Cemas pilar PSMS belum bergabung
Selasa, 16 Oktober 2012 - 18:43 WIB
Cemas pilar PSMS belum bergabung
A
A
A
Sindonews.com - Penentuan pemain yang lolos ke seleksi tahap II di antara 59 pemain yang lolos Sabtu (13/10) lalu tidak serta-merta menjadi pelecut semangat beberapa pilar incaran untuk datang. Terbukti, hingga hari kedua seleksi Selasa (16/10), beberapa pemain tetap absen.
Senin (15/10) pagi lalu, 10 pemain tidak terlihat pada seleksi di Stadion Kebun Bunga Medan. Kemarin juga, kendati jumlahnya berkurang, enam nama tetap tidak hadir. Yakni, Novi Handriawan, Ade Chandra Kirana, Saktiawan Sinaga, Jecky Pasarela, Donny F Siregar dan penjaga gawang, Markus Haris Maulana.
Namun, hanya Jecky dan Donny yang mengkonfirmasi alasan ketidakhadirannya. Jecky sakit, sementara Donny sedang berada di Sleman Yogyakarta untuk pemusatan latihan jelang pertandingan kontra Timnas pada 19 Oktober mendatang.
Ketidakhadiran beberapa pilar tersebut tidak dimungkiri membuat cemas sang arsitek, Suimin Diharja. Harapannya untuk mengembalikan pamor PSMS Medan dengan merekrut mantan bintang tersebut terancam gagal. ''Kami tetap menunggu pemain yang belum hadir ikut lanjutan seleksi. Kami juga sudah mengimbau mereka untuk datang,” ujar Suimin ditemui usai memimpin seleksi Selasa pagi.
Memang beberapa terlihat hadir pada hari kedua kemarin. Gelandang senior M Afan Lubis, eks gelandang PSPS Fajar Handika, pilar PSMS ISL Alamsyah Nasution terlihat bersemangat mengikuti latihan yang diinstruksikan. Suimin pun memuji komitmen yang ditunjukkan pemain tersebut. ''Seperti M Afan Lubis, Fajar Handika, terus terang, mereka punya reputasi di luar sana, tapi mereka tetap ikut rangkaian seleksi yang ada,” ungkapnya lagi.
Keengganan pemain untuk datang memang beralasan. Kenangan ketiadaan gaji hingga enam bulan bagi skuad PSMS ISL bisa saja menjadi faktor yang mendasari keengganan mereka. Belum lagi, rekor mengecewakan yang terjadi pada PSMS tiga tahun terakhir, yakni selalu mengalami pemotongan beberapa bulan gaji, membuat pemain lebih menunggu kepastian, ketimbang keringat yang telah mereka kucurkan malah tidak mendapat respon dengan pengajuan kontrak.
Suimin pun tampaknya memahami hal tersebut. Dia mengatakan, dirinya akan menyodorkan beberapa nama untuk tahap negosiasi “yang diharapkan bisa mengikat, namun, kesepakatan perekrutan baru akan dilakukan kalau pemain tersebut lolos tahapan tes fisik. ''Kalau lolos, baru disodori draf kontrak,” ucapnya.
Suimin mengimbau kepada pemain-pemain tersebut untuk datang. Menurutnya, saat ini, PSMS memerlukan sumbangsih tenaga dari putra Medan untuk mengambalikan kejayaan PSMS. Tahun 60 an akhir, 70 an dan 80 an, PSMS ini sudah besar. Untuk itu, tanpa menyinggung perasaan mereka, mari kepada pemain-pemain itu untuk mengembalikan wadah (PSMS) yang telah membesarkannya,” ungkapnya lagi.
Ketua Umum PSMS Indra Sakti Harahap mengatakan, situasi PSMS Medan yang berada dalam masa transisi, membutuhkan peran semua pihak termasuk pemain untuk membenahi kondisi yang ada.
“Jadi kondisi ini bukan hanya pengurus, tapi dibutuhkan sinergi semua pihak, termasuk pemain profesional. Namun, dalam masa membangun ini marilah lebih dulu menunjukkan rasa cinta untuk PSMS,” ungkapnya.
Sementara, Jecky Pasarela yang dikonfirmasi kemarin mengaku, dirinya terpaksa tidak hadir mengikuti tahapan seleksi lantaran sakit. ''Saya demam sejak Senin (15/10) kemarin. Tidak mungkin saya paksakan ikut seleksi karena akan berakibat buruk bagi penilaian terhadap saya. Saya juga sudah izin,” katanya.
Mantan striker PSMS versi IPL musim lalu itu menegaskan dirinya akan datang mengikuti lanjutan seleksi, jika sembuh. ''Saat ini saya istirahat untuk pemulihan, dan mudah-mudahan bisa sembuh. Kalau sudah sembuh, insya Allah saya akan datang,” ungkapnya.
Sementara, salah seorang sumber yang enggan menyebutkan namanya kemarin menyebutkan, di hari pertama seleksi tahap II , Senin (15/10) lalu, Markus Haris Maulana datang ke Stadion Kebun Bunga. Namun, karena suatu alasan, dirinya urung ikut seleksi. ''Saya yakin, dia tidak jadi ikut tahapan seleksi karena rekannya seperti Saktiawan Sinaga, tidak terlihat,” ungkap sumber yang enggan namanya disebutkan itu.
