Pemain bintang PSMS ogah ikut seleksi
Selasa, 09 Oktober 2012 - 23:56 WIB
Pemain bintang PSMS ogah ikut seleksi
A
A
A
Sindonews.com - Hingga hari kedua seleksi pemain PSMS Medan, Selasa (9/10), tercatat 41 nama pemain eks liga bergabung. Namun beberapa nama yang diharapkan bergabung, belum terlihat di antara pemain tersebut.
Sebut saja Donny Fernando Siregar, Saktiawan Sinaga, Legimin Raharjo, Markus Haris Maulana, Jecky Pasarela dan beberapa nama lain, belum terlihat. Beberapa nama memang mengaku tidak mempermasalahkan mekanisme perekrutan tersebut. Namun, seorang pemain menuturkan hal lain.
Pemain yang enggan namanya disebutkan ini menilai, pola perekrutan pemain dengan metode seleksi yang diterapkan pelatih Suimin Diharja dinilai tidak menghargai pemain. "PSMS yang ini enggak menghargai pemain. Kawan-kawan yang lain bilang mereka enggak mau datang," ujar pemain itu.
Menurutnya, pemain profesional tidak layak ditempatkan seperti itu. "Karena kami pemain profesional. Seleksi itu buat pemain amatir. Kalau memang PSMS Medan enggak jodoh, apa boleh buat," katanya. Dia mengaku, keinginan ke PSMS membuatnya sempat menolak beberapa klub. "Saya tolak klub lain demi PSMS. Tapi rupanya di PSMS begini. Entah ada uangnya entah enggak," bebernya.
Untuk menggaet pemain bintang, Suimin dkk punya cara lain. Selain seleksi terbuka, pemain yang di masuk di turnamen PSMS yang dimulai Minggu (7/10) lalu. "Di turnamen itu kan ada juga tim pemandu bakat, jadi pemain yang bagus di sana dipantau juga. Mereka bisa masuk ke tim dan ikut tahapan seleksi. Tapi, rekomendasi itu enggak langsung masuk," ujarnya.
Suimin menanggapi dingin komentar pemain yang enggan mengikuti seleksi. Menurutnya, seleksi tersebut merupakan aturan baku yang dibuat pelatih. "Mekanismenya itu seleksi. Kalau mereka enggak ikut seleksi ya mau bilang apa, terserah mereka," ungkapnya lagi.
Namun, Suimin mengaku sangat menghargai keikutsertaan 41 mantan pemain liga yang ikut bergabung hingga kemarin. "Kami menghargai ketulusan hati pemain-pemain untuk main di PSMS dengan mengikuti mekanisme. Terlihat mereka sangat ingin untuk membela PSMS ini," bebernya.
Dia juga menyatakan, PSMS sebagai klub sepak bola merupakan klub yang membesarkan pemain sehingga menjadi hal yang baik ketika pemain itu datang untuk kembali ke klub yang membesarkannya. "Bukan pemain yang membesarkan PSMS, tapi PSMS yang membesarkan pemain tersebut," pungkasnya
Sebut saja Donny Fernando Siregar, Saktiawan Sinaga, Legimin Raharjo, Markus Haris Maulana, Jecky Pasarela dan beberapa nama lain, belum terlihat. Beberapa nama memang mengaku tidak mempermasalahkan mekanisme perekrutan tersebut. Namun, seorang pemain menuturkan hal lain.
Pemain yang enggan namanya disebutkan ini menilai, pola perekrutan pemain dengan metode seleksi yang diterapkan pelatih Suimin Diharja dinilai tidak menghargai pemain. "PSMS yang ini enggak menghargai pemain. Kawan-kawan yang lain bilang mereka enggak mau datang," ujar pemain itu.
Menurutnya, pemain profesional tidak layak ditempatkan seperti itu. "Karena kami pemain profesional. Seleksi itu buat pemain amatir. Kalau memang PSMS Medan enggak jodoh, apa boleh buat," katanya. Dia mengaku, keinginan ke PSMS membuatnya sempat menolak beberapa klub. "Saya tolak klub lain demi PSMS. Tapi rupanya di PSMS begini. Entah ada uangnya entah enggak," bebernya.
Untuk menggaet pemain bintang, Suimin dkk punya cara lain. Selain seleksi terbuka, pemain yang di masuk di turnamen PSMS yang dimulai Minggu (7/10) lalu. "Di turnamen itu kan ada juga tim pemandu bakat, jadi pemain yang bagus di sana dipantau juga. Mereka bisa masuk ke tim dan ikut tahapan seleksi. Tapi, rekomendasi itu enggak langsung masuk," ujarnya.
Suimin menanggapi dingin komentar pemain yang enggan mengikuti seleksi. Menurutnya, seleksi tersebut merupakan aturan baku yang dibuat pelatih. "Mekanismenya itu seleksi. Kalau mereka enggak ikut seleksi ya mau bilang apa, terserah mereka," ungkapnya lagi.
Namun, Suimin mengaku sangat menghargai keikutsertaan 41 mantan pemain liga yang ikut bergabung hingga kemarin. "Kami menghargai ketulusan hati pemain-pemain untuk main di PSMS dengan mengikuti mekanisme. Terlihat mereka sangat ingin untuk membela PSMS ini," bebernya.
Dia juga menyatakan, PSMS sebagai klub sepak bola merupakan klub yang membesarkan pemain sehingga menjadi hal yang baik ketika pemain itu datang untuk kembali ke klub yang membesarkannya. "Bukan pemain yang membesarkan PSMS, tapi PSMS yang membesarkan pemain tersebut," pungkasnya
(aww)