Cino enggan bikin KO lawan
Sabtu, 06 Oktober 2012 - 08:07 WIB
Cino enggan bikin KO lawan
A
A
A
Sindonews.com – Juara dunia tinju kelas bulu IBO Daud Yordan tidak menargetkan knock-out (KO) saat menghadapi petinju Inggris Joy Steven Vureev pada pertarungan perebutan gelar di Singapura,9 November 2012.
”Dia (Joy Steven Vureev) merupakan petinju yang bagus dan juara WBC internasional dengan rekor bertarung yang juga bagus,yaitu 47 kali menang (24 di antaranya dengan KO) dan 5 kali kalah,” kata Daud,dikutip Antara. Menurut dia,kemenangan dengan KO adalah merupakan insiden di atas ring dan tidak bisa direncanakan dari awal.Namun, Cino––sapaan Daud––akan berusaha meraih kemenangan dalam setiap ronde.
Dia pun mengakui jika petinju Inggris itu tak mudah ditaklukkan,kendati usia lawannya lebih tua dari Cino (sekitar 39 tahun).Namun, saat melihat rekaman pertarungannya,ternyata penampilan Vureev seperti petinju muda.”Dia itu semakin tua semakin jadi,”tandasnya. Ketika ditanya tentang gaya bertarung Vureev,petinju dari Sasana Kayong Utara ini mengatakan bahwa petinju Inggris itu memiliki gaya bertinju fighter seperti dirinya.
”Dia memiliki kekuatan yang bagus dan saya harus hati-hati serta waspada menghadapi petinju Inggris tersebut,”kata petinju dengan rekor bertarung 29 kali menang (23 di antaranya dengan KO) dan dua kali kalah itu. Namun,dia akan melakukan upaya bertarung dalam jarak dekat.Itu akan dilakukannya mengingat petinju asal Eropa biasanya memiliki jangkauan pukulan yang lebih panjang,kendati Vureev tak memiliki postur terlalu tinggi.
”Saya tetap akan menerapkan pertarungan jarak dekat,seperti gaya saya selama ini.Apalagi,dia memiliki gaya bertarung yang sama seperti saya,”ujar Cino,yang meraih gelar juara dunia setelah menang KO atas petinju Filipina Lorenzo Villanueva di Singapura,5 Mei 2012. Cino pun memaparkan,pemenang dalam pertarungan itu bisa dipengaruhi kepintaran dan kekuatan di atas ring nanti. Yang jelas,Cino telah menyiapkan strategi apik saat menghadapi Vureev nanti.
Bersama pemegang gelar Super Champion kelas bulu WBA Chris John,mereka saat ini menjalani pemusatan latihan di tempat yang sama di Jakarta.Itu wajib dilakukan karena kedua petinju kebanggaan Tanah Air itu berada di bawah promotor Mahkota Promotion yang dipimpin Raja Sapta Oktohari.
”Dia (Joy Steven Vureev) merupakan petinju yang bagus dan juara WBC internasional dengan rekor bertarung yang juga bagus,yaitu 47 kali menang (24 di antaranya dengan KO) dan 5 kali kalah,” kata Daud,dikutip Antara. Menurut dia,kemenangan dengan KO adalah merupakan insiden di atas ring dan tidak bisa direncanakan dari awal.Namun, Cino––sapaan Daud––akan berusaha meraih kemenangan dalam setiap ronde.
Dia pun mengakui jika petinju Inggris itu tak mudah ditaklukkan,kendati usia lawannya lebih tua dari Cino (sekitar 39 tahun).Namun, saat melihat rekaman pertarungannya,ternyata penampilan Vureev seperti petinju muda.”Dia itu semakin tua semakin jadi,”tandasnya. Ketika ditanya tentang gaya bertarung Vureev,petinju dari Sasana Kayong Utara ini mengatakan bahwa petinju Inggris itu memiliki gaya bertinju fighter seperti dirinya.
”Dia memiliki kekuatan yang bagus dan saya harus hati-hati serta waspada menghadapi petinju Inggris tersebut,”kata petinju dengan rekor bertarung 29 kali menang (23 di antaranya dengan KO) dan dua kali kalah itu. Namun,dia akan melakukan upaya bertarung dalam jarak dekat.Itu akan dilakukannya mengingat petinju asal Eropa biasanya memiliki jangkauan pukulan yang lebih panjang,kendati Vureev tak memiliki postur terlalu tinggi.
”Saya tetap akan menerapkan pertarungan jarak dekat,seperti gaya saya selama ini.Apalagi,dia memiliki gaya bertarung yang sama seperti saya,”ujar Cino,yang meraih gelar juara dunia setelah menang KO atas petinju Filipina Lorenzo Villanueva di Singapura,5 Mei 2012. Cino pun memaparkan,pemenang dalam pertarungan itu bisa dipengaruhi kepintaran dan kekuatan di atas ring nanti. Yang jelas,Cino telah menyiapkan strategi apik saat menghadapi Vureev nanti.
Bersama pemegang gelar Super Champion kelas bulu WBA Chris John,mereka saat ini menjalani pemusatan latihan di tempat yang sama di Jakarta.Itu wajib dilakukan karena kedua petinju kebanggaan Tanah Air itu berada di bawah promotor Mahkota Promotion yang dipimpin Raja Sapta Oktohari.
(wbs)