Senin (15/10) pagi lalu, 10 pemain tidak terlihat pada seleksi di Stadion Kebun Bunga Medan. Kemarin juga, kendati jumlahnya berkurang, enam nama tetap tidak hadir. Yakni, Novi Handriawan, Ade Chandra Kirana, Saktiawan Sinaga, Jecky Pasarela, Donny F Siregar dan penjaga gawang, Markus Haris Maulana.
Namun, hanya Jecky dan Donny yang mengkonfirmasi alasan ketidakhadirannya. Jecky sakit, sementara Donny sedang berada di Sleman Yogyakarta untuk pemusatan latihan jelang pertandingan kontra Timnas pada 19 Oktober mendatang.
Ketidakhadiran beberapa pilar tersebut tidak dimungkiri membuat cemas sang arsitek, Suimin Diharja. Harapannya untuk mengembalikan pamor PSMS Medan dengan merekrut mantan bintang tersebut terancam gagal. ''Kami tetap menunggu pemain yang belum hadir ikut lanjutan seleksi. Kami juga sudah mengimbau mereka untuk datang,” ujar Suimin ditemui usai memimpin seleksi Selasa pagi.
Memang beberapa terlihat hadir pada hari kedua kemarin. Gelandang senior M Afan Lubis, eks gelandang PSPS Fajar Handika, pilar PSMS ISL Alamsyah Nasution terlihat bersemangat mengikuti latihan yang diinstruksikan. Suimin pun memuji komitmen yang ditunjukkan pemain tersebut. ''Seperti M Afan Lubis, Fajar Handika, terus terang, mereka punya reputasi di luar sana, tapi mereka tetap ikut rangkaian seleksi yang ada,” ungkapnya lagi.
Keengganan pemain untuk datang memang beralasan. Kenangan ketiadaan gaji hingga enam bulan bagi skuad PSMS ISL bisa saja menjadi faktor yang mendasari keengganan mereka. Belum lagi, rekor mengecewakan yang terjadi pada PSMS tiga tahun terakhir, yakni selalu mengalami pemotongan beberapa bulan gaji, membuat pemain lebih menunggu kepastian, ketimbang keringat yang telah mereka kucurkan malah tidak mendapat respon dengan pengajuan kontrak.
Suimin pun tampaknya memahami hal tersebut. Dia mengatakan, dirinya akan menyodorkan beberapa nama untuk tahap negosiasi “yang diharapkan bisa mengikat, namun, kesepakatan perekrutan baru akan dilakukan kalau pemain tersebut lolos tahapan tes fisik. ''Kalau lolos, baru disodori draf kontrak,” ucapnya.
Suimin mengimbau kepada pemain-pemain tersebut untuk datang. Menurutnya, saat ini, PSMS memerlukan sumbangsih tenaga dari putra Medan untuk mengambalikan kejayaan PSMS. Tahun 60 an akhir, 70 an dan 80 an, PSMS ini sudah besar. Untuk itu, tanpa menyinggung perasaan mereka, mari kepada pemain-pemain itu untuk mengembalikan wadah (PSMS) yang telah membesarkannya,” ungkapnya lagi.
Ketua Umum PSMS Indra Sakti Harahap mengatakan, situasi PSMS Medan yang berada dalam masa transisi, membutuhkan peran semua pihak termasuk pemain untuk membenahi kondisi yang ada.
“Jadi kondisi ini bukan hanya pengurus, tapi dibutuhkan sinergi semua pihak, termasuk pemain profesional. Namun, dalam masa membangun ini marilah lebih dulu menunjukkan rasa cinta untuk PSMS,” ungkapnya.
Sementara, Jecky Pasarela yang dikonfirmasi kemarin mengaku, dirinya terpaksa tidak hadir mengikuti tahapan seleksi lantaran sakit. ''Saya demam sejak Senin (15/10) kemarin. Tidak mungkin saya paksakan ikut seleksi karena akan berakibat buruk bagi penilaian terhadap saya. Saya juga sudah izin,” katanya.
Mantan striker PSMS versi IPL musim lalu itu menegaskan dirinya akan datang mengikuti lanjutan seleksi, jika sembuh. ''Saat ini saya istirahat untuk pemulihan, dan mudah-mudahan bisa sembuh. Kalau sudah sembuh, insya Allah saya akan datang,” ungkapnya.
Sementara, salah seorang sumber yang enggan menyebutkan namanya kemarin menyebutkan, di hari pertama seleksi tahap II , Senin (15/10) lalu, Markus Haris Maulana datang ke Stadion Kebun Bunga. Namun, karena suatu alasan, dirinya urung ikut seleksi. ''Saya yakin, dia tidak jadi ikut tahapan seleksi karena rekannya seperti Saktiawan Sinaga, tidak terlihat,” ungkap sumber yang enggan namanya disebutkan itu.
(aww)