Syamsul Chaeruddin jadi rebutan
Senin, 15 Oktober 2012 - 20:09 WIB
Syamsul Chaeruddin jadi rebutan
A
A
A
Sindonews.com - Tak jelasnya kontrak pemain pada kompetisi mendatang, dimanfaatkan beberapa klub untuk merayu sejumlah pemain PSM Makassar. Salah satunya, Syamsul Chaeruddin yang menjadi incaran.
Kapten sekaligus ikon tim Juku Eja ini mengaku sudah beberapa kali dihubungi sejumlah klub yang bermain di Indonesia Primier League (IPL) maupun Indonesia Super League (ISL) agar meninggalkan PSM Makassar.
Klub yang paling intens dan terus merayu Syamsul berasal dari Sumatera serta Kalimantan Timur (Kaltim). ''Tidak perlu tahu apa nama klubnya. Yang jelas saya banyak mendapat tawaran,” katanya.
Dia mengaku sedang pikir-pikir apakah akan menerima tawaran tersebut atau tidak. Karena saat ini masih menunggu kepastian kontrak dari PSM Makassar. ''Saya masih tunggu kejelasan kontrak di PSM,” jelasnya.
Menurut Syamsul, jika PSM tidak lagi membutuhkan tenaganya, dipastikan akan menerima tawaran klub tersebut. ''Kalau masih dibutuhkan di PSM, mungkin masih akan bertahan,” ucapnya.
Menurutnya, walaupun ditawari gaji tinggi serta berbagai fasilitas dari klub – klub tersebut, Syamsul mengaku tetap mengutamakan PSM. ''Hati saya masih di PSM dan belum siap ke klub lain,” paparnya.
Sebelumnya, pemain PSM lainnya yakni Fadly Manna juga mengaku sudah dihubungi salah satu klub asal Kaltim. Alumni PSM junior ini menjelaskan, jika PSM lebih dulu menyodorkan kontrak, maka dia akan bertahan. ''Kalau terus digantung tanpa kejelasan, bisa jadi saya akan pindah ke klub tersebut,” jelasnya.
Pelatih PSM Makassar, Petar Segrt mengakui, saat ini hampir semua pemain sudah berstatus free kontrak. ”Hampir semua pemain tidak terikat kontrak lagi dengan klub,” ucapnya.
Menurutnya, jika ada yang berniat meninggalkan PSM Makassar atau mencari klub lain, dia mengaku pasrah. “Saya tidak bisa berbuat apa-apa soal niat mereka pindah ke klub lain,” katanya.
Mantan arsitek Bali Devata ini mengatakan, keinginan untuk pindah klub adalah hak masing-masing pemain. ''Itu hak mereka dan saya tidak bisa ikut campur,” jelasnya.
Walau begitu dia menyarankan manajemen Juku Eja, secepatnya memberikan kepastian kontrak agar ada kepastian nasib bagi pemain. “Itu saran saya, namun keputusannya ada pada manajemen,” pungkasnya.
Kapten sekaligus ikon tim Juku Eja ini mengaku sudah beberapa kali dihubungi sejumlah klub yang bermain di Indonesia Primier League (IPL) maupun Indonesia Super League (ISL) agar meninggalkan PSM Makassar.
Klub yang paling intens dan terus merayu Syamsul berasal dari Sumatera serta Kalimantan Timur (Kaltim). ''Tidak perlu tahu apa nama klubnya. Yang jelas saya banyak mendapat tawaran,” katanya.
Dia mengaku sedang pikir-pikir apakah akan menerima tawaran tersebut atau tidak. Karena saat ini masih menunggu kepastian kontrak dari PSM Makassar. ''Saya masih tunggu kejelasan kontrak di PSM,” jelasnya.
Menurut Syamsul, jika PSM tidak lagi membutuhkan tenaganya, dipastikan akan menerima tawaran klub tersebut. ''Kalau masih dibutuhkan di PSM, mungkin masih akan bertahan,” ucapnya.
Menurutnya, walaupun ditawari gaji tinggi serta berbagai fasilitas dari klub – klub tersebut, Syamsul mengaku tetap mengutamakan PSM. ''Hati saya masih di PSM dan belum siap ke klub lain,” paparnya.
Sebelumnya, pemain PSM lainnya yakni Fadly Manna juga mengaku sudah dihubungi salah satu klub asal Kaltim. Alumni PSM junior ini menjelaskan, jika PSM lebih dulu menyodorkan kontrak, maka dia akan bertahan. ''Kalau terus digantung tanpa kejelasan, bisa jadi saya akan pindah ke klub tersebut,” jelasnya.
Pelatih PSM Makassar, Petar Segrt mengakui, saat ini hampir semua pemain sudah berstatus free kontrak. ”Hampir semua pemain tidak terikat kontrak lagi dengan klub,” ucapnya.
Menurutnya, jika ada yang berniat meninggalkan PSM Makassar atau mencari klub lain, dia mengaku pasrah. “Saya tidak bisa berbuat apa-apa soal niat mereka pindah ke klub lain,” katanya.
Mantan arsitek Bali Devata ini mengatakan, keinginan untuk pindah klub adalah hak masing-masing pemain. ''Itu hak mereka dan saya tidak bisa ikut campur,” jelasnya.
Walau begitu dia menyarankan manajemen Juku Eja, secepatnya memberikan kepastian kontrak agar ada kepastian nasib bagi pemain. “Itu saran saya, namun keputusannya ada pada manajemen,” pungkasnya.
(aww)