tahun, tapi telah menjadi salah satu andalan tim renang indah DKI.
Perolehan di hari terakhir pantas membuat kontingen Ibu Kota bangga, meski sempat kecewa dengan penilaian dewan juri pada hari kedua, Selasa (18/9). Menurut penilaian Ketua KONI DKI Wenny Erwindia, keberhasilan perenang indah DKI patut diapresiasi. Sebab, pada PON sebelumnya, catatan keberhasilan kontingen DKI di nomor ini kurang diunggulkan meski kini menjadi yang terbaik.
''Bagi KONI, keberhasilan renang indah adalah catatan yang pantas diapresiasi. Dulu, kita kurang berjaya di nomor ini. Tetapi, berkat pembinaan yang baik, kini kita bisa tampil baik dan juara. Anak-anak pantas mendapatkan ini,” ujar Wenny usai pengalungan medali, kemarin.
Sementara di nomor solo, kontingen Sulawesi Selatan (Sulsel) berhasil meraih emas diikuti DKI dan Yogyakarta untuk perunggu. Sedangkan satu nomor lain yang dilombakan, tetapi tidak memperebutkan emas yaitu ketegori kombinasi. Memainkan irama musik raja disko Michael Jackson, tim DKI kembali naik podium utama dengan poin tertinggi mengungguli kontestan lainnya.
Kendati mendapat hasil membanggakan, Wenny menilai pencapaian itu bukan perkara mudah. Pasalnya, DKI telah mempersiapkan atlet terbaiknya sejak tiga tahun sebelum PON tahun ini. Bahkan, untuk ajang prestisius empat tahunan ini, DKI telah berlatih tanding di ajang Spanyol Terbuka pada akhir Juni lalu.
Tak hanya itu, DKI juga mendatangkan pelatih khusus dari China bernama Jingji. ''Bukan maksud bersombong diri, tetapi DKI memang sepantasnya juara. Secara teknis, keindahan dan segi kesulitan punya kita dan itu paling baik,” ungkap Pelatih Renang Indah DKI Dinda Rachmini yang didampingi Manajer DKI Jessica Resna Permata saat ditemui SINDO, kemarin.
Sementara Jawa Timur (Jatim) harus puas dengan dua medali perak untuk kategori duet dan tim. Disusul kontingen renang indah Jawa Barat (Jabar) yang merebut satu perunggu di nomor duet. Sementara Yogyakarta menyabet dua perunggu untuk nomor tim dan solo.
Dua medali emas DKI diraih dari nomor tim dan duet. Sementara di nomor solo, DKI hanya mendapatkan medali perak. Tim renang indah DKI yang diperkuat Tri Eka Sandiri, Samara Talia Pattiasina, Adela Amanda Nirmala, Sabihisma Arsyi, Azelia Pattiasina, dan Amdriani Shintya Ardhana tampil dominan.
Begitu pula dengan Samara dan Adela yang tampil di nomor duet. Di nomor tunggal, DKI memberikan kepercayaan yang dibayar emas oleh Samara.Bagi Samara, keberhasilannya mempersembahkan tiga emas pada hari terakhir cabang renang indah memberikan kesan tersendiri. Apalagi, dirinya baru berusia 16 tahun, tapi telah menjadi salah satu andalan tim renang indah DKI.
Perolehan di hari terakhir pantas membuat kontingen Ibu Kota bangga, meski sempat kecewa dengan penilaian dewan juri pada hari kedua, Selasa (18/9). Menurut penilaian Ketua KONI DKI Wenny Erwindia, keberhasilan perenang indah DKI patut diapresiasi. Sebab, pada PON sebelumnya, catatan keberhasilan kontingen DKI di nomor ini kurang diunggulkan meski kini menjadi yang terbaik.
''Bagi KONI, keberhasilan renang indah adalah catatan yang pantas diapresiasi. Dulu, kita kurang berjaya di nomor ini. Tetapi, berkat pembinaan yang baik, kini kita bisa tampil baik dan juara. Anak-anak pantas mendapatkan ini,” ujar Wenny usai pengalungan medali, kemarin.
Sementara di nomor solo, kontingen Sulawesi Selatan (Sulsel) berhasil meraih emas diikuti DKI dan Yogyakarta untuk perunggu. Sedangkan satu nomor lain yang dilombakan, tetapi tidak memperebutkan emas yaitu ketegori kombinasi. Memainkan irama musik raja disko Michael Jackson, tim DKI kembali naik podium utama dengan poin tertinggi mengungguli kontestan lainnya.
Kendati mendapat hasil membanggakan, Wenny menilai pencapaian itu bukan perkara mudah. Pasalnya, DKI telah mempersiapkan atlet terbaiknya sejak tiga tahun sebelum PON tahun ini. Bahkan, untuk ajang prestisius empat tahunan ini, DKI telah berlatih tanding di ajang Spanyol Terbuka pada akhir Juni lalu.
Tak hanya itu, DKI juga mendatangkan pelatih khusus dari China bernama Jingji. ''Bukan maksud bersombong diri, tetapi DKI memang sepantasnya juara. Secara teknis, keindahan dan segi kesulitan punya kita dan itu paling baik,” ungkap Pelatih Renang Indah DKI Dinda Rachmini yang didampingi Manajer DKI Jessica Resna Permata saat ditemui SINDO, kemarin.
Sementara Jawa Timur (Jatim) harus puas dengan dua medali perak untuk kategori duet dan tim. Disusul kontingen renang indah Jawa Barat (Jabar) yang merebut satu perunggu di nomor duet. Sementara Yogyakarta menyabet dua perunggu untuk nomor tim dan solo.
(aww)