Dilatih pelatih Korea, Marinir masuk pelatnas taekwondo
Rabu, 17 Oktober 2012 - 22:19 WIB
Dilatih pelatih Korea, Marinir masuk pelatnas taekwondo
A
A
A
Sindonews.com - Dibawa asuhan pelatih asal Korea Utara, Kim Mun Hong, olahraga taekwondo di lingkungan marinir Surabaya mengalami peningkatan prestasi. Terbukti, mantan juara dunia junior taekwondo ini mampu mengantarkan dua marinir Surabaya masuk program pelatnas taekwondo.
Kedua marinir tersebut adalah Norman Solihan (kelas -74 kg) dan Obet Nego (kelas -80 kg).
Moh Khirom, pendamping Kim Mun Hong mengatakan, seleksi tingkat nasional atlet taekwondo dari kalangan TNI digelar di Cilandak Jawa Barat, 4-6 Oktober. Ketika itu kontingen marinir Surabaya
diasuh Kim Mun Hong membawa 12 atlet. Dari skuad yang dibawa, kontingen marinir Surabaya akhirnya sukses memboyong 3 medali emas, 2 medali perak dan 3 perunggu. ''Tahun 2011 kemarin dapat 1 emas dan 1 perunggu,” katanya saat ditemui di kantor KONI Jawa Timur.
Mengacu pada perolehan medali kontingen marinir Surabaya,sebenarnya 3 orang berhak masuk pelatnas. Hanya saja, seorang atlet lagi, yakni, Agus Nurmahid (kelas + 87 kg) dengan pertimbangan tertentu akhirnya memutuskan tidak mengikuti program pelatnas.
Alasan mundurnya Agus Nurhamid, program pelatnas yang rencananya digelar 28 September – 18 Oktober karena adanya persiapan mengikuti The 21 st CSIN World Military Taekwondo Championship yang akan digelar pada 23-26 Oktober mendatang.
Pengurus pelatnas sudah memutuskan untuk Agus Nurhamid tidak akan diterjunkan dalam even tersebut lantaran tinggi badannya kurang. ''Lawannya di tingkat dunia tinggi-tinggi. Agus Nurhamid ini badannya pendek,” terang Moh Khirom.
Kendati demikian, tidak berangkatnya Agus Nurhamd tidak terlalu membuat kontingen marinir Surabaya kecewa. Yang jelas, pihak kontingen marinir Surabaya sudah cukup puas dengan adanya peningkatan prestasi dibawah kepelatihan Kim Mun Hong. Meskipun kiprah kepelatihan Kim Mun
Hong sebatas aksi sukarela, dia mampu menunjukkan kapasitasnya sebagai mantan juara dunia junior taekwondo.
Lantas, apa kelebihan Kim Mun Hong ? menurut Moh Khirom, pria berusia 22 ini mempunyai kelebihan teknik. Itulah yang selama ini diajarkan kepada atlet taekwondo dikalangan marinir Surabaya. ''Dia (Kim Mun Hong) tekniknya sangat bagus,” cetusnya.
Seperti diketahui, kedatangan Kim Mun Hong di Surabaya untuk menularkan ilmu bela diri secara sukarela merupakan bentuk kerja sama KONI Jawa Timur dengan KOICA Word Frend. Kim Mun Hong merupakan satu dari tiga sukarelawan yang dikirim KOICA Word Frend ke Indonesia.
Kedua marinir tersebut adalah Norman Solihan (kelas -74 kg) dan Obet Nego (kelas -80 kg).
Moh Khirom, pendamping Kim Mun Hong mengatakan, seleksi tingkat nasional atlet taekwondo dari kalangan TNI digelar di Cilandak Jawa Barat, 4-6 Oktober. Ketika itu kontingen marinir Surabaya
diasuh Kim Mun Hong membawa 12 atlet. Dari skuad yang dibawa, kontingen marinir Surabaya akhirnya sukses memboyong 3 medali emas, 2 medali perak dan 3 perunggu. ''Tahun 2011 kemarin dapat 1 emas dan 1 perunggu,” katanya saat ditemui di kantor KONI Jawa Timur.
Mengacu pada perolehan medali kontingen marinir Surabaya,sebenarnya 3 orang berhak masuk pelatnas. Hanya saja, seorang atlet lagi, yakni, Agus Nurmahid (kelas + 87 kg) dengan pertimbangan tertentu akhirnya memutuskan tidak mengikuti program pelatnas.
Alasan mundurnya Agus Nurhamid, program pelatnas yang rencananya digelar 28 September – 18 Oktober karena adanya persiapan mengikuti The 21 st CSIN World Military Taekwondo Championship yang akan digelar pada 23-26 Oktober mendatang.
Pengurus pelatnas sudah memutuskan untuk Agus Nurhamid tidak akan diterjunkan dalam even tersebut lantaran tinggi badannya kurang. ''Lawannya di tingkat dunia tinggi-tinggi. Agus Nurhamid ini badannya pendek,” terang Moh Khirom.
Kendati demikian, tidak berangkatnya Agus Nurhamd tidak terlalu membuat kontingen marinir Surabaya kecewa. Yang jelas, pihak kontingen marinir Surabaya sudah cukup puas dengan adanya peningkatan prestasi dibawah kepelatihan Kim Mun Hong. Meskipun kiprah kepelatihan Kim Mun
Hong sebatas aksi sukarela, dia mampu menunjukkan kapasitasnya sebagai mantan juara dunia junior taekwondo.
Lantas, apa kelebihan Kim Mun Hong ? menurut Moh Khirom, pria berusia 22 ini mempunyai kelebihan teknik. Itulah yang selama ini diajarkan kepada atlet taekwondo dikalangan marinir Surabaya. ''Dia (Kim Mun Hong) tekniknya sangat bagus,” cetusnya.
Seperti diketahui, kedatangan Kim Mun Hong di Surabaya untuk menularkan ilmu bela diri secara sukarela merupakan bentuk kerja sama KONI Jawa Timur dengan KOICA Word Frend. Kim Mun Hong merupakan satu dari tiga sukarelawan yang dikirim KOICA Word Frend ke Indonesia.
(aww)