100 pemain adu nasib berkostum PSMS
Senin, 08 Oktober 2012 - 19:12 WIB
100 pemain adu nasib berkostum PSMS
A
A
A
Sindonews.com - Tim pelatih PSMS Medan resmi menggelar seleksi pemain di Stadion Kebun Bunga Medan, Senin (8/10). Hampir 100 pemain ikut pada seleksi yang digelar mulai pukul 16.00 WIB.
Skuad seleksi dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama merupakan pemain-pemain amatir, sementara grup kedua merupakan pemain yang diisi mantan pemain-pemain yang pernah membela klub-klub Divisi Utama, Indonesia Super League (ISL) dan Indonesian Premier League (IPL). Sebagian besar pemain tersebut juga merupakan mantan skuad PSMS Medan dari beberapa generasi.
Mereka adalah, Novi Handriawan, Mahadi Rais, Novianto, Aun Carbiny, M Yusuf, Herman Batak, Nico Susanto, Heri Suwondo, Tri Yudha Handoko, Rifki Firdaus, dan sejumlah pemain lainnya. Sementara di sisi pemain amatir, ada beberapa pemain eks PSMS seperti Mahadi Rais dan James Zaidan Saragih. Pada seleksi tersebut, pemain amatir mendapat jatah lebih dulu. Sekitar 66 lebih pemain amatir bergantian dipertemukan dalam laga tersebut.
Pelatih PSMS, Suimin Diharja yang ditemui saat seleksi mengatakan, hari pertama hingga penutupan seleksi tahap awal Jumat (12/10) mendatang, pemain tetap dibagi dalam dua grup, amatir dan profesional. "Pemain amatir dibedakan dengan profesional. Besok juga akan dibagi dua sesi, pagi untuk profesional, sore untuk amatir dan mungkin bergantian. Kenapa dipisahkan? Kalau digabungkan dengan amatir, enggak kelihatan mereka yang menonjol," ujar Suimin.
Suimin juga menegaskan, minggu pertama sampai hari Jumat mendatang, pihaknya tetap membukan pendaftaran bagi pemain seleksi. "Seleksi tetap dibuka hingga Jumat (12/10) mendatang. Jadi bagi pemain-pemain yang mau datang ikut seleksi seperti Markus atau pemain lainnya, kami persilakan," ungkapnya
Pria berjuluk Pelatih Kampung itu mengatakan, hasil seleksi tahap awal tersebut akan diumumkan Sabtu (13/10) mendatang. "Kami juga kejar deadline, Sabtu diumumkan untuk seleksi tahap awal," bebernya.
Pekan depan, seleksi telah memasuki tahap kedua. Bedanya dengan di tahap pertama, semua pemain yang lolos seleksi akan digabung untuk memantau teknik masing-masing pemain. "Minggu kedua mereka sudah dicampur. Seleksi akan memfokuskan kemampuan pemain cara teknis, cara menyerangnya. Intinya yang penting, bagaimana mereka bisa keluar dari sisi individual mereka," paparnya.
Sementara itu, seleksi perdana PSMS versi ketua umum Indra Sakti Harahap, tidak diikuti satupun pemain tim Sumut di PON Riau. Padahal, Hardiantono dkk digadang menjadi bagian PSMS musim 2012/2013. Lantaran, berhasil merebut medali perak.
Pelatih PON Sumut, Rudi Saari, yang ditemui di Komplek Kebun Bunga sambil melihat seleksi berjalan, menjelaskan, tim asuhannya sedang menanti kepastian memperkuat tim PTPN IV. Ini adalah rangkaian janji manajemen PON yang ingin memberikan kejelasan masa depan skuat PON dengan bekerja di PTPN IV. "Saat ini, anak-anak masih menanti kejelasan tersebut. Karena, anak-anak sempat diupayakan ikut ke PTPN IV oleh Pak Kamaluddin (manajer PON) otomatis kalau nanti bekerja di sana, anak-anak harus memperkuat tim PTPN IV. Jadi, mereka masih mengurus itu dulu," ungkapnya.
Rudi menambahkan, timnya belum dibubarkan pascapergelaran PON. "Kami juga belum pembubaran tim. Mungkin dalam beberapa hari ini. Belum ada kabar lanjutan," timpalnya.
Selain itu, mantan arsitek PSMS ini mengurai, skuatnya memang lebih baik tidak ikut seleksi di hari pertama. Menurutnya kemampuan skuatnya di atas pemain-pemain amatir yang ikut seleksi hari perdana. "Skill anak-anak sudah di atas level yang seleksi hari ini. Kalau ikut seleksi dengan yang ini, maka kemampuan anak-anak bisa tidak terpantau," tuturnya.
