Peta kekuatan tarung derajat makin merata
Rabu, 19 September 2012 - 20:56 WIB
Peta kekuatan tarung derajat makin merata
A
A
A
Sindonews.com - Tim cabang olahraga tarung derajat Jawa Barat akhirnya gagal memenuhi target mempertahankan juara umum. Atlet tarung derajat Jabar hanya meraih sekeping medali emas di cabor asli asal Tanah Pasundan tersebut.
Jabar kalah bersaing dari Jawa Tengah yang menjadi pengumpul medali terbanyak di cabor ini dengan 2 medali emas. Satu-satunya emas yang diraih Jabar diraih Heru Mulyana di kelas 49,1-52 kg setelah mengandaskan atlet Jateng, Kuswadi dengan knock out.
Raihan satu emas Jabar di PON XVIII menurun dibandingkan empat tahun silam di Kaltim. Kala itu, tarung derajat Jabar sukses mendulang 3 keping emas. Hal itu tak lepas dari melencengnya hasil di kelas yang sebelumnya diperkirakan bakal meraih emas, seperti nomor seni gerak putra.
Terlepas dari semua itu, Manajer tim tarung derajat Jabar, Asep Herman menilai pencapaian tim Jabar sebagai bukti ada pemerataan kekuatan di cabor tarung derajat.
Karena itu, bagi Asep meski Jabar gagal mewujudkan target meraih 3 emas, namun secara umum hasil yang terjadi di cabor tarung derajat pada PON kali ini merupakan ‘kemenangan’ bagi cabor tarung derajat dalam upaya pengembangan prestasi atlet di daerah.
''Harus kita akui jika perkembangan tarung derajat di daerah saat ini, berkembang cukup pesat. Bagi Jabar sebagai daerah asal olahraga ini lahir adalah sebuah pelajaran untuk bisa menjadi lebih baik lagi ke depannya. Tapi terlepas dari itu, secara umum kondisi ini merupakan sinyal positif perkembangan olahraga tarung derajat di daerah-daerah,” jelas Asep.
Secara keseluruhan distribusi medali di cabor bela diri tarung derajat memang cukup merata. Dari 10 kelas atau nomor yang dipertandingkan, sebanyak sembilan daerah berhasil mendapatkan medali emas. Hanya Jateng yang sukses meraih lebih dari satu emas.
Daerah yang sukses meraih emas selain Jabar dan Jateng, di antaranya tuan rumah Riau, Aceh, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Jambi, Bali dan Kalimantan Barat. Sama halnya dengan Jabar, ke-7 daerah tersebut berhasil meraih satu keping emas.
Olahraga tarung derajat sendiri, saat ini sedang giat mengembangkan diri. Bukan hanya di dalam negeri, juga di luar negeri. Karena itu, disadari atau tidak kegagalan Jabar meraih medali emas sesuai yang dicanangkan, ikut dipengaruhi globalisasi olahraga yang diciptakan Guru Besar, Achmad Derajat atau lebih dikenal dengan sapaan Aa Boxer tersebut.
Setelah dipertandingkan sebagai cabor ekshibisi di SEA Games 2011 lalu. Pada ajang SEA Games 2013 mendatang, tarung derajat akan dipertandingkan sebagai salah satu cabor resmi. Hal itu jadi bukti jika respons terhadap olahraga tarung derajat cukup positif
Jabar kalah bersaing dari Jawa Tengah yang menjadi pengumpul medali terbanyak di cabor ini dengan 2 medali emas. Satu-satunya emas yang diraih Jabar diraih Heru Mulyana di kelas 49,1-52 kg setelah mengandaskan atlet Jateng, Kuswadi dengan knock out.
Raihan satu emas Jabar di PON XVIII menurun dibandingkan empat tahun silam di Kaltim. Kala itu, tarung derajat Jabar sukses mendulang 3 keping emas. Hal itu tak lepas dari melencengnya hasil di kelas yang sebelumnya diperkirakan bakal meraih emas, seperti nomor seni gerak putra.
Terlepas dari semua itu, Manajer tim tarung derajat Jabar, Asep Herman menilai pencapaian tim Jabar sebagai bukti ada pemerataan kekuatan di cabor tarung derajat.
Karena itu, bagi Asep meski Jabar gagal mewujudkan target meraih 3 emas, namun secara umum hasil yang terjadi di cabor tarung derajat pada PON kali ini merupakan ‘kemenangan’ bagi cabor tarung derajat dalam upaya pengembangan prestasi atlet di daerah.
''Harus kita akui jika perkembangan tarung derajat di daerah saat ini, berkembang cukup pesat. Bagi Jabar sebagai daerah asal olahraga ini lahir adalah sebuah pelajaran untuk bisa menjadi lebih baik lagi ke depannya. Tapi terlepas dari itu, secara umum kondisi ini merupakan sinyal positif perkembangan olahraga tarung derajat di daerah-daerah,” jelas Asep.
Secara keseluruhan distribusi medali di cabor bela diri tarung derajat memang cukup merata. Dari 10 kelas atau nomor yang dipertandingkan, sebanyak sembilan daerah berhasil mendapatkan medali emas. Hanya Jateng yang sukses meraih lebih dari satu emas.
Daerah yang sukses meraih emas selain Jabar dan Jateng, di antaranya tuan rumah Riau, Aceh, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Jambi, Bali dan Kalimantan Barat. Sama halnya dengan Jabar, ke-7 daerah tersebut berhasil meraih satu keping emas.
Olahraga tarung derajat sendiri, saat ini sedang giat mengembangkan diri. Bukan hanya di dalam negeri, juga di luar negeri. Karena itu, disadari atau tidak kegagalan Jabar meraih medali emas sesuai yang dicanangkan, ikut dipengaruhi globalisasi olahraga yang diciptakan Guru Besar, Achmad Derajat atau lebih dikenal dengan sapaan Aa Boxer tersebut.
Setelah dipertandingkan sebagai cabor ekshibisi di SEA Games 2011 lalu. Pada ajang SEA Games 2013 mendatang, tarung derajat akan dipertandingkan sebagai salah satu cabor resmi. Hal itu jadi bukti jika respons terhadap olahraga tarung derajat cukup positif
(aww)