Visa kedua Tyson ditolak Selandia Baru
Jum'at, 12 Oktober 2012 - 23:52 WIB
Visa kedua Tyson ditolak Selandia Baru
A
A
A
Sindonews.com - Mantan juara tinju kelas berat Mike Tyson harus kembali mengalami pil pahit. Usaha lelaki yang dijuluki si Leher Beton untuk mendapatkan visa masuk Selandia Baru lagi-lagi ditolak.
Tyson yang berusia 46 tahun tersebut awalnya telah mendapatkan persetujuan oleh Menteri Imigrasi Selandia Baru Kate Wilkinson untuk mengikuti serangkaian acara pemberian motivasi. Namun, hal itu ternyata urung dilakukan setelah para pemuda yang akan sejak awal mendukung kehadirannya di Aukland tidak melihat bahwa kedatangannya dapat memberikan sesuatu yang baik.
Sementara pihak promotor akan melayangkan surat permintaan kepada imigrasi setempat untuk pembuatan visa baru setelah kelompok komunitas kedua mengatakan mendukung permintaan tersebut untuk bertukar pikiran langsung dengan petinju Amerika Serikat itu.
"Keputusan menerima Tyson sebenarnya sudah cukup dengan surat dukungan dari anggota dewan Trust. Namun, ketika mereka menarik diri dari dukungannya, saya ternyata menerima dukungan lain dari perwakilan Tyson yakni Manukau Perkotaan Maori Authority," kata Wilkinson seperti dilansir SuperSport, Jumat (12/10/2012).
"Tapi ternyata dukungan baru itu tidak cukup untuk mendapatkan izin dan saya secara tegas menolak mendapatkan visa baru
dibawah Undang-undang Imigrasi 2009," tegasnya.
Kecaman dari berbagai kalangan itu muncul ketika undang-undang Selandia Baru menyebutkan bahwa seseorang yang pernah mendapatkan hukuman enam tahun penjara dalam kasus pemerkosaan yang dilakukan Tyson pada 1992, tidak diperbolehkan memperoleh visa memasuki negeri itu.
Kendati demikian, Tyson tetap akan melakukan kunjungan ke sejumlah negara, salah satunya Australia. Dia telah mendapat visa mengunjungi Australia untuk mengikuti sebuah acara pada November mendatang. Hal ini sempat diungkapkan CEO promotor tur Markson Sparks, Max Markson (10/10).
Sementara juru bicara Manukau, Whilie Jackson justru membantah pernyataan yang menyatakan bahwa kehadiran Tyson tidak akan memberikan manfaat. Menurutnya, sosok petinju yang memiliki tato di wajahnya tersebut dapat memberikan inspirasi kepada pemuda Mauri.
"Kami berencana mengubah kehidupan pemuda disini dan sosok Tyson sangat tepat untuk menjadi pembicara di acara tersebut," tambahnya seperti dilansir onenews.
Tyson yang berusia 46 tahun tersebut awalnya telah mendapatkan persetujuan oleh Menteri Imigrasi Selandia Baru Kate Wilkinson untuk mengikuti serangkaian acara pemberian motivasi. Namun, hal itu ternyata urung dilakukan setelah para pemuda yang akan sejak awal mendukung kehadirannya di Aukland tidak melihat bahwa kedatangannya dapat memberikan sesuatu yang baik.
Sementara pihak promotor akan melayangkan surat permintaan kepada imigrasi setempat untuk pembuatan visa baru setelah kelompok komunitas kedua mengatakan mendukung permintaan tersebut untuk bertukar pikiran langsung dengan petinju Amerika Serikat itu.
"Keputusan menerima Tyson sebenarnya sudah cukup dengan surat dukungan dari anggota dewan Trust. Namun, ketika mereka menarik diri dari dukungannya, saya ternyata menerima dukungan lain dari perwakilan Tyson yakni Manukau Perkotaan Maori Authority," kata Wilkinson seperti dilansir SuperSport, Jumat (12/10/2012).
"Tapi ternyata dukungan baru itu tidak cukup untuk mendapatkan izin dan saya secara tegas menolak mendapatkan visa baru
dibawah Undang-undang Imigrasi 2009," tegasnya.
Kecaman dari berbagai kalangan itu muncul ketika undang-undang Selandia Baru menyebutkan bahwa seseorang yang pernah mendapatkan hukuman enam tahun penjara dalam kasus pemerkosaan yang dilakukan Tyson pada 1992, tidak diperbolehkan memperoleh visa memasuki negeri itu.
Kendati demikian, Tyson tetap akan melakukan kunjungan ke sejumlah negara, salah satunya Australia. Dia telah mendapat visa mengunjungi Australia untuk mengikuti sebuah acara pada November mendatang. Hal ini sempat diungkapkan CEO promotor tur Markson Sparks, Max Markson (10/10).
Sementara juru bicara Manukau, Whilie Jackson justru membantah pernyataan yang menyatakan bahwa kehadiran Tyson tidak akan memberikan manfaat. Menurutnya, sosok petinju yang memiliki tato di wajahnya tersebut dapat memberikan inspirasi kepada pemuda Mauri.
"Kami berencana mengubah kehidupan pemuda disini dan sosok Tyson sangat tepat untuk menjadi pembicara di acara tersebut," tambahnya seperti dilansir onenews.
(wbs)