Aldila butuh perjuangan untuk menjadi juara
Kamis, 20 September 2012 - 11:28 WIB
Aldila butuh perjuangan untuk menjadi juara
A
A
A
Sindonews.com – Tim tenis DKI Jakarta menjadi juara umum cabang olahraga tenis PON XVIII/ 2012 Riau. Kepastian itu didapat setelah Aldila Sutjiadi meraih emas tunggal putri dengan mengandaskan rekannya, Vony Darlina, 6-1, 7-5 di Stadion Tenis PTPN V, Pekanbaru, kemarin.
Kemenangan ini merupakan keberhasilan keempat tim DKI meraih emas.Bagi Aldila, total dia berhasil menjadi pengumpul medali terbanyak dengan torehan tiga emas. Pencapaiannya itu menyamai perolehan yang diraih rekannya, Athena Natalia. Sebelumnya, Aldila berhasil mendapatkan emas di nomor beregu dan ganda putri.
“Perasaan saya tentu senang,apalagi bisa meraih tiga medali emas di PON pertama saya.Keberhasilan itu tak lepas dari kerja keras saya dalam melatih fisik dan mental untuk menjadi juara,”kata Aldila. “Saya butuh perjuangan untuk menjadi juara.Jadi,saya bahagia dan puas dengan hasil yang dicapai pada PON kali ini,”lanjutnya.
Menurut Pelatih Tenis Putri DKI Roy Morison,indikasi kesuksesan Aldila sudah terlihat sejak dia bermain bagus pada pertandingan final tunggal putri. Roy menilai anak didiknya itu mampu bermain taktis dan memanfaatkan momentum sulit seperti mengembalikan bola yang jauh dari jangkauannya.
“Secara teknis,permainan dan kemampuan kedua petenis DKI itu berimbang.Hanya,Aldila memang bisa memanfaatkan keadaan di lapangan, sedangkan Vony banyak melakukan kesalahan tidak perlu. Itu yang membuat Aldila meraih kemenangan,”ujar Roy.
Roy juga bersyukur membawa DKI meraih juara umum di cabor tenis. Kegembiraan pemain,pelatih,dan tim ofisial juga makin bertambah karena mereka mampu melampaui target.Dari dua target yang ditetapkan,mereka mampu merebut tiga medali emas.
Hasil itu tentu di luar dugaan,yakni bisa mengantarkan DKI menjadi yang terbaik di cabor tenis. Yang jelas,keberhasilan Aldila merupakan pencapaian sempurnanya.Baru pertama kali bertanding di pentas nasional,dia mampu meraih tiga medali emas.
Hasil itu yang membuatnya bahagia.Roy bahkan menyebut Aldila sebagai petenis terbaik di usianya. Pujian Roy terhadap Aldila cukup beralasan.Apalagi,Aldila pernah merasakan turnamen besar seperti Grand Slam Australia Terbuka dan Wimbledon meski hanya tampil di tingkat junior.
Dengan pengalaman bertanding plus prestasi yang telah ditorehkan di PON, dia sejatinya harus mencari ilmu lebih tinggi demi meningkatkan prestasi. “Aldila selanjutnya akan bermain di Amerika Serikat. Dia akan menimba ilmu untuk mengikuti dua kejuaraan selevel dengan grand slam junior.Itu menjadi kesempatannya untuk bisa lebih baik ke depannya,”papar Roy.
Di nomor tunggal putra,petenis Jawa Tengah (Jateng) Wisnu Adi Nugroho mempersembahkan medali emas setelah mengalahkan petenis tuan rumah David Agung Susanto 7-5,6-3.Keberhasilannya itu membuat Jateng menempati peringkat 2 klasemen tenis dengan meraih dua medali emas dari nomor tunggal dan nomor beregu putra.
Kemenangan ini merupakan keberhasilan keempat tim DKI meraih emas.Bagi Aldila, total dia berhasil menjadi pengumpul medali terbanyak dengan torehan tiga emas. Pencapaiannya itu menyamai perolehan yang diraih rekannya, Athena Natalia. Sebelumnya, Aldila berhasil mendapatkan emas di nomor beregu dan ganda putri.
“Perasaan saya tentu senang,apalagi bisa meraih tiga medali emas di PON pertama saya.Keberhasilan itu tak lepas dari kerja keras saya dalam melatih fisik dan mental untuk menjadi juara,”kata Aldila. “Saya butuh perjuangan untuk menjadi juara.Jadi,saya bahagia dan puas dengan hasil yang dicapai pada PON kali ini,”lanjutnya.
Menurut Pelatih Tenis Putri DKI Roy Morison,indikasi kesuksesan Aldila sudah terlihat sejak dia bermain bagus pada pertandingan final tunggal putri. Roy menilai anak didiknya itu mampu bermain taktis dan memanfaatkan momentum sulit seperti mengembalikan bola yang jauh dari jangkauannya.
“Secara teknis,permainan dan kemampuan kedua petenis DKI itu berimbang.Hanya,Aldila memang bisa memanfaatkan keadaan di lapangan, sedangkan Vony banyak melakukan kesalahan tidak perlu. Itu yang membuat Aldila meraih kemenangan,”ujar Roy.
Roy juga bersyukur membawa DKI meraih juara umum di cabor tenis. Kegembiraan pemain,pelatih,dan tim ofisial juga makin bertambah karena mereka mampu melampaui target.Dari dua target yang ditetapkan,mereka mampu merebut tiga medali emas.
Hasil itu tentu di luar dugaan,yakni bisa mengantarkan DKI menjadi yang terbaik di cabor tenis. Yang jelas,keberhasilan Aldila merupakan pencapaian sempurnanya.Baru pertama kali bertanding di pentas nasional,dia mampu meraih tiga medali emas.
Hasil itu yang membuatnya bahagia.Roy bahkan menyebut Aldila sebagai petenis terbaik di usianya. Pujian Roy terhadap Aldila cukup beralasan.Apalagi,Aldila pernah merasakan turnamen besar seperti Grand Slam Australia Terbuka dan Wimbledon meski hanya tampil di tingkat junior.
Dengan pengalaman bertanding plus prestasi yang telah ditorehkan di PON, dia sejatinya harus mencari ilmu lebih tinggi demi meningkatkan prestasi. “Aldila selanjutnya akan bermain di Amerika Serikat. Dia akan menimba ilmu untuk mengikuti dua kejuaraan selevel dengan grand slam junior.Itu menjadi kesempatannya untuk bisa lebih baik ke depannya,”papar Roy.
Di nomor tunggal putra,petenis Jawa Tengah (Jateng) Wisnu Adi Nugroho mempersembahkan medali emas setelah mengalahkan petenis tuan rumah David Agung Susanto 7-5,6-3.Keberhasilannya itu membuat Jateng menempati peringkat 2 klasemen tenis dengan meraih dua medali emas dari nomor tunggal dan nomor beregu putra.
(wbs)