Rasisme Terry rusak reputasi Inggris
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 22:11 WIB
Rasisme Terry rusak reputasi Inggris
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) David Bernstein menilai kapten Chelsea John Terry merusak reputasi sepak bola Inggris saat ini. Mantan kapten The Three Lions itu tersangkut kaus rasisme karena terbukti bersalah melecehkan Anton Ferdinand dari Queens Park Rangers.
Sebelumnya Terry mengumumkan pada hari Kamis lalu, dia tidak akan mengajukan keputusan banding yang diberikan FA terkait kasus rasisme. Dia memilih menerima sanksi dilarang bermain dalam empat laga dan denda sebesar 220 ribu poundsterling atau sekira Rp3,8 miliar.
Dalam sebuah pernyataan dari situs resmi FA, Bernstein mengutuk tindakan Terry. Dia berharap kejadian ini bisa memberikan pelajaran berharga tidak hanya baginya. Namun, seluruh pemain Liga Inggris untuk menjaga perilaku baik di dalam maupun luar lapangan.
“Keputusan John Terry yang tidak akan naik banding diharapkan bisa memberi akhir dalam periode yang sulit bagi laga domestik di Inggris. Sayangnya, ulahnya telah menghancurkan reputasi sepak bola Inggris,”ujar Bernstein, Jumat (19/10/2012)
Bernstein juga menyoroti pelecehan yang dialami oleh pemain timnas U-21 Danny Rose ketika menghadapi timnas U-21 Serbia. Pada laga tersebut sempat terjadi kericuhan setelah Rose menilai telah terjadi kasus rasial kepada dirinya, yakni diduga ejekan bernada monyet diarahkan kepadanya selama bentrokan tersebut.
“Tidak ada pemain harus menderita karena pelecehan seperti itu kepada Danny Rose. Dia menjadi sasaran di Serbia. Di dalam negeri, FA memiliki tanggung jawab utama untuk pimpinan permainan pada setiap tingkat dan saya, secara pribadi, tetap bertekad untuk memimpin sepak bola Inggris dalam menghentikan rasisme ini,”tandasnya.
Sebelumnya Terry mengumumkan pada hari Kamis lalu, dia tidak akan mengajukan keputusan banding yang diberikan FA terkait kasus rasisme. Dia memilih menerima sanksi dilarang bermain dalam empat laga dan denda sebesar 220 ribu poundsterling atau sekira Rp3,8 miliar.
Dalam sebuah pernyataan dari situs resmi FA, Bernstein mengutuk tindakan Terry. Dia berharap kejadian ini bisa memberikan pelajaran berharga tidak hanya baginya. Namun, seluruh pemain Liga Inggris untuk menjaga perilaku baik di dalam maupun luar lapangan.
“Keputusan John Terry yang tidak akan naik banding diharapkan bisa memberi akhir dalam periode yang sulit bagi laga domestik di Inggris. Sayangnya, ulahnya telah menghancurkan reputasi sepak bola Inggris,”ujar Bernstein, Jumat (19/10/2012)
Bernstein juga menyoroti pelecehan yang dialami oleh pemain timnas U-21 Danny Rose ketika menghadapi timnas U-21 Serbia. Pada laga tersebut sempat terjadi kericuhan setelah Rose menilai telah terjadi kasus rasial kepada dirinya, yakni diduga ejekan bernada monyet diarahkan kepadanya selama bentrokan tersebut.
“Tidak ada pemain harus menderita karena pelecehan seperti itu kepada Danny Rose. Dia menjadi sasaran di Serbia. Di dalam negeri, FA memiliki tanggung jawab utama untuk pimpinan permainan pada setiap tingkat dan saya, secara pribadi, tetap bertekad untuk memimpin sepak bola Inggris dalam menghentikan rasisme ini,”tandasnya.
(aww)