Capaian terburuk kontingen DIY
Kamis, 20 September 2012 - 13:40 WIB
Capaian terburuk kontingen DIY
A
A
A
Sindonews.com - Kontingen DIY gagal mewujudkan ambisinya bisa mendulang 20 medali emas pada PON XVIII/2012 Riau. Pada gelaran pesta olahraga empat tahunan di Riau ini, para atlet Bumi Mataram hanya mengemas 9 medali emas, 12 perak dan 16 perunggu. Ambisi masuk 10 besar juga tidak terwujud. DIY hanya tercecer di peringkat 14.
Dibanding perolehan medali pada PON sebelumnya, hasil di Riau ini merupakan yang terburuk dalam tiga kali PON terakhir. Pada PON 2004 di Sumatera Selatan, Kontingen DIY membukukan 10 emas, PON 2008 di Kalimantan Timur, DIY meraih 15 emas. Sedangkan pada PON 2012 ini, DIY hanya mendapat 9 emas.
KONI DIY berdalih, tidak tercapainya target salah satunya karena jumlah medali yang diperebutkan pada PON 2012 ini mengalami penurunan dibanding PON sebelumnya. Pada PON 2008 lalu, jumlah medali yang diperebutkan sebanyak 800 keping, sementara pada PON 2012 ini hanya memperebutkan 601 medali. Penurunan yang signifikan.
Ketua Umum KONI DIY GBPH Prabu Kusumo dengan legawa meminta maaf atas kegagalan mewujudkan target 20 medali emas atau masuk 10 besar. "Saya atas nama KONI DIY minta maaf atas kegagalan ini kepada seluruh komponen masyarakat DIY. Saya juga ucapkan terima kasih atas dukungan yang sudah diberikan kepada kontingen," katanya, Kamis (20/9/2012).
Adik Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan HB X ini menambahkan, pihak yang patut disalahkan atas kegagalan ini adalah institusi yang diketuainya (KONI DIY). "Yang harus disalahkan adalah kami, KONI DIY. Saya tegaskan, jangan pernah menyalahkan atlet kegagalan ini. Mereka sudah berusaha semaksimal mungkin, dari latihan sampai lomba resmi," paparnya.
Hasil yang dicapai Kontingen DIY pada PON 2012 ini memang jeblok. Bahkan, torehan 9 emas ini sama dengan apa yang diraih para atlet DIY pada even yang skalanya lebih besar, SEA Games 2011. Pada pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara itu, atlet DIY bisa mendulang 9 medali emas untuk Kontingen Indonesia.
Atlet DIY peraih medali pada SEA Games 2011 itu juga menjadi bagian dari Kontingen DIY pada PON Riau ini. Namun meraih medali emas di SEA Games bukan jaminan bisa mendulang pada PON. Salah satunya adalah Fitriyani dari cabang panjat tebing. Pada SEA Games, atlet asal Sleman ini sukses berjaya di nomor spesialisnya, speed track. Namun pada PON Riau ini, Fitriyani gagal menjadi yang terbaik di nomor spesialisnya itu.
Dibanding perolehan medali pada PON sebelumnya, hasil di Riau ini merupakan yang terburuk dalam tiga kali PON terakhir. Pada PON 2004 di Sumatera Selatan, Kontingen DIY membukukan 10 emas, PON 2008 di Kalimantan Timur, DIY meraih 15 emas. Sedangkan pada PON 2012 ini, DIY hanya mendapat 9 emas.
KONI DIY berdalih, tidak tercapainya target salah satunya karena jumlah medali yang diperebutkan pada PON 2012 ini mengalami penurunan dibanding PON sebelumnya. Pada PON 2008 lalu, jumlah medali yang diperebutkan sebanyak 800 keping, sementara pada PON 2012 ini hanya memperebutkan 601 medali. Penurunan yang signifikan.
Ketua Umum KONI DIY GBPH Prabu Kusumo dengan legawa meminta maaf atas kegagalan mewujudkan target 20 medali emas atau masuk 10 besar. "Saya atas nama KONI DIY minta maaf atas kegagalan ini kepada seluruh komponen masyarakat DIY. Saya juga ucapkan terima kasih atas dukungan yang sudah diberikan kepada kontingen," katanya, Kamis (20/9/2012).
Adik Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan HB X ini menambahkan, pihak yang patut disalahkan atas kegagalan ini adalah institusi yang diketuainya (KONI DIY). "Yang harus disalahkan adalah kami, KONI DIY. Saya tegaskan, jangan pernah menyalahkan atlet kegagalan ini. Mereka sudah berusaha semaksimal mungkin, dari latihan sampai lomba resmi," paparnya.
Hasil yang dicapai Kontingen DIY pada PON 2012 ini memang jeblok. Bahkan, torehan 9 emas ini sama dengan apa yang diraih para atlet DIY pada even yang skalanya lebih besar, SEA Games 2011. Pada pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara itu, atlet DIY bisa mendulang 9 medali emas untuk Kontingen Indonesia.
Atlet DIY peraih medali pada SEA Games 2011 itu juga menjadi bagian dari Kontingen DIY pada PON Riau ini. Namun meraih medali emas di SEA Games bukan jaminan bisa mendulang pada PON. Salah satunya adalah Fitriyani dari cabang panjat tebing. Pada SEA Games, atlet asal Sleman ini sukses berjaya di nomor spesialisnya, speed track. Namun pada PON Riau ini, Fitriyani gagal menjadi yang terbaik di nomor spesialisnya itu.
(wbs)