Dari bramacorah menjadi kepala keluarga yang baik
Kamis, 11 Oktober 2012 - 03:10 WIB
Dari bramacorah menjadi kepala keluarga yang baik
A
A
A
Sindonews.com - Siapa menyangka, mantan juara tinju dunia, Mike Tyson, yang begitu beringas dan sangat ditakuti lawannya ketika di atas ring, ternyata adalah tipe suami yang menyayangi istri dan keluarganya.
"Saya gila. Saya penuh amarah, tapi itulah yang membuat saya menjadi seorang petinju yang hebat. Saya ingin lawan-lawan yang masuk ring untuk menghadapiku, berpikiran jika mereka berhadapan dengan petinju yang buas. Saya adalah 'binatang'," tuturnya ketika diwawancarai The Sun, Kamis (11/10).
Dalam perjalanan hidupnya pemilik julukan Si Leher Beton ini sudah berulangkali tersandung masalah hukum dari masalah kekerasan, pemerkosaan hingga obat-obatan terlarang. Oleh karena itu, pria berusia 46 tahun itu pun dijuluki "The Baddest Man on the Planet".
Saat karirnya masih dalam masa keemasan, Tyson banyak menghabiskan kekayannya untuk berpesta dan mabuk-mabukan, terlebih setelah ia dibebaskan dari penjara sekitar tahun 1995. "Saya dapat minum berbotol-botol brandy (sejenis minuman keras) sepanjang hari dan menggunakan kokain sepanjang malam, kemudian bangun dari tidur kembali lagi minum lebih banyak," ungkapnya.
Karena gaya hidupnya yang buruk itu, pada 2003 ia kehilangan sebagian besar kekayaannya, lalu dinyatakan bangkrut. "Itu tidak masalah. Saya tidak bisa memanfaatkan uang dengan baik. Namun bagi saya, uang berarti alkohol dan obat-obatan."
Namun, pria dengan tato di wajah itu berjuang keras untuk membersihkan sikap buruknya, terlebih dia memiliki dua pengalaman yang sangat buruk dalam hidupnya. Pertama, kematian Exodus, putrinya yang masih berusia empat tahun pada Mei 2009, dan yang kedua adalah kecelekaan yang mengerikan ketika lehernya tercekik kabel listrik treadmill di rumah ibunya.
Dua belas hari setelah kematian putrinya, Tyson menikahi Lakiha "Kiki" Spicer, putri seorang ulama terkenal di Philadelphia. Dan menurutnya, Kiki-lah yang banyak mengubah hidupnya dan membuat hidupnya menjadi lebih baik. "Setelah kematian Exodus, aku tahu aku harus melakukan sesuatu yang positif dan tidak duduk di sana penuh dengan emosi," tandasnya.
"Saya menikahi wanita impian saya. Dia tidak gelap seperti saya. Saya ingin mati dengannya," imbuhnya sembari mengungkapkan jika istrinya itu memintanya untuk berhenti mabuk-mabukan dan menurunkan berat badan.
Permintaan sang istri pun langsung dia kabulkan, Tyson akhirnya berhenti mabuk-mabukan dan selama enam bulan dia hanya makan sup tomat, kemangi dan air. "Saya harus menjadi orang yang baik dan ayah yang baik," tegasnya.
"Saya gila. Saya penuh amarah, tapi itulah yang membuat saya menjadi seorang petinju yang hebat. Saya ingin lawan-lawan yang masuk ring untuk menghadapiku, berpikiran jika mereka berhadapan dengan petinju yang buas. Saya adalah 'binatang'," tuturnya ketika diwawancarai The Sun, Kamis (11/10).
Dalam perjalanan hidupnya pemilik julukan Si Leher Beton ini sudah berulangkali tersandung masalah hukum dari masalah kekerasan, pemerkosaan hingga obat-obatan terlarang. Oleh karena itu, pria berusia 46 tahun itu pun dijuluki "The Baddest Man on the Planet".
Saat karirnya masih dalam masa keemasan, Tyson banyak menghabiskan kekayannya untuk berpesta dan mabuk-mabukan, terlebih setelah ia dibebaskan dari penjara sekitar tahun 1995. "Saya dapat minum berbotol-botol brandy (sejenis minuman keras) sepanjang hari dan menggunakan kokain sepanjang malam, kemudian bangun dari tidur kembali lagi minum lebih banyak," ungkapnya.
Karena gaya hidupnya yang buruk itu, pada 2003 ia kehilangan sebagian besar kekayaannya, lalu dinyatakan bangkrut. "Itu tidak masalah. Saya tidak bisa memanfaatkan uang dengan baik. Namun bagi saya, uang berarti alkohol dan obat-obatan."
Namun, pria dengan tato di wajah itu berjuang keras untuk membersihkan sikap buruknya, terlebih dia memiliki dua pengalaman yang sangat buruk dalam hidupnya. Pertama, kematian Exodus, putrinya yang masih berusia empat tahun pada Mei 2009, dan yang kedua adalah kecelekaan yang mengerikan ketika lehernya tercekik kabel listrik treadmill di rumah ibunya.
Dua belas hari setelah kematian putrinya, Tyson menikahi Lakiha "Kiki" Spicer, putri seorang ulama terkenal di Philadelphia. Dan menurutnya, Kiki-lah yang banyak mengubah hidupnya dan membuat hidupnya menjadi lebih baik. "Setelah kematian Exodus, aku tahu aku harus melakukan sesuatu yang positif dan tidak duduk di sana penuh dengan emosi," tandasnya.
"Saya menikahi wanita impian saya. Dia tidak gelap seperti saya. Saya ingin mati dengannya," imbuhnya sembari mengungkapkan jika istrinya itu memintanya untuk berhenti mabuk-mabukan dan menurunkan berat badan.
Permintaan sang istri pun langsung dia kabulkan, Tyson akhirnya berhenti mabuk-mabukan dan selama enam bulan dia hanya makan sup tomat, kemangi dan air. "Saya harus menjadi orang yang baik dan ayah yang baik," tegasnya.
(aww)