Pearce ajukan protes terkait rasisme ke UEFA
Rabu, 17 Oktober 2012 - 10:41 WIB
Pearce ajukan protes terkait rasisme ke UEFA
A
A
A
Sindonews.com - Pelatih U-21 Inggris, Stuart Pearce telah mengajukan protes kepada Asosiasi Sepakbola Eropa (UEFA) terkait tindakan rasisme yang diterima Danny Rose ketika The Three Lions berhadapan dengan Serbia dalam laga kualifikasi Piala Eropa U-21.
"Kami telah melaporkan insiden ke UEFA sehubungan dengan tindakan rasisme yang telah dilakukan oleh pemain serta staf dari Serbia. Selanjutnya kami akan menunggu keputusan apa yang akan diambil UEFA terkait masalah ini," tegas Pearce seperti dilansir TheSun, Rabu (17/10/2012).
Selain Rose yang mengalami pelecehan nyanyian rasis selama pertandingan berlangsung, asisten pelatih Inggris Steve Wigley juga mengalami tindakan kekerasaan. Ketika mantan pelatih Southampton meninggalkan lapangan, dia menerima pukulan dan tendangan dari para pemain serta pelatih Serbia saat akan menuju ruang ganti.
Sedangkan dalam pertandingan tersebut Rose harus meninggalkan lapangan karena mendapatkan kartu merah, setelah terlibat pertikaian dengan pemain Serbia. "Kejadian itu sangat cepat. Tapi, saya melihat Rose telah matang sebagai pemain untuk tidak terprovokasi," tambahnya.
Sementara seorang juru bicara Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) mengatakan: "Kami mengutuk kedua insiden rasisme, jelang pertandingan usai. Ini merupakan tindakan provokasi yang ekstrim," pernyataan resmi FA.
Tindakan yang diterima para pemain U-21 Inggris tersebut, setelah mereka menang tips 1-0. Dengan hasil ini secara agregat pasukan Pearce unggul 2-0 dan mereka lolos ke final Piala Eropa U-21 yang akan berlangsung di Israel tahun depan.
"Sebenarnya insiden usai pertandingan sangat memalukan. Sejak awal saya mencoba untuk memberikan pengalaman kepada para pemain bagaimana cara bermain sepakbola yang baik dan berperilaku yang sewajarnya saat berada di lapangan maupun diluar lapangan. Tapi, saya sangat bangga dengan anak asuh saya untuk tidak terprovokasi," pungkasnya.
"Kami telah melaporkan insiden ke UEFA sehubungan dengan tindakan rasisme yang telah dilakukan oleh pemain serta staf dari Serbia. Selanjutnya kami akan menunggu keputusan apa yang akan diambil UEFA terkait masalah ini," tegas Pearce seperti dilansir TheSun, Rabu (17/10/2012).
Selain Rose yang mengalami pelecehan nyanyian rasis selama pertandingan berlangsung, asisten pelatih Inggris Steve Wigley juga mengalami tindakan kekerasaan. Ketika mantan pelatih Southampton meninggalkan lapangan, dia menerima pukulan dan tendangan dari para pemain serta pelatih Serbia saat akan menuju ruang ganti.
Sedangkan dalam pertandingan tersebut Rose harus meninggalkan lapangan karena mendapatkan kartu merah, setelah terlibat pertikaian dengan pemain Serbia. "Kejadian itu sangat cepat. Tapi, saya melihat Rose telah matang sebagai pemain untuk tidak terprovokasi," tambahnya.
Sementara seorang juru bicara Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) mengatakan: "Kami mengutuk kedua insiden rasisme, jelang pertandingan usai. Ini merupakan tindakan provokasi yang ekstrim," pernyataan resmi FA.
Tindakan yang diterima para pemain U-21 Inggris tersebut, setelah mereka menang tips 1-0. Dengan hasil ini secara agregat pasukan Pearce unggul 2-0 dan mereka lolos ke final Piala Eropa U-21 yang akan berlangsung di Israel tahun depan.
"Sebenarnya insiden usai pertandingan sangat memalukan. Sejak awal saya mencoba untuk memberikan pengalaman kepada para pemain bagaimana cara bermain sepakbola yang baik dan berperilaku yang sewajarnya saat berada di lapangan maupun diluar lapangan. Tapi, saya sangat bangga dengan anak asuh saya untuk tidak terprovokasi," pungkasnya.
(akr)