Pelatih PSMS lebih suka pola 4-2-3-1
Selasa, 16 Oktober 2012 - 18:49 WIB
Pelatih PSMS lebih suka pola 4-2-3-1
A
A
A
Sindonews.com - Pola 4-2-3-1 bakal menjadi andalan PSMS Medan menatap musim kompetisi mendatang. Pola itu dinilai merupakan yang paling cocok diterapkan pasukan tim berjuluk Ayam Kinantan saat ini.
Pelatih PSMS, Suimin Diharja memang masih mencari 25 pemain yang akan ditetapkan sebagai penggawa tim Ayam Kinantan. Hingga dua pekan mendatang, pemain bakal melewati proses seleksi hingga tes fisik sebelum penentuan kelulusaan. Namun, Suimin mengatakan, formasi 4-2-3-1 dinilai sebagai yang paling ideal.
''Memang saya akui, bakal banyak pertanyaan seputar formasi 4-2-3-1 yang akan saya jadikan formasi baku PSMS. Tapi saya juga punya alasan, seperti apa perubahan yang akan terjadi jika formasi mentok, akhirnya bagaimana formasi alternatifnya. Tapi semuanya akan saya jawab pada rapat penentuan pemain yang lolos pada seleksi tahap II, Sabtu (20/10) nanti,” ujar Suimin.
Diakuinya, formasi tersebut sudah mempertimbangkan suhu dan geografis di Indonesia serta membuat pemain memiliki peran yang sama rata di dalam lapangan pertandingan. ''Saya awalnya mencari dulu formasi yang ideal dengan mempertimbangkan suhu udara dan geografis di Indonesia, yang mana formasi paling ideal dan tidak monopoli pemain sehingga ada yang santai dan ada yang capek dalam pertandingan, saya tetapkanlah formasi itu,”bebernya.
Untuk seleksi tahap kedua hari kedua kemarin, Suimin menekankan pemain untuk memantapkan kerjasama tim lewat pola bertahan dan menyerang yang diusung. ''Jadi organisasi bertahan yang abang maksud begitu kehilangan bola semua pemain harus bertahan. Begitu memenangkan bola, semua pemain harus berkonsentrasi menyerang. Makanya latihan hari ini build up attack membangun satu penyerangan,” papar pria berjuluk Pelatih Kampung itu.
Untuk mengetahui tingkat intelejensia atau SDM pemain yang menjadi pedoman kelulusan di seleksi tahap kedua, Sumin juga menginstruksikan kepada pemain seleksi untuk bisa membangun serangan dari setiap sisi.
''Penyerangan itu bisa jadi dari penjaga gawang, bisa dari pemain bawah, bisa dari pemain tengah, bisa semuanya. Seperti saat menyerang, pemain yang bersama bola, otomatis bakal melakukan teknik-teknik, kualitas teknik. Sedangkan rekan yang tidak bersama bola harus support dan bergerak mencari posisi yang menguntungkan,” paparnya.
Fokus penilaian kepada pemain juga terletak pada minimnya pemain melakukan kesalahan, saat bersama bola, atau mencari posisi. ''Dengan kesalahan kecil kita sudah kehilangan bola. Otomatis kita akan bertahan merampas bola.tidak memaksakan mengoper bola kepada rekan saat fifty-fifty, menjauhkan bola dari lawan, ketepatan waktu kapan dia harus dribbling (membawa bola) saat dia punya ruang. Jadi, pemain harus bisa meminimalisasi kesalahan,” bebernya.
Pelatih PSMS, Suimin Diharja memang masih mencari 25 pemain yang akan ditetapkan sebagai penggawa tim Ayam Kinantan. Hingga dua pekan mendatang, pemain bakal melewati proses seleksi hingga tes fisik sebelum penentuan kelulusaan. Namun, Suimin mengatakan, formasi 4-2-3-1 dinilai sebagai yang paling ideal.
''Memang saya akui, bakal banyak pertanyaan seputar formasi 4-2-3-1 yang akan saya jadikan formasi baku PSMS. Tapi saya juga punya alasan, seperti apa perubahan yang akan terjadi jika formasi mentok, akhirnya bagaimana formasi alternatifnya. Tapi semuanya akan saya jawab pada rapat penentuan pemain yang lolos pada seleksi tahap II, Sabtu (20/10) nanti,” ujar Suimin.
Diakuinya, formasi tersebut sudah mempertimbangkan suhu dan geografis di Indonesia serta membuat pemain memiliki peran yang sama rata di dalam lapangan pertandingan. ''Saya awalnya mencari dulu formasi yang ideal dengan mempertimbangkan suhu udara dan geografis di Indonesia, yang mana formasi paling ideal dan tidak monopoli pemain sehingga ada yang santai dan ada yang capek dalam pertandingan, saya tetapkanlah formasi itu,”bebernya.
Untuk seleksi tahap kedua hari kedua kemarin, Suimin menekankan pemain untuk memantapkan kerjasama tim lewat pola bertahan dan menyerang yang diusung. ''Jadi organisasi bertahan yang abang maksud begitu kehilangan bola semua pemain harus bertahan. Begitu memenangkan bola, semua pemain harus berkonsentrasi menyerang. Makanya latihan hari ini build up attack membangun satu penyerangan,” papar pria berjuluk Pelatih Kampung itu.
Untuk mengetahui tingkat intelejensia atau SDM pemain yang menjadi pedoman kelulusan di seleksi tahap kedua, Sumin juga menginstruksikan kepada pemain seleksi untuk bisa membangun serangan dari setiap sisi.
''Penyerangan itu bisa jadi dari penjaga gawang, bisa dari pemain bawah, bisa dari pemain tengah, bisa semuanya. Seperti saat menyerang, pemain yang bersama bola, otomatis bakal melakukan teknik-teknik, kualitas teknik. Sedangkan rekan yang tidak bersama bola harus support dan bergerak mencari posisi yang menguntungkan,” paparnya.
Fokus penilaian kepada pemain juga terletak pada minimnya pemain melakukan kesalahan, saat bersama bola, atau mencari posisi. ''Dengan kesalahan kecil kita sudah kehilangan bola. Otomatis kita akan bertahan merampas bola.tidak memaksakan mengoper bola kepada rekan saat fifty-fifty, menjauhkan bola dari lawan, ketepatan waktu kapan dia harus dribbling (membawa bola) saat dia punya ruang. Jadi, pemain harus bisa meminimalisasi kesalahan,” bebernya.
(aww)