Bonus Paralimpian Jateng belum dianggarkan
Minggu, 14 Oktober 2012 - 16:36 WIB
Bonus Paralimpian Jateng belum dianggarkan
A
A
A
Sindonews.com – Kontingen Paralimpik Jateng yang berlaga pada ajang Pekan Olah Raga Paralimpic Nasional (Peparnas) 2012 Riau, memberikan hasil yang maksimal di tengah keterbatasan fisiknya, dengan membawa pulang gelar juara umum.
Pada perhelatan tersebut Jateng mengemas 90 medali emas, 55 medali perak dan 42 medali perunggu. Meraka pun pulang dengan penuh kebanggan.
Padahal, paralimpian Jateng ini berlaga tanpa dukungan anggaran yang berlebih. Untuk ajang ini Jateng hanya mengalokasikan dana sekitar Rp3,5 miliar. Hal ini berbanding terbaling dengan kontingen PON Jateng yang mencapai Rp34 miliar.
Namun, sayang meski meraka mampu mempersembahkan yang terbaik untuk Jateng dengan dana minim, bonus untuk para atlet hingga saat ini belum juga dianggarkan. Padahal bonus atlet tersebut menjadi hak meraka.
Sudah selayaknya, pemerintah Provinsi Jateng memberikan apresiasi kepada para atlet yang telah berjuang untuk mengharumkan nama Jateng di kancah Nasional itu.
“Perhatian (Bonus) pasti ada, karena menjadi hak meraka (atlet). Para atlet telah bekerja keras hingga kita berhasil mempertahankan juara umum,” kata Wakil Ketua Bidang Pembinaan Atlet KONI Jateng Sukahar, kemarin.
Dia mengaku, belum menganggarkan besar kecilnya bonus yang akan diberikan kepada atlet yang berlaga pada Peparnas Riau 2012. Penganggaran bonus baru akan dilakukan setelah seluruh atlet kembali ke Jateng. “Tentang besar kecilnya, belum bisa saya sampaikan, karena memang belum membicarakan masalah tersebut,” imbuhnya.
Dia mengaku, dengan perolehan gelar juara umum para Peparnas 2012 Riau, pihaknya merasa bangga dengan atlet-atlet Jateng.”Apa yang diraih sesuai dengan target yakni 90 emas, dan mempertahankan gelar juara umum. Tentu ini menjadi kebanggaan kita semua, dan kami patut bersyukur atas semua ini,” tandasnya.
Ketua National Paralimpic Comitte (NPC) Jateng Budi Hariyanto, menambahkan, ia menjamin pemberian bonus bagi para atlet peraih medali. "Anggaran yang akan disiapkan termasuk bonus bagi para peraih medalinya akan disesuaikan, dengan jumlah peroleh medali," katanya.
Pada perhelatan tersebut Jateng mengemas 90 medali emas, 55 medali perak dan 42 medali perunggu. Meraka pun pulang dengan penuh kebanggan.
Padahal, paralimpian Jateng ini berlaga tanpa dukungan anggaran yang berlebih. Untuk ajang ini Jateng hanya mengalokasikan dana sekitar Rp3,5 miliar. Hal ini berbanding terbaling dengan kontingen PON Jateng yang mencapai Rp34 miliar.
Namun, sayang meski meraka mampu mempersembahkan yang terbaik untuk Jateng dengan dana minim, bonus untuk para atlet hingga saat ini belum juga dianggarkan. Padahal bonus atlet tersebut menjadi hak meraka.
Sudah selayaknya, pemerintah Provinsi Jateng memberikan apresiasi kepada para atlet yang telah berjuang untuk mengharumkan nama Jateng di kancah Nasional itu.
“Perhatian (Bonus) pasti ada, karena menjadi hak meraka (atlet). Para atlet telah bekerja keras hingga kita berhasil mempertahankan juara umum,” kata Wakil Ketua Bidang Pembinaan Atlet KONI Jateng Sukahar, kemarin.
Dia mengaku, belum menganggarkan besar kecilnya bonus yang akan diberikan kepada atlet yang berlaga pada Peparnas Riau 2012. Penganggaran bonus baru akan dilakukan setelah seluruh atlet kembali ke Jateng. “Tentang besar kecilnya, belum bisa saya sampaikan, karena memang belum membicarakan masalah tersebut,” imbuhnya.
Dia mengaku, dengan perolehan gelar juara umum para Peparnas 2012 Riau, pihaknya merasa bangga dengan atlet-atlet Jateng.”Apa yang diraih sesuai dengan target yakni 90 emas, dan mempertahankan gelar juara umum. Tentu ini menjadi kebanggaan kita semua, dan kami patut bersyukur atas semua ini,” tandasnya.
Ketua National Paralimpic Comitte (NPC) Jateng Budi Hariyanto, menambahkan, ia menjamin pemberian bonus bagi para atlet peraih medali. "Anggaran yang akan disiapkan termasuk bonus bagi para peraih medalinya akan disesuaikan, dengan jumlah peroleh medali," katanya.
(wbs)