Juku Eja pakai dua pola seleksi
Rabu, 17 Oktober 2012 - 18:51 WIB
Juku Eja pakai dua pola seleksi
A
A
A
Sindonews.com - PSM Makassar akan melakukan seleksi terhadap calon penggawanya menghadapi Indonesian Premier League (IPLI) musim 2012/2013. Saat ini, PSM berkekuatan 25 orang pemain lawas.
Dari jumlah itu, sebanyak 13 sampai 15 orang, rutin berada di posisi line-up. Sedangkan sisanya adalah cadangan abadi atau tidak pernah diturunkan. Asisten Pelatih PSM Makassar Imran Amirullah mengatakan, di luar dari langganan line-up, kemungkinan besar akan tergusur dari tim. ''Kemungkinannya, masih harus menjalani seleksi untuk masuk ke tim,” paparnya.
Dua pola seleksi yang bisa jadi digunakan. Berdasarkan evaluasi selama di musim lalu, dan kedua adalah seleksi bersama pemain baru. ''Siapa saja yang akan dicoret saya tidak tahu karena itu wewenang pelatih,” jelasnya.
Menurutnya, secara umum pelatih kepala Petar Segrt enjoy dengan skuad yang saat ini memperkuat pasukan Juku Eja. ''Namun, ini era sepak bola modern, pemain harus profesional,” katanya.
Imran menjelaskan, pertimbangan lain akan adanya pencoretan pemain, berdasarkan kekuatan dana yang dimiliki klub. ''Mungkin saja pelatih ingin memasukkan semua pemain untuk kompetisi mendatang. Namun problemnya bisa saja ditolak manajemen,” jelasnya.
Dia mengatakan, secara teknik dan skill individu, skuad yang dimiliki PSM musim lalu sudah cukup baik. ''Kalau teknik bermain saya lihat tidak ada masalah dan sudah cukup bagus,” ucapnya.
Hal perlu diperbaiki menurutnya soal kepercayaan diri. Maklum, rata-rata pemain PSM musim lalu masih berusia muda. ''Ini yang menjadi kendala. Mereka belum siap menghadapi tekanan,” papar dia.
Menurutnya, dengan pengalaman satu musim memperkuat PSM, diharapkan darah muda tersebut bisa mendapat pelajaran berharga.''Memang butuh waktu untuk belajar,” kata dia.
CEO PSM Makassar Rully Habibi, masih bungkam soal jumlah pemain yang dibutuhkan untuk kompetisi musim mendatang. ''Jangan dulu bicara itu, karena kita menunggu kepastian dari pengelola liga,” jelasnya.
Menurutnya, yang dibutuhkan manajemen PSM adalah kepastian jadwal kompetisi, jumlah tim yang berpartisipasi di musim mendatang, termasuk regulasi. ''Kalau itu sudah jelas baru kita bisa bicara program,” tandasnya.
Rully menegaskan, manajemen PSM Makassar tetap bekerja dan tidak tinggal diam menghadapi kompetisi musim mendatang. ''Kami tetap bekerja dan sedang mempersiapkan segala sesuatunya,” pungkasnya.
Dari jumlah itu, sebanyak 13 sampai 15 orang, rutin berada di posisi line-up. Sedangkan sisanya adalah cadangan abadi atau tidak pernah diturunkan. Asisten Pelatih PSM Makassar Imran Amirullah mengatakan, di luar dari langganan line-up, kemungkinan besar akan tergusur dari tim. ''Kemungkinannya, masih harus menjalani seleksi untuk masuk ke tim,” paparnya.
Dua pola seleksi yang bisa jadi digunakan. Berdasarkan evaluasi selama di musim lalu, dan kedua adalah seleksi bersama pemain baru. ''Siapa saja yang akan dicoret saya tidak tahu karena itu wewenang pelatih,” jelasnya.
Menurutnya, secara umum pelatih kepala Petar Segrt enjoy dengan skuad yang saat ini memperkuat pasukan Juku Eja. ''Namun, ini era sepak bola modern, pemain harus profesional,” katanya.
Imran menjelaskan, pertimbangan lain akan adanya pencoretan pemain, berdasarkan kekuatan dana yang dimiliki klub. ''Mungkin saja pelatih ingin memasukkan semua pemain untuk kompetisi mendatang. Namun problemnya bisa saja ditolak manajemen,” jelasnya.
Dia mengatakan, secara teknik dan skill individu, skuad yang dimiliki PSM musim lalu sudah cukup baik. ''Kalau teknik bermain saya lihat tidak ada masalah dan sudah cukup bagus,” ucapnya.
Hal perlu diperbaiki menurutnya soal kepercayaan diri. Maklum, rata-rata pemain PSM musim lalu masih berusia muda. ''Ini yang menjadi kendala. Mereka belum siap menghadapi tekanan,” papar dia.
Menurutnya, dengan pengalaman satu musim memperkuat PSM, diharapkan darah muda tersebut bisa mendapat pelajaran berharga.''Memang butuh waktu untuk belajar,” kata dia.
CEO PSM Makassar Rully Habibi, masih bungkam soal jumlah pemain yang dibutuhkan untuk kompetisi musim mendatang. ''Jangan dulu bicara itu, karena kita menunggu kepastian dari pengelola liga,” jelasnya.
Menurutnya, yang dibutuhkan manajemen PSM adalah kepastian jadwal kompetisi, jumlah tim yang berpartisipasi di musim mendatang, termasuk regulasi. ''Kalau itu sudah jelas baru kita bisa bicara program,” tandasnya.
Rully menegaskan, manajemen PSM Makassar tetap bekerja dan tidak tinggal diam menghadapi kompetisi musim mendatang. ''Kami tetap bekerja dan sedang mempersiapkan segala sesuatunya,” pungkasnya.
(aww)