Koni Jabar pertanyakan kejelasan PON Remaja
Rabu, 10 Oktober 2012 - 17:01 WIB
Koni Jabar pertanyakan kejelasan PON Remaja
A
A
A
Sindonews.com - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat meminta kejelasan tentang penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja tahun 2013. Pasalnya, hingga PON Remaja masih sebatas wacana dari program pemerintah melalui kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
"Bukan hanya KONI Jabar, tapi KONI dari daerah lain pun mempertanyakan bagaimana kelanjutan PON Remaja ini. Penyelenggaraan itu baru ditetapkan tempatnya saja di Surabaya, sedangkan waktu pelaksanaan dan cabang yang akan dipertandingkan belum jelas. Kalau memang serius ini perlu segera ditetapkan," kata Sekretaris KONI Jabar, Lili Rolina.
Menurut Lili, kejelasan tentang waktu, cabang olahraga dan kuota atlet bagi setiap daerah itu sangat berpengaruh terhadap penyusunan anggaran pembinaan dan pelatihan atlet untuk PON tersebut.
Pasalnya, kata Lili persiapan untuk PON Remaja tidak jauh beda dengan atlet senior yang berlaga di ajang PON XVIII di Riau beberapa waktu lalu.
Indeks pembiayaan dan persiapannya tidak jauh beda. KONI daerah akan terlibat langsung dalam pembentukan atlet, termasuk misi dan visi masing-masing daerah dalam mengikuti PON Remaja ini.
"Kita ingin kejelasan, bagaimana selanjutnya, pasti atau tidaknya. Sebab, KONI pasti akan menyiapkan para atletnya. Diharapkan penetapan itu dilakukan dalam beberapa hari ke depan. Pasalnya untuk penyusunan anggaran dan menentukan tahapan pelatihan atlet yang akan dikirim ke ajang itu," tegasnya.
Di sisi lain, kata Lili perlu adanya payung hukum yang jelas yang melandasi pelaksanaan PON Remaja itu, sehingga ada pijakan jelas bagi KONI di seluruh Indonesia untuk mempersiapkan atlet secara maksimal.
PON Remaja baru pertama kali ini akan digelar, namun diharapkan persiapan dilakukan matang karena misi dan outputnya sama untuk mencetak prestasi seperti halnya PON yang diikuti atlet senior. "Yang pasti KONI Jabar akan melakukan persiapan secara sungguh-sungguh sepertihalnya persiapan PON lalu," kata Lili.
Belum adanya kepastian tentang PON Remaja itu, tidak hanya membingungkan KONI Jabar namun juga KONI-KONI daerah lainnya di Indonesia. Bila sudah ada kejelasan, kata Lili diharapkan pemerintah dalam hal ini Kemenpora segera mensosialisasikan ke daerah. ''Sebab menghitung dari rencana pelaksanaan, yang akan digulir pada tahun 2013, waktunya akan semakin mepet,”singkatnya.
Sementara itu pada 6-8 Oktober 2012 lalu, Lili yang mewakili KONI Jawa Barat mengikuti rapat evaluasi pelaksanaan PON XVIII/2012 yang digelar di Pekanbaru. Sekaligus menjenguk Kontingen Peparnas Jawa Barat yang sedang berlaga di sana. Lili menyebutkan tiga hal penting yang dibahas dalam pertemuan itu.
Salah satunya adalah evaluasi pelaksanaan PON XVIII/2012, pembahasan tentang PON Remaja yang akan dibahas kemudian serta harapan kepada tuan rumah PON XIX/2016 yakni Jabar untuk melakukan persiapan lebih awal untuk penyelenggaraan PON yang lebih baik.
''Ada beberapa hal yang dibahas, yaitu perihal pelaksanaan, terus tentang PON Remaja yang masih belum jelas dan akan dibahas kemudian, selain itu terkait persiapan penyelenggaraan PON XIX 2016 mendatang,”pungkasnya.
"Bukan hanya KONI Jabar, tapi KONI dari daerah lain pun mempertanyakan bagaimana kelanjutan PON Remaja ini. Penyelenggaraan itu baru ditetapkan tempatnya saja di Surabaya, sedangkan waktu pelaksanaan dan cabang yang akan dipertandingkan belum jelas. Kalau memang serius ini perlu segera ditetapkan," kata Sekretaris KONI Jabar, Lili Rolina.
Menurut Lili, kejelasan tentang waktu, cabang olahraga dan kuota atlet bagi setiap daerah itu sangat berpengaruh terhadap penyusunan anggaran pembinaan dan pelatihan atlet untuk PON tersebut.
Pasalnya, kata Lili persiapan untuk PON Remaja tidak jauh beda dengan atlet senior yang berlaga di ajang PON XVIII di Riau beberapa waktu lalu.
Indeks pembiayaan dan persiapannya tidak jauh beda. KONI daerah akan terlibat langsung dalam pembentukan atlet, termasuk misi dan visi masing-masing daerah dalam mengikuti PON Remaja ini.
"Kita ingin kejelasan, bagaimana selanjutnya, pasti atau tidaknya. Sebab, KONI pasti akan menyiapkan para atletnya. Diharapkan penetapan itu dilakukan dalam beberapa hari ke depan. Pasalnya untuk penyusunan anggaran dan menentukan tahapan pelatihan atlet yang akan dikirim ke ajang itu," tegasnya.
Di sisi lain, kata Lili perlu adanya payung hukum yang jelas yang melandasi pelaksanaan PON Remaja itu, sehingga ada pijakan jelas bagi KONI di seluruh Indonesia untuk mempersiapkan atlet secara maksimal.
PON Remaja baru pertama kali ini akan digelar, namun diharapkan persiapan dilakukan matang karena misi dan outputnya sama untuk mencetak prestasi seperti halnya PON yang diikuti atlet senior. "Yang pasti KONI Jabar akan melakukan persiapan secara sungguh-sungguh sepertihalnya persiapan PON lalu," kata Lili.
Belum adanya kepastian tentang PON Remaja itu, tidak hanya membingungkan KONI Jabar namun juga KONI-KONI daerah lainnya di Indonesia. Bila sudah ada kejelasan, kata Lili diharapkan pemerintah dalam hal ini Kemenpora segera mensosialisasikan ke daerah. ''Sebab menghitung dari rencana pelaksanaan, yang akan digulir pada tahun 2013, waktunya akan semakin mepet,”singkatnya.
Sementara itu pada 6-8 Oktober 2012 lalu, Lili yang mewakili KONI Jawa Barat mengikuti rapat evaluasi pelaksanaan PON XVIII/2012 yang digelar di Pekanbaru. Sekaligus menjenguk Kontingen Peparnas Jawa Barat yang sedang berlaga di sana. Lili menyebutkan tiga hal penting yang dibahas dalam pertemuan itu.
Salah satunya adalah evaluasi pelaksanaan PON XVIII/2012, pembahasan tentang PON Remaja yang akan dibahas kemudian serta harapan kepada tuan rumah PON XIX/2016 yakni Jabar untuk melakukan persiapan lebih awal untuk penyelenggaraan PON yang lebih baik.
''Ada beberapa hal yang dibahas, yaitu perihal pelaksanaan, terus tentang PON Remaja yang masih belum jelas dan akan dibahas kemudian, selain itu terkait persiapan penyelenggaraan PON XIX 2016 mendatang,”pungkasnya.
(aww)