Pelatih PSMS, Suimin mengharapkan pemain-pemain PON ini hadir di seleksi berikutnya. "Kami harapkan, besok (Selasa 9/10), mereka bisa hadir di seleksi ini," pungkasnya.
Skuad seleksi dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama merupakan pemain-pemain amatir, sementara grup kedua merupakan pemain yang diisi mantan pemain-pemain yang pernah membela klub-klub Divisi Utama, Indonesia Super League (ISL) dan Indonesian Premier League (IPL). Sebagian besar pemain tersebut juga merupakan mantan skuad PSMS Medan dari beberapa generasi.
Mereka adalah, Novi Handriawan, Mahadi Rais, Novianto, Aun Carbiny, M Yusuf, Herman Batak, Nico Susanto, Heri Suwondo, Tri Yudha Handoko, Rifki Firdaus, dan sejumlah pemain lainnya. Sementara di sisi pemain amatir, ada beberapa pemain eks PSMS seperti Mahadi Rais dan James Zaidan Saragih. Pada seleksi tersebut, pemain amatir mendapat jatah lebih dulu. Sekitar 66 lebih pemain amatir bergantian dipertemukan dalam laga tersebut.
Pelatih PSMS, Suimin Diharja yang ditemui saat seleksi mengatakan, hari pertama hingga penutupan seleksi tahap awal Jumat (12/10) mendatang, pemain tetap dibagi dalam dua grup, amatir dan profesional. "Pemain amatir dibedakan dengan profesional. Besok juga akan dibagi dua sesi, pagi untuk profesional, sore untuk amatir dan mungkin bergantian. Kenapa dipisahkan? Kalau digabungkan dengan amatir, enggak kelihatan mereka yang menonjol," ujar Suimin.
Suimin juga menegaskan, minggu pertama sampai hari Jumat mendatang, pihaknya tetap membukan pendaftaran bagi pemain seleksi. "Seleksi tetap dibuka hingga Jumat (12/10) mendatang. Jadi bagi pemain-pemain yang mau datang ikut seleksi seperti Markus atau pemain lainnya, kami persilakan," ungkapnya
Pria berjuluk Pelatih Kampung itu mengatakan, hasil seleksi tahap awal tersebut akan diumumkan Sabtu (13/10) mendatang. "Kami juga kejar deadline, Sabtu diumumkan untuk seleksi tahap awal," bebernya.
Pekan depan, seleksi telah memasuki tahap kedua. Bedanya dengan di tahap pertama, semua pemain yang lolos seleksi akan digabung untuk memantau teknik masing-masing pemain. "Minggu kedua mereka sudah dicampur. Seleksi akan memfokuskan kemampuan pemain cara teknis, cara menyerangnya. Intinya yang penting, bagaimana mereka bisa keluar dari sisi individual mereka," paparnya.
Sementara itu, seleksi perdana PSMS versi ketua umum Indra Sakti Harahap, tidak diikuti satupun pemain tim Sumut di PON Riau. Padahal, Hardiantono dkk digadang menjadi bagian PSMS musim 2012/2013. Lantaran, berhasil merebut medali perak.
Pelatih PON Sumut, Rudi Saari, yang ditemui di Komplek Kebun Bunga sambil melihat seleksi berjalan, menjelaskan, tim asuhannya sedang menanti kepastian memperkuat tim PTPN IV. Ini adalah rangkaian janji manajemen PON yang ingin memberikan kejelasan masa depan skuat PON dengan bekerja di PTPN IV. "Saat ini, anak-anak masih menanti kejelasan tersebut. Karena, anak-anak sempat diupayakan ikut ke PTPN IV oleh Pak Kamaluddin (manajer PON) otomatis kalau nanti bekerja di sana, anak-anak harus memperkuat tim PTPN IV. Jadi, mereka masih mengurus itu dulu," ungkapnya.
Rudi menambahkan, timnya belum dibubarkan pascapergelaran PON. "Kami juga belum pembubaran tim. Mungkin dalam beberapa hari ini. Belum ada kabar lanjutan," timpalnya.
Selain itu, mantan arsitek PSMS ini mengurai, skuatnya memang lebih baik tidak ikut seleksi di hari pertama. Menurutnya kemampuan skuatnya di atas pemain-pemain amatir yang ikut seleksi hari perdana. "Skill anak-anak sudah di atas level yang seleksi hari ini. Kalau ikut seleksi dengan yang ini, maka kemampuan anak-anak bisa tidak terpantau," tuturnya.
Pelatih PSMS, Suimin mengharapkan pemain-pemain PON ini hadir di seleksi berikutnya. "Kami harapkan, besok (Selasa 9/10), mereka bisa hadir di seleksi ini," pungkasnya.
(aww)