Suporter Liverpool & United masih saling benci
Selasa, 25 September 2012 - 08:36 WIB
Suporter Liverpool & United masih saling benci
A
A
A
Sindonews.com - Berdamainya suporter Liverpool dan Manchester United (MU) ternyata tidak bertahan lama. Hubungan buruk kedua pihak kembali memanas selepas pertandingan di Anfield, Minggu 23 September 2012 lalu. Kedua pendukung terlibat bertukar cacian seusai laga yang dimenangkan United tersebut.
Insiden ini berlangsung meski klub, pemain, dan mayoritas penonton sejenak menggelar rekonsiliasi untuk memberikan penghormatan bagi korban tragedi Hillsborough. Dilaporkan Independent, dua orang fans Liverpool yang masih tinggal di dalam stadion menirukan gerakan pesawat kepada suporter tim tamu, yang merujuk kecelakaan Munich 1958 yang menewaskan delapan pemain MU seusai laga berakhir.
Ulah pendukung tuan rumah langsung dibalas fans MU yang belum dibiarkan pulang aparat demi menghindari bentrokan. Mereka menyanyikan lirik Always the victim, it’s never your fault, Murderers dan Justice for Heysel kepada dua fans Liverpool. Suporter MU memang mengklaim teriakan tersebut merujuk petaka Heysel, bukan Hillsborough namun aksi mereka tetap provokatif dan menodai momen istimewa partai tersebut. Apalagi pendukung Ryan Giggs dkk juga sempat memancing fans Liverpool dan meminta mereka melontarkan ejekan terkait tragedi Munich saat pertandingan berusia 13 menit.
“Saya tidak bisa mengomentari apa yang berlangsung selepas laga karena tidak melihat atau mendengar apa pun. Namun, mesti dipahami sengitnya rivalitas kedua klub. Perseteruan inilah yang membuat sepak bola Inggris kaya. Meski begitu,lagu yang mengejek korban sangat tidak pantas,” ungkap Pelatih Liverpool Brendan Rogders, dikutip Independent.
Sikap buruk fans turut terlihat pada serangan ke wasit Mark Halsey. Suporter Liverpool yang kesal melontarkan kekecewaan terhadap kepemimpinan pengadil senior itu lewat komentar tidak pantas di Twitter. Daily Mail mencatat ada dua pernyataan yang paling kasar dikeluarkan John Wareing (@johnwareing1) dan John Hughes (@lfcjohn259).
Keduanya menyinggung sejarah medis Halsey yang pernah terjangkit kanker dan berharap dia meninggal karena penyakit tersebut. Meski kemudian Hughes menghapus tweet dan meminta maaf, keluarga Halsey tetap menyadari aksinya. Mereka berencana melaporkan Wareing ke polisi.
Sementara itu, asosiasi wasit kemungkinan membebaskan Halsey dari tugas memimpin laga Southampton dan Sheffield Wednesday pada babak III Piala Liga, hari ini karena khawatir psikologisnya terganggu. Hal ini lantaran Halsey digugat menyusul kebijakannya mengusir Jonjo Shelvey dan memberikan penalti untuk MU. Rodgers melihatnya salah besar. Namun,Pelatih MU Sir Alex Ferguson merasa Halsey sudah menjalankan tugasnya.
“Hukuman bagi tepat. Dia tidak mengincar bola,” kata Ferguson. Shelvey bereaksi buruk terkait hukumannya. Dia kemudian beradu mulut panas dengan Ferguson ketika menuju kamar ganti.
Mantan punggawa Crystal Palace itu bahkan harus digiring agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Selepas laga, Shelvey mengucapkan permintaan maaf kepada fans Liverpool dan Ferguson melalui akun Twitter. Namun, dia tetap menegaskan kekesalannya kepada Ferguson dan menuduhnya memprovokasi Halsey supaya mengusirnya.
Insiden ini berlangsung meski klub, pemain, dan mayoritas penonton sejenak menggelar rekonsiliasi untuk memberikan penghormatan bagi korban tragedi Hillsborough. Dilaporkan Independent, dua orang fans Liverpool yang masih tinggal di dalam stadion menirukan gerakan pesawat kepada suporter tim tamu, yang merujuk kecelakaan Munich 1958 yang menewaskan delapan pemain MU seusai laga berakhir.
Ulah pendukung tuan rumah langsung dibalas fans MU yang belum dibiarkan pulang aparat demi menghindari bentrokan. Mereka menyanyikan lirik Always the victim, it’s never your fault, Murderers dan Justice for Heysel kepada dua fans Liverpool. Suporter MU memang mengklaim teriakan tersebut merujuk petaka Heysel, bukan Hillsborough namun aksi mereka tetap provokatif dan menodai momen istimewa partai tersebut. Apalagi pendukung Ryan Giggs dkk juga sempat memancing fans Liverpool dan meminta mereka melontarkan ejekan terkait tragedi Munich saat pertandingan berusia 13 menit.
“Saya tidak bisa mengomentari apa yang berlangsung selepas laga karena tidak melihat atau mendengar apa pun. Namun, mesti dipahami sengitnya rivalitas kedua klub. Perseteruan inilah yang membuat sepak bola Inggris kaya. Meski begitu,lagu yang mengejek korban sangat tidak pantas,” ungkap Pelatih Liverpool Brendan Rogders, dikutip Independent.
Sikap buruk fans turut terlihat pada serangan ke wasit Mark Halsey. Suporter Liverpool yang kesal melontarkan kekecewaan terhadap kepemimpinan pengadil senior itu lewat komentar tidak pantas di Twitter. Daily Mail mencatat ada dua pernyataan yang paling kasar dikeluarkan John Wareing (@johnwareing1) dan John Hughes (@lfcjohn259).
Keduanya menyinggung sejarah medis Halsey yang pernah terjangkit kanker dan berharap dia meninggal karena penyakit tersebut. Meski kemudian Hughes menghapus tweet dan meminta maaf, keluarga Halsey tetap menyadari aksinya. Mereka berencana melaporkan Wareing ke polisi.
Sementara itu, asosiasi wasit kemungkinan membebaskan Halsey dari tugas memimpin laga Southampton dan Sheffield Wednesday pada babak III Piala Liga, hari ini karena khawatir psikologisnya terganggu. Hal ini lantaran Halsey digugat menyusul kebijakannya mengusir Jonjo Shelvey dan memberikan penalti untuk MU. Rodgers melihatnya salah besar. Namun,Pelatih MU Sir Alex Ferguson merasa Halsey sudah menjalankan tugasnya.
“Hukuman bagi tepat. Dia tidak mengincar bola,” kata Ferguson. Shelvey bereaksi buruk terkait hukumannya. Dia kemudian beradu mulut panas dengan Ferguson ketika menuju kamar ganti.
Mantan punggawa Crystal Palace itu bahkan harus digiring agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Selepas laga, Shelvey mengucapkan permintaan maaf kepada fans Liverpool dan Ferguson melalui akun Twitter. Namun, dia tetap menegaskan kekesalannya kepada Ferguson dan menuduhnya memprovokasi Halsey supaya mengusirnya.
(akr)