27 emas Jatim lepas, panjat tebing paling jeblok
Kamis, 20 September 2012 - 21:52 WIB
27 emas Jatim lepas, panjat tebing paling jeblok
A
A
A
Sindonews.com - Kontingen Jawa Timur harus pulang dengan kepala tertunduk dari ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/Riau. Kegagalan itu tidak perlu terjadi jika target 27 emas tidak meleset.
Hasil evaluasi sementara tim Posko Pemenangan Kontingen Jatim di Jalan Cemara, Pekan Baru, menunjukan salah satu faktor kegagalan Jatim adalah target 27 emas dari 15 cabang olahraga ternyata lepas. ''Ada 27 nomor yang kita andalkan ternyata lepas, jika itu tidak meleset kita bisa juara. Ini omongannya orang kalah,''ujar Ketua (Plt) KONI Jatim, Erlangga Satriagung menghibur diri.
Memang, seandainya target 27 nomor itu tidak lepas bisa dipastikan Jatim bisa mempertahankan gelar juara umum. Hintungannya., saat ini Jatim mendulang 85 emas jika ditambah 27 total menjadi 112 . Melebihi perolehan DKI Jakarta yang berada di puncak klasemen akhir perolehan medali dengan 111 emas.
Dari 27 target emas lepas itu, versi KONI Jatim, panjat tebing ternyata menjadi cabor paling banyak meleset. Terbukti dari target sembilan emas hanya mendapatkan 3 emas. Enam emas lainnya meleset. Yaitu dari nomor speed record putra, speed track putra. Speed track regu putra, speed track putri, speed track regu putri dan speed track putri.
Remuknya cabor panjat tebing, ujar Erlangga salah satunya karena andalan Jatim di sector putri Evi Nelawati tidak ikut berangkat secara mendadak karena mengalami kecelakaan di Surabaya. ''Itu menjadi salah satu penyebabnya. Para pemanjat putri lainnya seperti down dan tertekan karena tidak ada Evi. Sebaliknya Jabar yang menjadi musuh utama Evi, semakin percaya diri, “ ujarnya.
Di peringkat kedua cabor terburuk di tempat renang. Menurut versi KONI ada tiga nomor lepas dari target total tujuh emas. Cabor renang sendiri gagal menyumbang medali emas. Hanya mendulang 8 perak dan 6 perunggu. ''Memang awalnya kita target tujuh emas, tapi aslinya renang ada tiga yang harus emas, empat emas lain itu masih fifty-fifty, “ jelas Erlangga.
Tiga emas dari cabor renang yang lepas itu dua nomor diantaranya yaitu 50 meter dan 100 meter gaya bebas putri mengandalkan Enny Susilowati. ''Untuk renang kita belum tahu kenapa sama sekali tidak dapat medali. Enny dengan pengalamannya yang sudah internasional, kenapa saat start bisa salah, “ ujarnya heran.
Selain renang, cabor wushu juga gagal mengamankan target tiga medali emas dari nomor sanshuo. Namun wushu tidak terlalu hancur seperti renang karena bisa menuntupi dengan membuat kejutan menyapu tiga emas di nomor taulo. ''Wushu yang jadi andalan kita ada di Sanshou, tapi yang dapat malah taulo, “ jelasnya.
Sementara cabor ski air, panahan dan judo gagal mengamankan target dua nomor emas. Disusul loncat indah, anggar, balap sepeda, dayung, karete, layar, loncat indah dan aeromodeling gagal satu target emas. ''Nanti kita panggil satu per satu manajer cabor, kenapa bisa meleset, “ ujar Erlangga ketika ditanya sanksi yang akan diberikan kepada cabor gagal target ini.
Hasil evaluasi sementara tim Posko Pemenangan Kontingen Jatim di Jalan Cemara, Pekan Baru, menunjukan salah satu faktor kegagalan Jatim adalah target 27 emas dari 15 cabang olahraga ternyata lepas. ''Ada 27 nomor yang kita andalkan ternyata lepas, jika itu tidak meleset kita bisa juara. Ini omongannya orang kalah,''ujar Ketua (Plt) KONI Jatim, Erlangga Satriagung menghibur diri.
Memang, seandainya target 27 nomor itu tidak lepas bisa dipastikan Jatim bisa mempertahankan gelar juara umum. Hintungannya., saat ini Jatim mendulang 85 emas jika ditambah 27 total menjadi 112 . Melebihi perolehan DKI Jakarta yang berada di puncak klasemen akhir perolehan medali dengan 111 emas.
Dari 27 target emas lepas itu, versi KONI Jatim, panjat tebing ternyata menjadi cabor paling banyak meleset. Terbukti dari target sembilan emas hanya mendapatkan 3 emas. Enam emas lainnya meleset. Yaitu dari nomor speed record putra, speed track putra. Speed track regu putra, speed track putri, speed track regu putri dan speed track putri.
Remuknya cabor panjat tebing, ujar Erlangga salah satunya karena andalan Jatim di sector putri Evi Nelawati tidak ikut berangkat secara mendadak karena mengalami kecelakaan di Surabaya. ''Itu menjadi salah satu penyebabnya. Para pemanjat putri lainnya seperti down dan tertekan karena tidak ada Evi. Sebaliknya Jabar yang menjadi musuh utama Evi, semakin percaya diri, “ ujarnya.
Di peringkat kedua cabor terburuk di tempat renang. Menurut versi KONI ada tiga nomor lepas dari target total tujuh emas. Cabor renang sendiri gagal menyumbang medali emas. Hanya mendulang 8 perak dan 6 perunggu. ''Memang awalnya kita target tujuh emas, tapi aslinya renang ada tiga yang harus emas, empat emas lain itu masih fifty-fifty, “ jelas Erlangga.
Tiga emas dari cabor renang yang lepas itu dua nomor diantaranya yaitu 50 meter dan 100 meter gaya bebas putri mengandalkan Enny Susilowati. ''Untuk renang kita belum tahu kenapa sama sekali tidak dapat medali. Enny dengan pengalamannya yang sudah internasional, kenapa saat start bisa salah, “ ujarnya heran.
Selain renang, cabor wushu juga gagal mengamankan target tiga medali emas dari nomor sanshuo. Namun wushu tidak terlalu hancur seperti renang karena bisa menuntupi dengan membuat kejutan menyapu tiga emas di nomor taulo. ''Wushu yang jadi andalan kita ada di Sanshou, tapi yang dapat malah taulo, “ jelasnya.
Sementara cabor ski air, panahan dan judo gagal mengamankan target dua nomor emas. Disusul loncat indah, anggar, balap sepeda, dayung, karete, layar, loncat indah dan aeromodeling gagal satu target emas. ''Nanti kita panggil satu per satu manajer cabor, kenapa bisa meleset, “ ujar Erlangga ketika ditanya sanksi yang akan diberikan kepada cabor gagal target ini.
(aww)