Sepak bola Jateng tidak solid dan kalah skill
Kamis, 20 September 2012 - 23:04 WIB
Sepak bola Jateng tidak solid dan kalah skill
A
A
A
Sindonews.com - Tim sepak bola Jateng harus puas dengan hanya membawa pulang medali perunggu setelah mengalahkan Papua. Tim Jateng sendiri gagal melaju ke babak final setelah diganjal oleh Kaltim dengan skor telak 2-0.
Padahal dari cabang ini Jateng mentargetkan mampu masuk ke final. Pelatih tim sepak bola Jateng Firmandoyo, mengaku meski tidak mampu melampaui target yang telah ditetapkan yakni memboyong pulang medali emas, namun dia tetap bangga dengan anak buahnya.
Pasalnya sejak perhelatan PON digelar, cabor sepak bola tidak tidak pernah membawa pulang medali. ''Apa pun hasilnya itu adalah kerja keras tim,” ujarnya.
Dia mengakui kekalahan tim Jateng disebabkan kurang solidnya para pemain selama bertanding, meski sudah melakukan persiapan cukup matang untuk menghadapi PON. Selain itu dari segi skill juga kalah jauh dari tim lawan. ”Contohnya dengan Kaltim kita kalah, karena memang skill mereka lebih bagus dari kita,” katanya.
Diakui atau tidak, Jateng memang secara statistik berada dibawah tim-tim lain, meskipun punggawa-punggawa Jateng diisi oleh pemain-pemain dari klub-klub terbaik di Jawa Tengah. ''Evaluasi pasti ada. Setelah pulang nanti pasti akan kita evaluasi, kenapa kita sampai kalah, apakah karena fisik, mental, atau memang karena kemampuan anak-anak yang berada di bawah tim lain,” ujarnya.
Dari hasil, evaluasi tersebut akan diketahui penyabab, kenapa Jateng hanya mampu memboyong medali perunggu.”Dari PON kali ini menjadi kebangkitan sepak bola di Jawa Tengah. Meski hanya perunggu yang bisa kami persembahkan. Kami berharap menjadi motivasi bagi tim sepak bola Jateng untuk lebih baik pada kompetisi-kompetisi mendapatang,” jelasnya.
Torehan kurang memuaskan juga diperoleh dari cabang olah raga Futsal. Meraka justru harus pulang lebih dulu, karena sudah kalah dibabak penyisihan. Meski mampu menahan imbang Kalsel, namun Jateng harus puas karena tidak masuk ke babak semi final akibat selisih gol dari Kalsel.
Manager Futsal Jateng Sudibyo mengaku, beberapa keputusan wasit yang kontroversi, menjadi catatan Jateng. Tapi apa boleh buat, semua keputusan menjadi wewenang perangkat pertandingan seperti wasit dan sebagainya. Dia menilai perlu evaluasi menyeluruh penyelenggaraan PON Riau.”Riau menjadi tuan rumah sudah baik tetapi perlu ada catatan yang harus mendapatkan evaluasi, karena kita tahu sendiri terjadi beberapa kecurangan,” katanya.
Namun meski begitu, dia tidak mau mengkambing hitamkan wasit atas kekalahan tim futsal Jateng, meski secara materi pemain yang dibawa, seharus mampu membawa pulang medali. ”Yang pasti secara tim kami akan melakukan evaluasi kenapa bisa sampai kalah,” imbuhnya.
Komandan Kontingen Jateng Sukahar menambahkan, menyangakan perhelatan PON kali ini banyak dijumpai kecurangan-kecurangan demi mendapatkan emas. ''Padahal tujuan PON
adalah pembentukan atlet yang dipersiapkan tampil di SEA Games, tetapi kenyataanya kita banyak menemui kecurangan. Pelaksanaan PON Kali ini sungguh mengecewakan,” ujarnya.
Padahal dari cabang ini Jateng mentargetkan mampu masuk ke final. Pelatih tim sepak bola Jateng Firmandoyo, mengaku meski tidak mampu melampaui target yang telah ditetapkan yakni memboyong pulang medali emas, namun dia tetap bangga dengan anak buahnya.
Pasalnya sejak perhelatan PON digelar, cabor sepak bola tidak tidak pernah membawa pulang medali. ''Apa pun hasilnya itu adalah kerja keras tim,” ujarnya.
Dia mengakui kekalahan tim Jateng disebabkan kurang solidnya para pemain selama bertanding, meski sudah melakukan persiapan cukup matang untuk menghadapi PON. Selain itu dari segi skill juga kalah jauh dari tim lawan. ”Contohnya dengan Kaltim kita kalah, karena memang skill mereka lebih bagus dari kita,” katanya.
Diakui atau tidak, Jateng memang secara statistik berada dibawah tim-tim lain, meskipun punggawa-punggawa Jateng diisi oleh pemain-pemain dari klub-klub terbaik di Jawa Tengah. ''Evaluasi pasti ada. Setelah pulang nanti pasti akan kita evaluasi, kenapa kita sampai kalah, apakah karena fisik, mental, atau memang karena kemampuan anak-anak yang berada di bawah tim lain,” ujarnya.
Dari hasil, evaluasi tersebut akan diketahui penyabab, kenapa Jateng hanya mampu memboyong medali perunggu.”Dari PON kali ini menjadi kebangkitan sepak bola di Jawa Tengah. Meski hanya perunggu yang bisa kami persembahkan. Kami berharap menjadi motivasi bagi tim sepak bola Jateng untuk lebih baik pada kompetisi-kompetisi mendapatang,” jelasnya.
Torehan kurang memuaskan juga diperoleh dari cabang olah raga Futsal. Meraka justru harus pulang lebih dulu, karena sudah kalah dibabak penyisihan. Meski mampu menahan imbang Kalsel, namun Jateng harus puas karena tidak masuk ke babak semi final akibat selisih gol dari Kalsel.
Manager Futsal Jateng Sudibyo mengaku, beberapa keputusan wasit yang kontroversi, menjadi catatan Jateng. Tapi apa boleh buat, semua keputusan menjadi wewenang perangkat pertandingan seperti wasit dan sebagainya. Dia menilai perlu evaluasi menyeluruh penyelenggaraan PON Riau.”Riau menjadi tuan rumah sudah baik tetapi perlu ada catatan yang harus mendapatkan evaluasi, karena kita tahu sendiri terjadi beberapa kecurangan,” katanya.
Namun meski begitu, dia tidak mau mengkambing hitamkan wasit atas kekalahan tim futsal Jateng, meski secara materi pemain yang dibawa, seharus mampu membawa pulang medali. ”Yang pasti secara tim kami akan melakukan evaluasi kenapa bisa sampai kalah,” imbuhnya.
Komandan Kontingen Jateng Sukahar menambahkan, menyangakan perhelatan PON kali ini banyak dijumpai kecurangan-kecurangan demi mendapatkan emas. ''Padahal tujuan PON
adalah pembentukan atlet yang dipersiapkan tampil di SEA Games, tetapi kenyataanya kita banyak menemui kecurangan. Pelaksanaan PON Kali ini sungguh mengecewakan,” ujarnya.
(aww)