Peringkat Jateng naik, tapi perolehan medali turun
Kamis, 20 September 2012 - 23:13 WIB
Peringkat Jateng naik, tapi perolehan medali turun
A
A
A
Sindonews.com - Kontingen Jawa Tengah menempati peringkat empat perolehan medali PON XVIII/2012 dengan membawa pulang 47 medali emas, 52 medali perak dan 67 medali perunggu. Posisi ini lebih baik ketimbang pada PON Kaltim pada tahun 2008 lalu. Kepastian itu di dapat setelah Jateng mampu menambah lima emas pada putaran terakhir, Rabu (19/9) Malam.
Kelima medali emas itu diperoleh dari cabang tenis lapangan nomor tunggal putra, biliar, basket putri. Tambahan medali juga diperoleh dari cabang bulu tangkis, ganda putra dan tunggal putra berhasil mengawinkan emas.
Selain tambahan emas, pada putaran terakhir juga menambah koleksi enam medali perak dan empat perunggu. Dengan bertengger di posisi empat klasemen perolehan emas, Jateng berada di bawah DKI, Jabar dan Jatim. Sementara Kaltim dan tuan rumah Riau yang terus menguntit ketat Jateng dalam perolehan emas harus puas di posisi lima dan enam.
Pengamat olahraga Tandiyo Rahayu, menilai, meski Jateng mampu naik menjadi peringkat empat klasmen perolehan medali, namun dari segi ''isi” sebenarnya Jateng mengalami penurunan kualitas dan perolehan medali. Untuk perolehan medali emas Jateng mengalami penurunan 5 medali, 29 di perak, dan 12 di perunggu, padahal targetnya tidak hanya memperbaiki, peringkat tapi juga targetnya adalah 57-60 emas. ”Memang peringkatnya naik, tetapi dari segi perolehan medali menurun,”katanya.
Menurutnya, membina olah raga harus "diniati", tidak bisa sambil lalu dan jadi komoditas politik dan politisasi. Kalau eksekutif dan legislatif tidak paham bahwa membina olahraga itu mahal, sebaiknya tidak perlu berharap dan jangan menggunakan olah raga sebagai komoditas. ''Tren Skrg ini, semua teriak target, tapi giliran disodori dana, semua balik badan,” katanya.
Kelima medali emas itu diperoleh dari cabang tenis lapangan nomor tunggal putra, biliar, basket putri. Tambahan medali juga diperoleh dari cabang bulu tangkis, ganda putra dan tunggal putra berhasil mengawinkan emas.
Selain tambahan emas, pada putaran terakhir juga menambah koleksi enam medali perak dan empat perunggu. Dengan bertengger di posisi empat klasemen perolehan emas, Jateng berada di bawah DKI, Jabar dan Jatim. Sementara Kaltim dan tuan rumah Riau yang terus menguntit ketat Jateng dalam perolehan emas harus puas di posisi lima dan enam.
Pengamat olahraga Tandiyo Rahayu, menilai, meski Jateng mampu naik menjadi peringkat empat klasmen perolehan medali, namun dari segi ''isi” sebenarnya Jateng mengalami penurunan kualitas dan perolehan medali. Untuk perolehan medali emas Jateng mengalami penurunan 5 medali, 29 di perak, dan 12 di perunggu, padahal targetnya tidak hanya memperbaiki, peringkat tapi juga targetnya adalah 57-60 emas. ”Memang peringkatnya naik, tetapi dari segi perolehan medali menurun,”katanya.
Menurutnya, membina olah raga harus "diniati", tidak bisa sambil lalu dan jadi komoditas politik dan politisasi. Kalau eksekutif dan legislatif tidak paham bahwa membina olahraga itu mahal, sebaiknya tidak perlu berharap dan jangan menggunakan olah raga sebagai komoditas. ''Tren Skrg ini, semua teriak target, tapi giliran disodori dana, semua balik badan,” katanya.
(aww)